BKG

Jayanti, RatnaDwi (2014) Pengaruh Alih Guna Lahan Hutan terhadap Erodibilitas Tanah Andisols pada Kemiringan Lereng Curam di DAS Konto Hulu, Jawa Timur. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Erodibilitas tanah ialahindeks yang menunjukkan tingkat kepekaan tanah terhadap erosi. Semakin tinggi nilai erodibilitas tanah, maka potensi tanah untuk tererosi semakin besar pula. Faktor yang mempengaruhi besarnya erodibilitas tanah meliputi kandungan bahan organik, tekstur, struktur, dan permeabilitas tanah. Alih guna lahan hutan menjadi bukan hutan dapat mempengaruhi kandungan bahan organik, struktur tanah, dan permeabilitasnya, sehingga berdampak pula terhadap indeks erodibilitasnya. Permasalahan ini terjadi di DAS Konto hulu, sehingga penelitian ini perlu dilakukan. Jadi, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh alihguna lahanhutan menjadi bukan hutan terhadap erodibilitas tanah Andisols di DAS Konto Hulu serta mengetahui jenis penggunaan lahan yang memiliki tingkat erodibilitas tanah paling tinggi. Penelitian dilaksanakan pada BulanNovember 2013 sampai denganJanuari 2014 yang berlokasi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Konto Hulu, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Metode survey berupa pengambilan contoh tanah sejumlah 10 titik pada masing-masing penggunaan lahan, yaitu hutan, agroforestri, tegalan, dan sawah pada jenis tanah Andisols dengan kemiringan lereng antara 30%-45%. Datayang diperoleh dari pengukurandi Laboratorium Fisika dan Kimia Tanah, Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya digunakan untuk perhitungan nilai erodibilitas tanah (K) metode Weischmeier dan Smith (1978). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan penggunaan lahan hutan menjadi bukan hutandapat meningkatkan erodibilitas tanah serta penggunaan lahan sawah yang memiliki nilai erodibilitas paling tinggi, yaitu 0,26 di Desa Wiyurejo dan 0,25 di Desa Bendosari

English Abstract

Soil erodibility is the index that shows the level of sensitivity of soil erosion, more highly soil erodibility can increase the potential of erosion too. It can be affected by organic matter, texture, structure, and soil permeability. Forest conversions can affect the content of organic matter, structure, and soil permeability, so that can impact to the index of erodibility. This problem occurs in the Konto Watershed, that’s why it must to be done.The purpose of this research was to determine the influence of forest conversions onerodibility of Andisols in Konto watershed and determine the types of landuse that have the highest erodibility. The research was conducted in November 2013 to Januari 2014, at Konto watershed, Malang. Survey method and soil sampling conducted at 10 points on each landuse, namely forests, agroforestry,moor, and rice fields on Andisols and the slope of land between 30% to 45%. Data derived from measurement in the Soil Chemistry and Physics Laboratory, Faculty of Agriculture, University of Brawijayawas used to calculation the value of soil erodibility, a method of Weischmeier and Smith (1978). The results showed that change forestlanduse to non-forestleading increase soil erodibility and a rice field has higest value of soil erodibility, namely 0,26 on Wiyurejo village and 0,25 on Bendosari village.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2014/191/051404476
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129645
Text
FULL_TEKS.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item