BKG

Probowati, RahajengArinda (2014) Pengaruh Tanaman Penutup Tanah dan Jarak Tanam pada Gulma dan Hasil Tanaman Jagung (Zea mays L.). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Jagung merupakan tanaman pangan yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan setelah tanaman padi.Jagung juga menjadi alternatif sumber pangan di beberapa daerah di Indonesia, bahkan menjadi makanan pokok, seperti misalnya di Madura dan Nusa Tenggara. Selain itu, jagung juga mempunyai peranan yang sangat strategis dan juga ekonomis karena sekarang kebutuhan akan konsumsi jagung semakin meningkat sepanjang tahun. Kebutuhan akan jagung yang mengalami peningkatan tiap tahunnya tidak disertai dengan peningkatan produktivitasnya. Produktivitas yang rendah ini disebabkan karena pemahaman dan penguasaan teknologi yang kurang dapat dipahami oleh petani, antara lain pengoptimalan lahan dengan pengaturan jarak tanam yang masih belum maksimal. Penggunaan jarak tanam pada tanaman jagung dirasa sangat penting guna mendapatkan pertumbuhan tanaman yang seragam, pendistribusian unsur hara yang secara merata, mengefektifkan penggunaan lahan, memudahkan pemeliharaan, dan untuk mendapatkan hasil yang optimum (Suprapto, 2002). Jarak tanam yang terlalu lebar juga tidak baik untuk diterapkan karena hal ini akan memberikan peluang bagi gulma untuk tumbuh dengan subur sehingga menyebabkan penurunan produksi jagung dan juga dapat mengurangi efektifitas penggunaan lahan. Salah satu cara untuk mengendalikan pertumbuhan gulma adalah dengan penggunaan Legume Cover Crop (LCC). LCC atau tanaman penutup tanah merupakan jenis tanaman yang ditanam diatas permukaan tanah, dengan tajuk dan daun tanaman yang rapat.Penelitian ini bertujuan untukmengetahui efektifitas penggunaan LCC Centrosema pubescens, Crotalaria juncea dan Pueraria javanica serta untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan efektifitas penggunaan LCC Centrosema pubescens, Crotalaria juncea dan Pueraria javanica terhadap produktivitas jagung. Hipotesis yang diajukan adalah Perbedaan jarak tanam memerlukan jenis LCC yang berbeda dalam mengendalikan pertumbuhan gulma, Perbedaan perlakuan jarak tanam dengan jumlah populasi yang sama berpengaruh pada hasil tanaman jagung, serta Penggunaan LCC dapat meningkatkan hasil tanaman jagung. Penelitian dilaksanakan di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kab.Malang pada bulan April – Agustus 2013. Alat yang digunakan adalah tugal, penggaris, cangkul, meteran, timbangan analitik, Luxmeter, oven, papan nama, sprayer, kantong plastik, alat tulis dan kamera digital. Bahan yang digunakan adalah benih jagung varietas Bisma, Urea (46% N), SP 36 (36% P2O5), KCl (60% K2O), furadan 3G (bahan aktif carbofuran sebesar 3%), fungisida dengan bahan aktif metalosil 35% untuk mencegah serangan OPT. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan petak utama jarak tanam jagung dan anak petak jenis LCC dan dikombinasikan menjadi 12 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali. Petak utama (jarak tanam) terdiri dari 3 taraf, yaitu J1 :50x30 cm dengan populasi 56. 667 tanaman ha-1, J2 : 60x25 cm ii dengan populasi 56.667 tanaman ha-1, dan J3 : 75x20 cmdengan populasi 56. 667 tanaman ha-1. Anak petak (jenis LCC) terdiri dari 4 taraf, yaitu L0 :tanpa LCC, L1: Centrosema pubescens, L2 : Crotalaria juncea, L3: Pueraria javanica. Pengamatan yang dilakukan adalah pengamatan pada jagung, pengamatan gulma dan intensitas cahaya. Pengamatan pada jagung meliputi peubah pertumbuhan tanaman, peubah hasil, dan analisis pertumbuhan tanaman. Peubah pertumbuhan tanaman meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun (cm2).Peubah hasil meliputi diameter tongkol (cm), panjang tongkol (cm), bobot kering tongkol tanpa kelobot (g tan-1), bobot 100 biji (g), bobot kering biji (g), dan bobot hasil biji (ton ha-1). Analisis pertumbuhan tanaman mengamatiIndeks Luas Daun (ILD). Pengamatan gulma dilakukan pada saat jagung berumur 15 hst dan 30 hst. Pengamatan cahaya dilakukan pada saat tanaman jagung berumur 20 dan 30 hst. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Analysis of Varian (ANOVA) pada taraf 5%.Jika terdapat pengaruh nyata diantara perlakuan dilanjutkan uji perbandingan dengan menggunakan uji BNT taraf 5%.Jika terdapat pengaruh nyata diantara kombinasi perlakuan dilanjutkan uji perbandingan dengan menggunakan uji Duncan (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pengamatan umur 15 hst perlakuan jarak tanam 75 x 20 cm dengan penggunaan C. juncea mampu menurunkan populasi gulma sebanyak 15,86%, perlakuan jarak tanam 60 x 25 cm dengan penggunaan C. juncea mampu menurunkan populasi gulma sebanyak 37,16% dan perlakuan jarak tanam 50 x 30 cm dengan penggunaan C. juncea mampu menurunkan populasi gulma sebanyak 54,53%. Perlakuan jarak tanam 60 x 25 cm mampu meningkatkan hasil jagung jika dibandingkan dengan perlakuan jarak tanam 50 x 30 cm dan jarak tnam 75 x 20 cm, dan penutup tanah P. javanica mampu meningkatkan hasil biji jagung jika dibandingkan tanpa penggunaan LCC, C. juncea, dan penggunaan C. pubescens.

English Abstract

Corn was a crops that has an important role to fulfill the food needs besides paddy. corn also became an alternative source of food in some areas in Indonesia, and corn even became a staple food, such as in Madura and Nusa Tenggara. Moreover, corn has also play a strategic role and has an economic value because now the need of corn consumption has been increasing over a year. Demand of corn that has increased each year not accompanied by an increasing in productivity. This low productivity was caused by the lack of understanding of technology among the farmer, such as land optimization with a spacing that is not maximized. The use of plant spacing on corn was very important to get a similar crop growth, equitable distribution of plant nutrients, improving the effectiveness of land use, ease of maintenance, and for optimal results (Suprapto, 2002). Highly wide spacing was not good to apply, because that will give an opportunity for weeds to grow so will decreasing corn production and also can decrease the effectivity of land use. One way to control weed growth was using LCC. LCC or legume cover crop was a type of crops that grown on the surface of the soil, with leaves and dense canopy. The purpose of this research was to know the effectivity of LCC (Centrosema pubescens, Crotalaria juncea dan Pueraria javanica) as well as to determine the effect of plant spacing and the effective use of LCC Centrosema pubescens, Crotalaria juncea dan Pueraria javanica on the productivity of corn. The hypothesis was the difference plant spacing requires a different type of LCC to controlling the growth of weeds, the different plant spacing treatment with the same number of populations gives a difference effect on corn yield, as well as the use of LCC can increase the yield of corn. The experiment was conducted in the Jatikerto village, district of Kromengan, regency of Malang in April-August 2013. The tools consist of drill, ruler, hoes, meter, analytical scales, luxmeter, oven, nameplate, sprayer, plastic bags, stationery and digital cameras. The material consist of corn seed varieties of Bisma, urea (46% N), SP 36 (36% P2O5), KCl (60% K2O), Furadan 3G (carbofuran active ingredient 3%), a fungicide with active ingredient metalosil 35% to prevent OPT. The research used Split Plot Design consist of 2 factors with 12 treatment combination with 3 replication. The main plot factor consist of three levels, namely J1 :50x30 cm with 56. 667plantha-1, J2 : 60x25 cm with 56.667 plant ha-1, dan J3 : 75x20 cm with 56. 667plant ha-1.The sub plot factor was LCC types with four levels, namely L0 :without LCC, L1: Centrosema pubescens, L2 : Crotalaria juncea, L3:Pueraria javanica. Observation was consist of corn, weeds, and light intensity. The corn observation iv variables are plant growth, yield, and plant growth analysis. Plant growth variables consist of height of plant, number of leaves, and leaves area. Yield variables consist of cob diameter (cm), length of the cob (cm), dry weight cob without cornhusk (g tan-1), 100 seed weight (g), seed dry weight (g), and the weight seed yield (tons ha-1). Plant growth analysis was using Leaf Area Index (LAI). Observations of weed carried out during corn on 15 dap and 30 dap. Light observations made at the time of the corn crop on 20 and 30 dap. Data analyzed using Analysis of Varian (ANOVA) at the level 5%. If there any significant difference among treatments was continued test comparison with Least Significant Difference (LSD) at the level 5 % and if there any significant difference among treatments combination was continued with test comparison using Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at the level 5 %. The result showed that on 15 dap observation on 75 x20 cm spacing with using C. juncea capable to lower population of weed 15.86%, treatment 60 x 25 cm with C. juncea capable to lower population of weed 37,16%, and treatment 50 x 30 cm spacing with C. juncea capable to lower population of weed 54,53%. Treatment 60 x 25 cm spacing can increase corn yield compared to 50 x 30 cm spacing treatment, and 75x20 cm spacing treatment, the use of P. javanica can increase yield of corn grain compared with without LCC treatment, C. juncea, and C. pubescens.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2014/150/051403636
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129602
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item