BKG

Wati, YeniTrisusiyo (2014) Pengaruh Aplikasi Biourin Pada Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium Ascalonicum L. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Bawang merah ( Allium ascalonicum L.) adalah komoditas hortikultura yang memiliki banyak manfaat dan bernilai ekonomis tinggi. Bawang merah ini banyak digunakan sebagai bahan makanan serta bahan obat tradisional. Berdasarkan penelitian sebelumnya biourin dapat digunakan sebagai upaya dalam peningkatan produksi bawang merah. Biourin adalah bahan organik penyubur tanaman yang berasal dari hasil fermentasi anaerobik dari urin dan feses sapi yang masih segar dengan nutrisi tambahan menggunakan mikroba pengikat nitrogen dan mikroba dekomposer lainnya. Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui pengaruh aplikasi biourin pada pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah, 2) untuk mengetahui pengaruh aplikasi pupuk organik maupun anorganik pada pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah, 3) untuk mengetahui pengaruh kombinasi biourin dan pupuk organik maupun anorganik pada pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Adapun hipotesis yang diusulkan adalah: 1) aplikasi biourin berpengaruh pada pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah, 2) aplikasi pupuk organik maupun anorganik berpengaruh pada pertumbuhan dan hasil pada tanaman bawang merah, 3) kombinasi biourin dan pupuk organik maupun anorganik berpengaruh pada pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai Oktober 2013 di Desa Pandanrejo, Dusun Ngujung, Kota Batu. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode Rancangan Petak Terbagi yang terdiri dari 2 faktor dengan 3 kali ulangan, yaitu faktor 1: Tanpa biourin dan 1000 liter biourin ha-1, faktor 2: 1) 600 kg ZA ha-1 (21% N), 100 kg SP36 ha-1 (36% P2O5) dan 150 kg KCl ha-1 (60% K2O), 2) 300 kg ZA ha-1 (21% N), 50 kg SP36 ha-1 (36% P2O5) dan 75 kg KCl ha-1 (60% K2O), 3) Phonska (NPK 15: 15: 15) 400 kg ha-1, 4) Phonska (NPK 15: 15: 15) 200 kg ha-1, 5) Pupuk kompos kotoran sapi 20 ton ha-1, 6) Pupuk kompos kotoran sapi 10 ton ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi biourin berpengaruh nyata pada pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Produksi umbi bawang merah kultivar Filipina yang dihasilkan oleh aplikasi biourin meningkat 39,16% dari hasil tanpa biourin (2111,85 g m-2). Aplikasi pupuk organik maupun anorganik memberikan pengaruh nyata pada pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Pupuk 600 kg ZA ha-1 (21% N), 100 kg SP36 ha-1 (36% P2O5) dan 150 kg KCl ha-1 (60% K2O) meningkat 19,14%, dan phonska (NPK 15: 15: 15) 400 kg ha-1 meningkat 12,70% dari pupuk kompos kotoran sapi 20 ton ha-1 (2466,67 g m-2).

English Abstract

Shallot (Allium ascalonicum L.) is a horticultural commodity that has a lot of benefits and a high economic value. Shallots many used as food and traditional medicine. Based on previous research biourine can be used as an effort in increasing shallot production. Biourine is organic material plant fertilizer derived from the anaerobic fermentation of cow urine and feces are still fresh with additional nutrients using nitrogen fixing microbes and other decomposers microbes. The purpose of this research was: 1) to determine the effect of application biourine on growth and yield of shallot plant, 2) to determine the effect of application organic and inorganic fertilizers on growth and yield of shallot plant, 3) to determine the combination biourine and organic and inorganic fertilizers on growth and yield shallot plant. The hypothesis proposed is: 1) application biourine influential on growth and yield in shallot plant, 2) application organic and inorganic fertilizer influential on growth and yield on shallot plant, 3) the combination biourine and organic and inorganic fertilizers influential on growth and yield in shallot plant. The research was conducted in July until October 2013 in the village of Pandanrejo, Sub village of Ngujung, Batu City. This research was conducted by using methods Split Plot Design that consists of 2 factors with 3 replications, those are factor 1: Without biourine and biourine 1000 liters ha-1, factor 2: 1) 600 kg ZA ha-1 (21% N), 100 kg SP36 ha-1 (36% P2O5) and 150 kg KCl ha-1 (60% K2O), 2) 300 kg ZA ha-1 (21% N), 50 kg SP36 ha-1 (36% P2O5) and 75 kg KCl ha-1 (60% K2O), 3) phonska (NPK 15: 15: 15) 400 kg ha-1, 4) phonska (NPK 15: 15: 15) 200 kg ha-1, 5) cow manure compost 20 tons ha-1, 6) cow manure compost 10 tons ha-1. The results showed that the application biourine significant effect on growth and yield of shallot. Production of shallot bulbs Philippine cultivars produced by the application biourine increased 39.16% from the results without biourine (2111.85 g m-2). Application of organic and inorganic fertilizers significant effect on growth and yield of shallot. Fertilizer 600 kg ZA ha-1 (21% N), 100 kg SP36 ha-1 (36% P2O5) and 150 kg ha-1 KCl (60% K2O) increased by 19.14%, and phonska (NPK 15: 15: 15) 400 kg ha-1 increased by 12.70% from cow manure compost 20 tons ha-1 (2466.67 g m-2).

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2014/104/051402615
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129551
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item