BKG

zamzami, Khushoyin (2014) Pengaruh Jumlah Tanaman Per Polibag Dan Pemangkasan Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Mentimun Kyuri (Cucumis Sativus L.). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Mentimun merupakan salah satu tanaman sayuran buah yang banyak dikonsumsi segar maupun olahan. Buah mentimun memiliki kandungan nutrisi, vitamin dan mineral yang besar, sehingga permintaan terhadap buah mentimun sangat besar. Salah satu jenis mentimun yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi ialah mentimun Jepang atau Kyuri ( Cucumis sativus L.). Sebagai komoditas yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi diperlukan budidaya yang tepat sehingga didapatkan produksi yang tinggi dan memiliki kualitas mutu yang baik. Budidaya secara green house merupakan salah satu alternatifnya. Budidaya secara green house sangat dipengaruhi oleh kualitas dan kuantitas hasil yang tinggi per satuan luas. Di dalam usaha peningkatan hasil panen, kepadatan populasi dan pemeliharaan yang tepat perlu dilakukan. Kegiatan pemeliharaan dan usaha peningkatan produksi buah mentimun yang penting adalah pemangkasan. Pemangkasan pucuk batang bertujuan untuk menghambat pertumbuhan vegetatif tanaman yang terus menerus sehingga asimilat yang dihasilkan tanaman akan lebih terkonsentrasikan kepada perkembangan generatif tanaman. Penelitian ini dilaksanakan di green house Balai Latihan Kerja Singosari-Malang, dengan elevasi 583 m di atas permukaan laut. Penelitian berlangsung selama 45 hari dari Mei 2012 hingga Juni 2012. Bahan yang digunakan adalah benih mentimun Kyuri varietas Roberto, tanah, pupuk kandang, pupuk dasar Urea, SP 36 dan KCl. Alat yang digunakan adalah polybag ukuran 10 kg, kertas merang, plastik, cangkul, cetok, gelas ukur, tali ajir, bambu ajir, timbangan analitik, meteran, termometer bola basah dan kering, jangka sorong, lux meter , oven, gunting tanaman dan kertas label. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana dengan 10 perlakuan dan diulang 3 kali. Sehingga didapatkan 30 satuan percobaan dengan masing-masing satuan percobaan 6 polybag sehingga didapatkan 180 polibag. Perlakuan yang diberikan adalah (P0) 1 tanaman per polibag dan tanpa pemangkasan, (P1) 1 tanaman per polibag dan pemangkasan dengan menyisakan 8 ruas, (P2) 1 tanaman per polibag dan pemangkasan dengan menyisakan 10 ruas, (P3) 1 tanaman per polibag dan pemangkasan dengan menyisakan 12 ruas, (P4) 1 tanaman per polibag dan pemangkasan dengan menyisakan 14 ruas, (P5) 2 tanaman per polibag dan tanpa pemangkasan, (P6) 2 tanaman per polibag dan pemangkasan dengan menyisakan 8 ruas, (P7) 2 tanaman per polibag dan pemangkasan dengan menyisakan 10 ruas, (P8) 2 tanaman per polibag dan pemangkasan dengan menyisakan 12 ruas, (P9) 2 tanaman per polibag dan pemangkasan dengan menyisakan 14 ruas. Pengamatan yang dilakukan meliputi pengamatan pertumbuhan dan pengamatan komponen hasil panen. Pengamatan pertumbuhan dilakukan secara destruktif dan non destruktif. Data dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F) dengan taraf 5% untuk mengetahui adanya pengaruh perlakuan, jika terdapat hasil yang berbeda nyata dilanjutkan dengan BNT dengan taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, respon tanaman mentimun terhadap kombinasi perlakuan jumlah tanaman per polibag dan pemangkasan pucuk berbeda-beda. Secara kuantitas, perlakuan 1 tanaman per polibag dan pemangkasan dengan menyisakan 12 ruas (P3) menghasilkan bobot buah yang lebih tinggi daripada perlakuan lain. Perlakuan 1 tanaman per polibag dan pemangkasan dengan menyisakan 12 ruas meningkatkan hasil bobot buah sebesar 32,13 % dibandingkan perlakuan tanpa pemangkasan. Sedangkan secara kualitas, perlakuan 1 tanaman per polibag dan tanpa pemangkasan (P0) menghasilkan buah dengan kualitas grade A terbanyak diantara perlakuan lainnya.

English Abstract

Cucumber is a vegetable plant that is mostly consumed fresh fruit and processed. Cucumber fruit contains many of nutrients, vitamins and minerals, it make the demand for very large cucumber. One type of cucumber that have high economic value is Kyuri or Japanese cucumber ( Cucumis sativus L.). As a commodity that has a high economic value necessary to obtain the proper cultivation of high production quality and have good quality. Green house cultivation is one of the alternatives. Green house cultivation strongly influenced by the quality and quantity of high yield per unit area. In the efforts to increase crop yields, population density and proper maintenance should be done. Maintenance activities and efforts to increase the production of cucumber important is pruning. Pruning stem shoots aims to inhibit the growth of vegetative plants continuously so that the resulting plants will assimilate more concentrated on the development of generative plants. This research was conducted in the green house Training Center Singosari-Malang, with elevation 583 m above sea level. The study lasted for 45 days from May 2012 to June 2012. Material used is Kyuri cucumber seed varieties Roberto, soil, manure, fertilizer urea basis, Sp 36 and KCl. The instrument used is 10 kg poly bags, paper straw, plastic, hoe, trowel, measuring cups, rope stakes, bamboo stakes, analytical scales, meter, wet and dry bulb thermometer, calipers, lux meter, oven, scissors and paper plants label. The study was conducted using a simple randomized block design (RBD) with 10 treatments and repeated 3 times. So we get 30 units with 6 poly bags each unit test and it’s obtain 180 polybags. The treatments were (P0) 1 per polybag plants and unpruning, (P1) 1 plant per polybag and pruning with leaving 8 pruning sections, (P2) 1 plant per polybag and pruning with leaving 10 sections, (P3)1 plant per polybag and pruning with leaving 12 sections, (P4) 1 plant per polybag and pruning with leaving 14 sections, (P5) 2 plants per polybag and unpruning, (P6), 2 plants per polybag and pruning with leaving 8 sections, (P7) 2 plants per polybag and Pruning with leaving 10 sections, (P8) 2 plants per polybag and Pruning with leaving 12 sections, (P9) 2 plants per polybag and pruning with leaving 14 sections. Observations were conducted on the observation of growth and yield components of observation. Growth observations conducted destructive and non destructive. Data were analyzed using analysis of variance (F test) with a level of eror 5% to determine the effect of treatment, if there is a significantly different results followed by LSD at 5% error level. The results showed that, the response of cucumber plants in the combined treatment of number of plants per polybag and pruning is diferent. In terms of quantity, pruning with leaving 12 sections and 1 plant per polybag (P3) resulted in higher fruit weight than other treatments. Pruning treatment with leaving 12 sections and 1 plant per polybag improve yield fruit weight of 32.13% compared to treatment without pruning. While in quality, 1 plant per polybag and unpruning (P0) produces fruit with best quality A grade between treatment with 1 plant per polybag another.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2014/312/051406463
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129782
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item