BKG

Arifin, MSamsul (2014) Kajian Panjang Tunas Dan Bobot Umbi Bibit Terhadap Produksi Tanaman Kentang (Solanum Tuberosum L.) Varietas Granola. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Produksi Kentang Di Indonesia Telah Berkembang Pesat Dan Menjadikan Indonesia Sebagai Negara Penghasil Terbesar Di Asia Tenggara. Dari Tahun Ke Tahun Luas Areal, Hasil Produksi, Dan Produktivitas Kentang Berfluktuasi. Pada Tahun 2009 Luas Panen Kentang Di Indonesia 71.238 Ha, Produksi 1.176.304 Ton Dengan Produktivitas 16,51 Ton Ha -1 . Produksi Kentang Menurun Menjadi 1.060.805 Ton Pada Tahun 2010, Produktivitas Naik Menjadi 16,58 Ton Ha -1 Pada Luas Panen 65.989 Ha (BPS, 2012). Sunaryono (2007) Menjelaskan Bahwa Produktivitas Kentang Yang Relatif Rendah Di Indonesia Disebabkan Oleh Mutu Bibit Yang Dipakai Mempunyai Kualitas Rendah. Dari Kondisi Seperti Itu Sulit Untuk Menghasilkan Produktivitas Kentang Yang Tinggi Dan Bermutu. Sehingga Perlu Diadakannya Suatu Penelitian Untuk Meningkatkan Produktivitas Kentang Tersebut Dengan Menggunakan Umbi Bermutu Baik. Dalam Hal Ini Dengan Penggunaan Umbi Yang Memiliki Panjang Tunas Yang Dijadikan Sebagai Kriteria Viabilitas Benih Untuk Mengetahui Cepat Lambatnya Pertumbuhan Awal Kentang, Serta Penggunaan Bobot Umbi Yang Tepat Dalam Mendukung Produksi Kentang. Penelitian Ini Bertujuan Untuk Mendapatkan Panjang Tunas Dan Bobot Umbi Bibit Yang Tepat Dalam Meningkatkan Produksi Kentang ( Solanum Tuberosum L.) Varietas Granola. Hipotesis Yang Diajukan Adalah A). Penggunaan Umbi Bibit Dengan Berbagai Variasi Panjang Tunas Dan Bobot Umbi Tidak Berpengaruh Terhadap Produksi Tanaman Kentang. B). Penggunaan Umbi Bibit Pada Panjang Tunas Dan Bobot Umbi Tertentu Akan Memberikan Produksi Optimal.Penelitian Dilaksanakan Pada Bulan Agustus Sampai Bulan November 2013, Di Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Ketinggian 1300 M Di Atas Permukaan Laut. Curah Hujan Rata-Rata 1807 Mm/ Tahun Dengan Suhu Udara Antara 18 o c - 26 o c, Kelembaban Udara Antara 75 - 85 %, Dan Jenis Tanah Andisol. Alat Yang Digunakan Pada Penelitian Ini Adalah Cangkul, Timbangan Analitik, Knapsack Sprayer , Oven, Leaf Area Meter (LAM), Gembor, Penggaris, Dan Kamera Digital. Bahan Yang Digunakan Pada Penelitian Ini Adalah Umbi Bibit Kentang Varietas Granola Generasi Tiga (G3), Pupuk Kotoran Ayam, Pupuk Urea, Pupuk SP-36, Pupuk KCL Sesuai Dengan Dosis Rekomendasi, Pestisida, Dan Fungisida. Metode Penelitian Ini Menggunakan Percobaan Faktorial Yang Dirancang Dengan Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, Meliputi 2 Faktor Yang Diulang 3 Kali, Yaitu Faktor I Panjang Tunas Umbi Dengan 3 Taraf, Antara Lain: P 1 : Panjang Tunas 0,3 - 0,7 Cm, P 2 : Panjang Tunas 1 - 1,4 Cm, P 3 : Panjang Tunas 1,7 - 2 Cm. Faktor II Bobot Umbi Bibit Dengan 3 Taraf, Antara Lain: B 1 : Bobot Umbi Bibit 15 - 30 G/Umbi, B 2 : Bobot Umbi Bibit 35 - 50 G/Umbi, B 3 : Bobot Umbi Bibit 55 - 70 G/Umbi. Dari Dua Faktor Tersebut Diperoleh 9 Kombinasi Perlakuan Dan Setiap Perlakuan Diulang 3 Kali. Terdapat 2 Jenis Pengamatan Yaitu Pertumbuhan Dan Komponen Hasil. Untuk Variabel Pengamatan Pertumbuhan Meliputi Tinggi Tanaman, Jumlah Daun, Jumlah Batang, Jumlah Umbi Per Tanaman, Bobot Segar Umbi Per Tanaman, Bobot Kering Umbi Per Tanaman, Bobot Segar Total Tanaman, Bobot Kering Total Tanaman, Luas Daun, Indeks Luas Daun, Indeks Panen, Dan Laju Pertumbuhan Relatif Yang Dilaksanakan Pada Umur 30, 44, 58, 72, Dan 86 HST. Pengamatan Komponen Hasil Meliputi Bobot Segar Umbi Berdasarkan Klasifikasi Dan Bobot Segar Umbi Panen Total Yang Dilaksanakan Pada Umur 95 Hari. Data Yang Diperoleh Dianalisa Menggunakan Analisis Ragam (Uji F) Dengan Taraf 5% Dengan Tujuan Untuk Mengetahui Nyata Tidaknya Pengaruh Dari Perlakuan. Apabila Terdapat Beda Nyata, Maka Dilanjutkan Dengan Uji BNT Dengan Taraf 5%. Hasil Penelitian Menunjukkan Bahwa Tanaman Kentang Dengan Penggunaan Berbagai Variasi Ukuran Panjang Tunas 0,3 - 0,7 Cm, 1 - 1,4 Cm, Dan 1,7 - 2 Cm Tidak Mempengaruhi Komponen Pertumbuhan Vegetatif Tinggi Tanaman, Jumlah Batang, Jumlah Daun Dan Luas Daun. Panjang Tunas Umbi Bibit Pada Berbagai Variasi Ukuran 0,3 - 2 Cm Memiliki Kemampuan Yang Sama Terhadap Produksi Tanaman Kentang Yaitu 37,12 - 38,88 Ton Ha -1 . Penggunaan Berbagai Variasi Ukuran Umbi Bibit 35 - 50 G/Umbi Dan 55 - 70 G/Umbi Mempengaruhi Komponen Pertumbuhan Vegetatif Tinggi Tanaman, Jumlah Batang, Jumlah Daun Dan Luas Daun Yang Sama Dan Lebih Tinggi Daripada Penggunaan Umbi Bibit 15 - 30 G/Umbi. Penggunaan Bobot Umbi Bibit 35 - 50 G/Umbi Memiliki Potensi Produksi Yang Sama Dengan Umbi Bibit 55 - 70 G/Umbi, Masing-Masing Sebesar 40,98 Ton Ha -1 Dan 43,30 Ton Ha -1 , Lebih Tinggi Dibanding Penggunaan Umbi Bibit 15 - 30 G/Umbi Dengan Produksi 29,50 Ton Ha -1

English Abstract

Potato Productivity In Indonesia Has Grown Rapidly And Make Indonesia As The Largest Producer In Southeast Asia. From Year To Year, Acreage, Production, And Productivity Of Potato Fluctuate. In 2009 The Harvested Area Of ​​ 71 238 Ha Of Potatoes In Indonesia, Production Of 1,176,304 Tons With Productivity Of 16.51 Ton Ha -1. Potato Production Decreased To 1,060,805 Tons In 2010, Productivity Rose To 16.58 Tons Ha -1At 65,989 Ha Of Harvested Area ( BPS, 2012). Sunaryono (2007 ) Explains That The Relatively Low Productivity Of Potato In Indonesia Due To The Quality Of Seeds Used Have Low Quality. Of Such Conditions Is Difficult To Generate High Productivity And Quality Of Potatoes. So Should The Holding Of A Study To Improve The Productivity Of The Potato By Using A Good Quality Bulbs. In This Case The Use Of Bulbs That Have A Length Of Shoots Were Used As Criteria To Determine Seed Viability Faster Than The Growth Of Early Potatoes, As Well As The Proper Use Of Seed Tuber Weight In Support Of The Production Of Potatoes. The Purpose Of This Research To Know Length Of Shoots And Seed Tuber Weight Right In Increasing The Production Of Potato ( Solanum Tuberosum L.) Granola Variety. The Hypothesis Is A). T he Use Of Seed Tubers With A Wide Variety Of Shoot Lenght And Tuber Weight Had No Effect On The Production Of Potato Crop . B ). The Use Of Seed Tubers On The Shoot Length And Tuber Weight Buds Particular Will Provide Optimum Production .This Research Was Conducted From August To November 2013 At Junggo, Tulungrejo Village, Bumiaji, Batu. Altitude Of 1300 M Above Sea Level. Average Rainfall 1807 Mm/Year, With Temperatures Between 18oc - 26oc, Relative Humidity Between 75-85 %, And The Type Of Soil Andisol. The Tools Used In This Study Is The Hoe, Analytical Balance, Knapsack Sprayer, Oven, Leaf Area Meter ( LAM ), Yells, A Ruler, And A Digital Camera. Materials Used In This Study Is Granola Potato Tubers Of Three Generations (G3), Chicken Manure, Urea, SP-36 Fertilizer, Kcl Fertilizer According To The Recommended Dosage, Pesticides, And Fungicides. This Research Method Using A Factorial Designed Experiment Using A Randomized Block Design (RBD) Factorial, Includes Two Factors Were Repeated 3 Times, The First Factor Bulbs With Length Of Shoots 3 Levels, Among Others, P 1 : Shoot Length From 0,3 To 0,7 Cm, P 2 : Shoot Lenght 1 To 1,4 Cm, P 3 : Shoot Length From 1,7 To 2 Cm . Factor II Seed Tuber Weight With 3 Levels, Among Others: B 1 : Seed Tuber Weight 15-30 G/ Tuber, B 2 : Seed Tuber Weight 35-50 G/Tuber , B 3 : Seed Tuber Weight 55-70 G/Tuber . Of The Two Factors Were Obtained 9 Combined Treatment And Each Treatment Was Repeated 3 Times. There Are 2 Types Of Observations That Growth And Yield Components. For The Observation Variables Include The Growth Of Plant Height, Number Of Leaves, Number Of Stems, Number Of Tubers Per Plant, Tuber Fresh Weight, Tuber Dry Weight, Total Plant Dry Weight, Leaf Area, Leaf Area Index, Harvest Index, And The Relative Growth Rate Executed At The Age Of 30, 44, 58, 72, And 86 Days After Planting. Observations Components Include Results Based On The Classification Of Tuber Fresh Weight And Tuber Fresh Weight Of The Total Harvest Is Carried Out At The Age Of 95 Days . For The Data Obtained From Observations Of The Analysis Is Then Performed Using Various Analysis (F Test) With Level Of 5% In Order To Determine Whether The Real Effect Of Treatment. If There Is A Significant Effect Between Treatments Followed By A Comparison Test Using The Test Of Least Significant Difference (LSD) At The 5% Level. The Results Showed That Potato Plants With The Use Of A Variety Of Sizes Shoot Lenght 0,3-0,7 Cm, 1-1,4 Cm, And 1,7-2 Cm Did Not Affect Vegetative Growth Components Of Plant Height , Number Of Stems , Number Of Leaves And Leaf Area. The Shoot Length Of Seed Tubers In A Variety Of Sizes 0,3-2 Cm Has The Same Ability To The Production Of Potato Crop 37,12-38,88 Ton Ha-1. The Use Of A Wide Variety Of Seed Tuber Size 35-50 G/ Tuber And 55-70 G/Tuber Components Affecting The Vegetative Growth Of Plant Height, Number Of Stems, Number Of Leaves And Leaf Area Were Similar And Higher Than The Use Of Seed Tubers Of 15-30 G/Tuber. The Use Of Seed Tuber Weight Of 35-50 G/Tuber Production Potential Similar To Seed Tubers Of 55-70 G/Tuber, Respectively By 40,98 Ton Ha-1And 43,30 Ton Ha-1, Higher Than The Use Of Bulbs Seeds 15-30 G/Tuber Production 29,50 Ton Ha-1

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2014/1/051400269
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129545
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item