BKG

Nugraha, MochammadWildan (2014) Penggunaan Ajir dan Mulsa untuk Meningkatkan Produksi Kentang (Solanum tuberosum L.) Varietas Granola. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kentang adalah komoditas yang bernilai ekonomis cukup tinggi karena kaya akan karbohidrat, mineral dan vitamin sehingga menjadikan kentang sebagai proyek diversifikasi pangan oleh pemerintah. Produktivitas kentang Indonesia sekitar 16,58 t ha-1 pada tahun 2012 (BPS 2013), sedangkan rata-rata produksi nasional sebesar 20 t ha-1, namun berdasarkan hasil penelitian potensi produksi kentang Indonesia dapat mencapai 30 t ha-1 (Gunarto, 2004). Fotosintesis berperan dalam peningkatan hasil tanaman. Penggunaan mulsa dan ajir selain dapat menjaga suhu dan kelembaban tanah lebih stabil dan berpengaruh pada pembentukan umbi juga dapat mempengaruhi tingkat efisiensi fotosintesis. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian penggunaan ajir dan mulsa pada kentang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis mulsa yang tepat dan penggunaan ajir pada budidaya kentang dalam meningkatkan produksi umbi kentang varietas Granola. Hipotesis yang diajukan adalah penggunaan ajir dan mulsa memberikan hasil umbi kentang yang lebih baik daripada tanpa menggunakan ajir dan mulsa. Penggunaan ajir dan mulsa plastik hitam perak akan memberikan hasil produksi umbi yang optimal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai Desember 2013 di Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumi Aji, Kota Batu. Berada di ketinggian 1300 m di atas permukaan laut. Curah hujan rata - rata 1807 mm/tahun dengan suhu antara 18-26 oC. Kelembaban 75-85 % dan jenis tanah andisol. Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah alat pengolah tanah (cangkul), timbangan analitik, termometer suhu udara, knapsack sprayer, oven, Leaf Area Meter (LAM), SPAD minolta klorofilmeter, lux meter, alat pelubang plastik, soil tester dan kamera digital. Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah umbi bibit kentang vaietas Granola generasi kedua (G2), mulsa plastik hitam perak (MPHP), mulsa plastik perak (grenjeng), pupuk kandang ayam, Urea, SP-36, KCl sesuai dosis rekomendasi, Dhitane M-45 0,2 %, insektisdida bayrusil 0,2 %, pipa, dan bambu. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 8 perlakuan dengan 4 kali ulangan. Perlakuan tersebut terdiri dari : (1) Ajir+tanpa mulsa, (2) Ajir dan mulsa plastik hitam perak, (3) Ajir dan mulsa plastik perak, (4) Ajir dan mulsa jerami, (5) tanpa ajir+mulsa plastik hitam perak, (6) tanpa ajir+mulsa plastik perak, (7) tanpa ajir+mulsa jerami dan (8) tanpa ajir dan tanpa mulsa. Pengamatan pertumbuhan meliputi jumlah daun, luas daun, indeks luas daun, bobot kering total tanaman, laju pertumbuhan tanaman dan bobot segar umbi yang diamati pada 40, 54, 68 dan 82 HST. Indikator pengamatan pertumbuhan yang lain adalah indeks klorofil yang diamati pada 63 HST. Pengamatan hasil terdiri dari dua yaitu komponen hasil dan hasil. Komponen hasil meliputi kalsifikasi umbi, jumlah umbi dan bobot umbi per tanaman, sedangkan hasil berupa bobot segar umbi kg 1,3 m-2 dan t ha-1. Pengamatan lingkungan meliputi suhu tanah, kelembaban tanah dan cahaya balik pada 38, 52, 66 dan 80 HST. Data yang didapatkan dari hasil pengamatan akan dilakukan analisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F) dengan taraf 5% untuk mengetahui nyata atau tidak nyata pengaruh dari perlakuan. Apabila terdapat beda nyata, maka dilanjutkan dengan uji BNT dengan taraf 5 % untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang nyata antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan tanaman kentang dengan menggunakan ajir dan tanpa ajir dengan jenis mulsa dapat mempengaruhi komponen pertumbuhan tanaman kentang jumlah daun, luas daun, indeks luas daun dan kadar klorofil. Penggunaan mulsa dan ajir lebih baik daripada tanpa ajir dan tanpa mulsa. Penggunaan ajir dan mulsa plastik hitam perak menghasilkam bobot segar panen sebesar 14,19 t ha-1 atau lebih besar 32,87 % dibandingkan penggunaan tanpa ajir dengan mulsa plastik hitam perak yang memiliki bobot segar umbi panen 10,68 t ha-1, 64,62 % lebih besar dibandingkan perlakuan ajir dengan tanpa mulsa yang menghasilkan 8,62 t ha-1, dan lebih besar 69,13 % dibandingkan tanpa menggunakan ajir dan mulsa yang menghasilkan 8,39 t ha-1 bobot segar umbi panen. Penggunaan ajir dan mulsa plastik perak menghasilkan bobot segar panen sebesar 12,38 t ha-1 atau lebih besar 19,04 % dibandingkan penggunaan tanpa ajir dengan mulsa plastik perak yang memiliki bobot segar umbi panen 10,40 t ha-1, 43,62 % lebih besar dibandingkan perlakuan ajir dengan tanpa mulsa yang menghasilkan 8,62 t ha-1, dan lebih besar 47,56 % dibandingkan tanpa menggunakan ajir dan mulsa yang menghasilkan 8,39 t ha-1 bobot segar umbi panen.

English Abstract

Potato is a high quite economic valuable commodity because potato is rich in carbohydrates, minerals and vitamins that makes the potato as government food diversification. Indonesia potato productivity about 16,58 t ha-1 in 2012 (BPS 2013), while national production average is 20 t ha-1, but based on the research results that potential of Indonesia potato production can reach 30 t ha-1 (Gunarto, 2004). Photosynthesis has a role in increasing of plant yield. The use of mulch and bamboo stick make soil temperature and soil humidity more stable and influence potato tuber, it was so influence efficiency of photosynthesis level. It is therefore necessary to study using bamboo stick and mulch on potato. The purpose of this research is to know the right kind of mulch and the use of bamboo stick in increasing the potato production of Granola variety. Hypothesis that presented is using bamboo stick and mulch can produce higher potato tuber yield than the without use bamboo stick and mulch. The use of bamboo stick and black silver plastick mulch will give optimum tuber yield. This research was conducted from September to December 2013 at Junggo, Tulungrejo village, Bumiaji, Batu. Located at an altitude of 1500 m above sea level. Average rainfall 1807 mm/year with temperatures between 18-26 oC. Humidity 75-85 % and the soil type is andisol. The tools used in this research are hoe, analytical balance, thermometer, knapsack sprayer, oven, Leaf Area Meter (LAM), SPAD minolta cholorophyll meter, lux meter, punching plastic tools, soil tester and digital camera. The materials used in this research are potato seed tuber Granola variety second generation (G2), black silver plastic mulch (MPHP), silver plastic mulch straw mulch, chicken manure, Urea, SP-36, KCl according to the dosage recommendations, Dhitane M-45 0.2% fungicide, Bayrusil 0,2 % insecticide, pipes, and bamboos. This research method use randomized block design (RBD) consists 8 treatments with 4 replications. The treatment consists of : (1) bamboo stick+no-mulch, (2) bamboo stick and black silver plastic mulch, (3) bamboo stick and silver plastic mulch, (4) bamboo stick and straw mulch, (5) no-bamboo stick+black silver plastic mulch, (6) no-bamboo stick+silver plastic mulch, (7) no-bamboo stick+straw mulch and (8) no-bamboo stick and no-mulch. Observation of growth include the number of leaves, leaf area, leaf area index (LAI), total dry weight, crop growth rate (CGR) and tuber fresh weight were observed in 40, 54, 68 and 82 the days after planting. The other growth indicator is cholophyll index was observated in 63 the days after planting. Observation of the yield consists of yield component and yield. The yield component include tuber classification, number of tuber and fresh tuber per plant. The yield include potato yield in kg 1,3 m-2 and t ha-1. The environmental observations are soil temperature, soil humidity and reflected light on 38, 52, 66 and 80 the days after planting. The data obtained from the observations will be analyzed using analysis of variance (F test) to determine the level of 5% for real or not real effect of the treatment. If there is a significant difference, then followed by LSD test at 5% level to determine whether there are significant differences between treatments. The results showed the potato plant by using the bamboo stick and no-bamboo stick with type of mulch can affect plant growth components of potato i.e. the number of leaves, leaf area, leaf area index (LAI), total dry weight, crop growth rate (CGR) and tuber fresh weight. The use of mulch and bamboo stick it’s better than without the bamboo stick and without mulch. The use of bamboo stick and black silver plastic mulch was able to harvest fresh weights of 14,19 t ha-1 or larger 32,87 % compared to the using without bamboo stick + black silver plastic mulch which has a weight of fresh tuber harvest 10,68 t ha-1, 64,62 % larger than using bamboo stick without mulch producing 8,62 t ha-1, and greater 69,13 % compared to without using bamboo stick and no mulch has 8,39 t ha-1 of fresh harvest tuber weight. The use of bamboo stick and silver plastic mulch was able to harvest fresh weights of 12,38 t ha-1 or larger 19,04 % compared to the using without bamboo stick + silver plastic mulch which has a weight of fresh tuber harvest 10,40 t ha-1, 43,62 % larger than using bamboo stick without mulch producing 8,62 t ha-1, and greater 47,56 % compared to without using bamboo stick and no mulch has 8,39 t ha-1 of fresh harvest tuber weight.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2014/119/051402814
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129568
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item