BKG

Abror, Kiromil (1900) Pengaruh Pemberian Abu Ketel Terhadap Sifat Fisik Tanah, Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Tebu (Saccharum Officinarum L.) Pada Ultisol Di Pabrik Gula Bone, Sulawesi Selatan. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Penanaman tebu secara terus-menerus sepanjang tahun dan penggunaan alat mekanisasi secara berlebihan, serta tidak adanya penambahan bahan organik ke dalam tanah mengakibatkan kerusakan fisik pada tanah, sehingga dapat menurunkan pertumbuhan dan produksi tanaman tebu. Di sisi lain limbah Pabrik Gula Bone berupa abu ketel belum dimanfaatkan secara optimal, Padahal abu ketel mengandung berbagai unsur hara, antara lain K, Ca, Mg dan P yang cukup signifikan. Hasil analisis laboratorium menunjukkan bahwa abu ketel yang dikumpulkan dari PG Bone mempunyai kandungan C organik 26,51%, P 3200 ppm, K 5400 me 100g-1, Ca 8710 me 100g-1, Mg 3940 me 100g-1 dan pH 6,85. Walaupun abu ketel merupakan hasil dari proses gasifikasi, tetapi dengan kandungan C yang tinggi tersebut dapat dikatakan, atau paling tidak mempunyai karakteristik seperti ”biochar”. Oleh karena itu, pemberian abu ketel perlu dilakukan agar sifat fisik tanah tidak rusak, pertumbuhan dan produksi tanaman dapat optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh abu ketel terhadap sifat fisik tanah, pertumbuhan dan produksi tanaman tebu varietas PSBM 901. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan di PTPN X Pabrik Gula Bone Sulawesi Selatan dan di Laboratorium Fisika Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya pada bulan Maret 2013 sampai dengan Januari 2014. Variabel pengamatan meliputi berat isi, berat jenis, porositas, kemantapan agregat, tinggi tanaman, jumlah batang tebu, lingkar batang, produksi, rendemen tebu dan analisis ekonomi. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. Terdapat 6 perlakuan, yaitu P1 (Kontrol), P2 (Kontrol + Kompos), P3 (Kontrol + Abu ketel + Kompos), P4 (Kontrol + Abu ketel dosis 40 t ha-1), P5 (Kontrol + Abu ketel 40 t ha-1 tanpa pupuk kalium) dan P6 (Kontrol + Abu ketel 40 t ha-1 tanpa dolomit). Data dianalisis dengan analisis ragam dan apabila uji F 5% nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan 5%. Uji korelasi dilakukan untuk mengetahui hubungan antar variabel pengamatan. Perlakuan kontrol + abu ketel tanpa menggunakan dolomit (P6) mampu memperbaiki beberapa sifat fisik tanah, perlakuan ini mampu menurunkan nilai berat isi tanah sekitar 0,8 g cm-3 dan nilai berat jenis tanah 2,52 g cm-3 menjadi 2,08 g cm-3, selain itu perlakuan ini mampu meningkatkan porositas total tanah menjadi 51,1 % volume dan nilai kemantapan agregat dari 0,8 mm menjadi 1,2 mm. Perlakuan P6 mampu meningkatkan beberapa parameter pertumbuhan, perlakuan ini mampu meningkatkan lingkar batang tebu yaitu 11,9 cm dan jumlah anakan tebu yaitu 16 batang. Sedangkan perlakuan kontrol + abu ketel (P4) mampu meningkatkan tinggi tanaman yaitu 298,9 cm. Nilai produksi tebu terbaik ditunjukkan oleh perlakuan kontrol + abu ketel tanpa menggunakan dolomit (P6) dengan nilai 51,56 t ha-1 dan perlakuan abu ketel tanpa pupuk kalium merupakan perlakuan yang memperoleh nilai rendeman tebu tertinggi yaitu 7,9 %. Laba tertinggi yang didapat adalah perlakuan kontrol + abu ketel tanpa pupuk kalium (P5) yaitu sebesar Rp. 15.585.528,53.

English Abstract

The continous sugarcane cultivation troughout the year and use excessive mechanization tools, as well as the absence of the addition of organic matter to the soil resulted in physical damage to the soil, then can decrease growth and production of sugarcane. On the other hand, waste of Bone sugar factory in the form of abu ketel have not been used optimally. Whereas Abu ketel contains various nutrients, such as K, Ca, Mg and P are quite significant. Results of laboratory analysis indicates that the abu ketel collected from PG Bone have organic C 26,51%, P 3200 ppm, K 5400 me 100g-1, Ca 8710 me 100g-1, Mg 3940 me 100g-1 and pH 6,85. Although the abu ketel is the result of the gasification process, but with a high C content can be said, or at least has the characteristics such as "biochar". Therefore, the provision of abu ketel needs to be done so that the physical properties of the soil are not damaged, growth and crop production can be optimized. The aim of this research were to know the effect of abu ketel on physical soil properties, growth and production of sugarcane varieties PSBM 901. This research was conducted in land experiment PTPN X, Bone Sugar Factory, South Sulawesi and in Laboratory of Phisycal Soil, Faculty of Agriculture, University of Brawijaya, on March 2013 until January 2014. Variables analysed include bulk density, specific gravity, porosity, aggregate stability, plant height, number of sugarcanes stem, the trunk circumference, production, yield of sugarcane and economic analysis. This experiment used a randomized blog design with three replications. There are 6 treatments are P1 (Control), P2 (Control + Compost), P3 (Control + Abu ketel + Compost), P4 (Control + Abu ketel dose of 40 t ha-1), P5 (Control + Abu ketel 40 t ha-1 without fertilizer potassium) and P6 (Control + Abu ketel 40 t ha-1 without dolomite). Data were analyzed by analysis of variance and if F test 5% real continued by Duncans test 5%. Correlation test was conducted to determine the relation between the observation variables. The treatments control + abu ketel without using dolomite (P6) were able to repair some of the physical properties of soil, this treatment can decrease of soil bulk density value of 0,8 g cm-3 and soil specific gravity value of 2,52 g cm-3 to 2,08 g cm-3, furthermore treatment control + abu ketel without using dolomite (P6) was also able to increase the total porosity of the soil to 51,1% volume and aggregate stability value of 0,8 mm to 1,2 mm. The treatments control + abu ketel without using dolomite (P6) were able to increase some parameters of growth, this treatment able to increase the trunk circumference of sugarcane is 11,9 cm and number of tillers sugarcane is 16 stem. While treatment control + abu ketel (P4) can increase plant height is 298,9 cm. The best value of sugarcane production is shown by the treatment control + abu ketel without using dolomite (P6) to the value of 51,56 t ha-1 and treatment abu ketel without fertilizer potassium is treatment obtain the highest of yield sugarcane value compared with other treatments is 7,9%. The highest profit is obtained treatment control + abu ketel 40 t ha-1 without fertilizer potassium (P5) is Rp. 15.585.528,53.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2014/193/051404478
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129647
Text
Skripsi_Kiromil_Abror.pdf
Restricted to Repository staff only

Download

Actions (login required)

View Item View Item