BKG

Huda, MaulanaNuril (2014) Kajian Thermal Unit Akibat Pengaruh Kerapatan Tanaman Dan Mulsa Plastik Hitam Perak Pada Tanaman Sawi Hijau (Brassica Juncea L.). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Sawi hijau ( Brassica juncea L.) ialah jenis sayuran yang memiliki nilai komersial cukup tinggi, digemari dan mengandung gizi lengkap dalam memenuhi syarat kebutuhan gizi dan bermanfaat untuk pengobatan (terapi) berbagai macam penyakit (Cahyono, 2003). Namun, potensi ini dihadapkan dengan indikasi resiko produksi yang menunjukkan produktivitas sawi hijau cenderung fluktuasi dari tahun 2005 (548.453 ton) hingga tahun 2011 (580.969 ton) (Badan Pusat Statistik, 2012). Fluktuasi produktivitas tersebut dapat disebabkan berbagai hal, diantaranya ialah tidak terpenuhinya salah satu faktor pendukung pertumbuhan tanaman sawi yakni Thermal unit (satuan panas). Thermal unit ialah jumlah panas yang harus tersedia bagi tanaman untuk optimalisasi pertumbuhan dengan akumulasi suhu rata-rata harian diatas suhu baku (suhu dasar) tanaman. Sehingga diperlukan upaya untuk mempertahankan kondisi lingkungan yang optimal dalam penyediaan thermal unit untuk pertumbuhan sawi hijau, yakni dengan aplikasi pemasangan mulsa dan pengaturan kerapatan tanam. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengkaji thermal unit akibat kerapatan tanaman dan penggunaan mulsa plastik hitam perak terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau . Penelitian dilakukan di desa Ampeldento, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang dengan ketinggian tempat + 600 m dpl dengan suhu harian berkisar antara 23,1°C - 24,9°C, pada bulan April - Mei 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 8 kombinasi perlakuan dan tiga kali ulangan. Faktor pertama ialah perlakuan jarak tanam (J), yakni jarak tanam 10x10 cm, 20x20 cm, 30x30 cm dan 40x40 cm. Faktor kedua ialah penggunaan mulsa (M), yakni tanpa mulsa dan mulsa plastik hitam perak (MPHP). Sehingga diperoleh kombinasi perlakuan yang terdiri dari M1J1 = Tanpa mulsa + Jarak tanam 10 x 10 cm, M2J1= Mulsa plastik hitam perak + Jarak tanam 10 x 10 cm, M1J2 = Tanpa mulsa + Jarak tanam 20 x 20 cm, M2J2 = MPHP + Jarak tanam 20 x 20 cm, M1J3 = Tanpa mulsa + Jarak tanam 30 x 30 cm, M2J3= MPHP + Jarak tanam 30 x 30 cm, M1J4 = Tanpa mulsa + Jarak tanam 40 x 40 cm dan M2J4 = MPHP + Jarak tanam 40 x 40 cm. Pengamatan yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi: 1) pengamatan thermal unit, 2) pengamatan agronomi dan 3) pengamatan lingkungan. Analisis data yang digunakan ialah uji F dengan taraf 5%. Apabila dalam analisis ragam terdapat beda nyata, maka dilakukan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) dengan taraf 5%. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan kerapatan tanaman dan penggunaan mulsa ialah upaya modifikasi iklim mikro yang dapat menimbulkan variasi suhu di areal penelitian yang menyebabkan perbedaan akumulasi thermal unit dan kecepatan pertumbuhan sawi hijau ( B. juncea L.). Penggunaan mulsa plastik hitam perak (M2) memiliki akumulasi nilai thermal unit saat perkecambahan 132,95 hari oC dengan waktu 9,00 hari, saat muncul daun pertama 621,13 hari oC dengan waktu 42,25 hari dan saat masak ekonomis 2111,26 hari oC dengan waktu 100,75 hari dibandingkan tanpa penggunaan mulsa (M1). Sedangkan, perlakuan kerapatan tanaman hanya memberikan pengaruh nyata pada fase masak ekonomis tanaman, dengan jarak tanam 10x10 cm (J1) memiliki akumulasi nilai thermal unit 2182,20 hari oC lebih besar, sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama (105,00 hari) dibandingkan dengan perlakuan jarak tanam lainnya. Secara umum, dapat diketahui bahwa semakin kecil nilai thermal unit maka akan semakin cepat waktu yang diperlukan untuk mencapai fase pertumbuhan tanaman dan sebaliknya. Penggunaan perlakuan kerapatan tanaman dan mulsa menunjukkan pengaruh nyata terhadap parameter pengamatan suhu tanah, panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot basah tanaman, bobot kering tanaman, bobot segar konsumsi, bobot segar total perhektar, indeks panen, Leaf Area Index (LAI), Relative growth rate (RGR) dan Crop growth rate (RGR). Dengan jarak tanam yang tepat akan menaikkan hasil, tetapi penggunaan jarak tanam yang kurang tepat akan menurunkan hasil. Jarak tanam 20x20 cm (J2) bobot segar konsumsi mencapai 340,91 g.tan-1 dan bobot segar total perhektarnya dapat mencapai 10458,00 kg.ha-1 yang merupakan nilai tertinggi dibandingkan dengan jarak tanam 30x30 cm (J3) dan 40x40 cm (J4), sedangkan penambahan kepadatan tanam di atas optimum akan menurunkan produksi tanaman, yakni pada penggunaan jarak tanam 10x10 cm (J1) dengan jumlah populasi perpetak 1.440 tanaman/14,4 m2 hanya menghasilkan 21,50 g.tan-1 bobot segar konsumsi dan dalam konversi perhektarnya mencapai 3157,88 kg.ha-1. Sedangkan penggunaan mulsa plastik hitam perak (M2) memiliki nilai segar konsumsi 309,05 g.tan-1 lebih tinggi daripada tanpa menggunakan mulsa (M1) 131,51 g.tan-1, sehingga dalam konversi per hektar juga menunjukkan nilai tertinggi pula yakni 6532,23 kg.ha-1 (M2) dibandingkan dengan tanpa menggunakan mulsa (M1) yang hanya memiliki bobot segar 2919,14 kg.ha-1.

English Abstract

Green mustard ( Brassica juncea L.) is the type of vegetables that has a high commercial value), popular society and contains complete nutrition for nutritional needs of eligible public and useful for the treatment (therapy) of various diseases (Cahyono, 2003). However, this potential production risks faced by the indications that show productivity mustard greens tend to fluctuations from year 2005 (548.453 tons) to 2011 (580.969 tons) (Central Bureau of Statistics, 2012). Fluctuations in productivity can be caused by many things, including non-compliance is one of the factors supporting the growth of the mustard plant thermal unit (therm). Thermal unit is the amount of heat that must be available to the plants for optimum growth with accumulated average daily temperature above the standard temperature (base temperature) of plant. So it is necessary to maintain optimum environmental conditions in the supply of thermal units for growing green mustard, namely mulch application and planting density settings. The purpose of this research was to assess the thermal units due to the density of plants and the use of black silver plastic mulch on the growth and yield of green mustard. The research was conducted in the village of Ampeldento, Karangploso district, Malang regency with altitude + 600 m above sea level with daily temperatures between 23,1 – 24,9 °C, from April until Mei 2013. The method that used in this research was randomized block design (RBD) with 8 factorial combination of treatments and each repeated three times. The first factor is spacing treatment (J), the spacing of 10x10 cm, 20x20 cm, 30x30 cm and 40x40 cm. The second factor is the use of mulch (M), that is without mulch and black silver plastic mulch (MPHP). So combined treatments are M1J1= Without mulch + spacing 10 x 10 cm, M2J1= MPHP + Spacing 10 x 10 cm, M1J2 = Without mulch + spacing 20 x 20 cm, M2J2 = MPHP + spacing 20 x 20 cm planting, M1J3 = Without mulch + Spacing 30 x 30 cm, M2J3 = MPHP + spacing 30 x 30 cm, M1J4 = Without mulch + spacing 40 x 40 cm and M2J4 = MPHP + Spacing 40 x 40 cm. The parameters observed included: 1) thermal unit observations, 2) agronomy observations and 3) environmental observations. The collected data was analyzed through F test with 5 % level. If there is real difference in analysis of variety it will be tested with LSD (Least Significant Difference at level 5%. The results showed that the regulation of plant density and mulching is a effort to microclimate modification which can make temperature variations in the area of ​​research. That condition can make differences in thermal unit accumulation and growth rate of green mustard ( B. juncea L.). The use of plastic mulch (M2) has accumulated thermal units at germination 132,95 days °C with a time of 9,00 days, when the first leaves appear 621,13 days oC with a time of 42,25 days and when the economical mature phase 2111,26 days °C with a time of 100,75 days compared with no mulching (M1). Whereas, plant density treatment only did significant effect on plant economical mature phase, with a spacing of 10x10 cm (J1) has accumulated thermal unit value of 2182,20 days oC larger, thus requiring a longer time (105,00 days) compared with other treatments spacing. Generally, it can be seen that the smaller the value of thermal units, the faster the time needed to reach the phase of plant growth and conversely. The use of plant density and mulching treatments showed a real effect on observation parameters, they are soil temperature, plant length, number of leaves, leaf area, plant fresh weight, plant dry weight, fresh weight consumption, total fresh weight per hectare, harvest index, leaf area index (LAI), relative growth rate (RGR) and crop growth rate (RGR) . Precise spacing will be incresing the yield, but using less precise spacing will reduce the results. Plant spacing of 20x20 cm (J2) fresh weight consumption reached 340,91 g.tan-1 and total fresh weight per hectare can reach 10.458,00 kg.ha-1 which is the highest compared to the spacing of 30x30 cm (J3) and 40x40 cm (J4), while the addition of the above optimum planting density will decrease crop production, namely the use of 10x10 cm spacing (J1) with a population of 1440 plants/14,4 m2 only produce 21,50 g.tan-1 fresh weight per hectare consumption and the conversion reached 3.157,88 kg.ha-1. While the use of plastic mulch (M2) has a fresh consumption value of 309,05 g.tan-1 higher than without using mulch (M1) 131,51 g.tan-1, so that in conversion per hectare also showed the highest value 6.532,23 kg.ha-1 (M2) compared with no using mulch (M1) which only has a fresh weight 2.919,14 kg.ha-1

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2014/258/051406086
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129720
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item