BKG

Fahrudin, HenrikNur (2014) Uji Efektivitas Mulsa Untuk Konservasi Tanah Di Lahan Pasca Tebang Hutan Produksi Perhutani. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Perhutani merupakan lembaga yang ditunjuk oleh pemerintah sebagai salah satu pengelola hutan. Kawasan hutan yang dikelola Perhutani meliputi kawasan hutan produksi, kawasan hutan lindung dan kawasan penggunaan lainnya (Perum Perhutani KPH Malang, 2007). Dalam pengelolaan kawasan hutan produksi, pohon yang ditanam, pada usia tertentu ditebang sebagai hasil panen hutan yang berupa produksi kayu dan juga non kayu. Setelah proses pasca tebang, Perhutani bermitra dengan pihak Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) untuk melakukan kembali aktifitas penanaman pohon dengan sistem tumpang sari dengan tanaman semusim. Tumpang sari antara pohon muda dan tanaman semusim di kawasan hutan produksi, terutama pada kondisi lahan miring berpotensi terjadinya erosi yang tinggi. Di awal musim tanam, benih tanaman sedang berproses tumbuh dan disisi lain pohon muda belum memiliki kanopi yang lebar maka permukaan tanah yang ada pada lahan pertanaman tersebut relative terbuka. Kondisi ini berlangsung mulai saat tanam hingga tanaman semusim berumur satu bulan. Setelah satu bulan hingga mencapai musim panen tanaman semusim relative mampu menutupi tanah dengan baik. Dengan demikian periode saat tanam hingga tanaman semusim berumur satu bulan adalah periode kritis dimana terjadi kemungkinan erosi yang tinggi dan mengakibatkan degradasi lahan. Menurut Suprayogo et al . (2004) bahwa tingkat erosi pada periode saat tanam hingga tanaman semusim berumur satu bulan memberikan kontribusi 70 (%) dari total erosi 3-4 bulan siklus tanaman semusim mulai dari tanam sampai dengan panen. Erosi di awal musim tanam dapat dikendalikan dengan teknologi mulsa. Penggunaan mulsa atau seresah adalah teknik konservasi tanah yang tergolong dalam cara vegetative. Pada teknik ini permukaan tanah di antara barisan tanaman atau disekitar batang pohon ditutup dengan menggunakan bahan-bahan berupa sisa panen tanaman berupa pangkasan dari tanaman pohon dan tanaman semak belukar. Dari aspek pengendalian erosi, peran langsung bahan mulsa adalah melindungi permukaan tanah dari pukulan butiran-butiran hujan, dapat mempertahankan kelembaban tanah dan mencegah timbulnya gulma atau tanaman penganggu. Sedangkan peran mulsa sendiri secara tidak langsung yakni memperbaiki struktur tanah. Adapun pilihan bahan-bahan untuk mulsa tergantung pada bahan-bahan yang tersedia dilokasi tempat penelitian. Bahan yang mana tersedia secara melimpah dilapang berupa mulsa organik dapat bervariasi kualitas bahan organiknya.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2014/309/051406460
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129778
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item