BKG

Utama, HermawanNugraha (2013) Pengaruh Lama Penggunaan Mulsa dan Pupuk Kandang pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung (Zea mays. L) Varietas Potre Koneng. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Jagung (Zea Mays. L) merupakan tanaman serealia selain padi yang perlu mendapat perhatian yang lebih besar dan serius. Ditinjau dari luas panen, jagung merupakan tanaman pangan penting kedua di Indonesia selain padi. Peran tanaman jagung semakin meningkat sejalan dengan pertambahan penduduk. Budidaya tanaman jagung dilakukan secara intensif di daerah Jawa Timur, karena pada daerah tersebut kondisi tanah dan iklim sangat mendukung untuk pertumbuhan tanaman jagung. Produksi jagung lokal madura (varietas lokal Sumenep) masih tergolong rendah yaitu sebesar 200.000 ton per tahun dan rata-rata produktivitas sekitar 1,4 ton ha-1 (Arifin et al., 2010). Rendahnya produksi tersebut disebabkan oleh menurunnya luas areal panen. Faktor lain yang mempengaruhi penurunan tingkat produksi jagung yaitu disebabkan oleh faktor lingkungan baik di atas dan di bawah tanah. Faktor lingkungan dari atas tanah misalnya curah hujan yang rendah, sedangkan faktor lingkungan di bawah tanah misalnya kandungan bahan organik yang rendah dan evaporasi tinggi sehingga kebutuhan air pada tanaman tidak terpenuhi. Oleh karena itu dibutuhkan mulsa plastik hitam perak dan pupuk kandang untuk mengurangi evaporasi dan menjaga struktur tanah agar tanah mampu mengikat air dengan kuat sehingga air tetap tersedia oleh tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh lama penggunaan mulsa hitam perak dan pupuk kandang dengan beberapa taraf dosis terhadap hasil tanaman jagung (Zea mays. L). Hipotesis dari penelitian ini adalah 1) Penggunaan mulsa yang lebih lama dan peningkatan taraf dosis pupuk kandang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung. Penelitian dilaksanakan di Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kota Malang. Dengan ketinggian 656 m dpl, kelembapan 24,6 º C dengan jenis tanah Inseptisol. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan September 2012 - bulan Desember 2012. Alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi cangkul, label, penggaris, meteran, mulsa hitam perak, tugal, Leaf Area Meter (LAM), Soil Moisture Tester, timbangan, cutter, sprayer, oven, alat tulis dan kamera digital. Bahan – bahan yang digunakan adalah benih jagung varietas lokal Sumenep (Varietas Potre Koneng), pupuk kandang kambing dengan taraf dosis 2,5 ton ha-1, 5 ton ha-1, 7,5 ton ha-1, dan pupuk Urea (46% N) 300 kg ha-1, SP-36 (36% P2O5) 150 kg ha-1 dan KCl (60% K2O) 300 kg ha-1, insektisida, fungisida. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan pertama adalah pemberian mulsa hitam perak (M) sebagai main plot. Perlakuan kedua adalah pemberian pupuk kandang (P) dengan beberapa taraf dosis sebagai sub-plot. Perlakuan penggunaan mulsa (M) dibagi 3 taraf yaitu tanpa menggunakan mulsa(M0), penggunaan mulsa sampai 21 hst (M1), penggunaan mulsa sampai 35 hst (M2). Perlakuan taraf dosis pupuk kandang (P) dibagi menjadi 4 taraf yaitu tanpa pupuk kandang (P0), dosis 2,5 ton ha-1 (P1), dosis 5 ton ha-1 (P2), dosis 7,5 ton ha-1 (P3). Parameter pengamatan yang dilakukan untuk tanaman jagung ialah pengamatan komponen pertumbuhan yang dilakukan secara destruktif, non destruktif, pengamatan komponen hasil (panen), dan pengamatan penunjang. Pengamatan komponen pertumbuhan dilakukan pada saat 21, 35, 49, 63 hst dan pengamatan hasil dilakukan pada saat panen.. Data yang diperoleh dari hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan sidik ragam atau uji F pada taraf 5% untuk mengetahui interaksi diantara perlakuan apabila terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji BNT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penggunaan mulsa sampai 35 hst menghasilkan hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan tanpa penggunaan mulsa pada pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot kering total tanaman, indeks luas daun dan panjang tongkol, tetapi tidak berpengaruh terhadap hasil jagung. Perlakuan pupuk kandang dengan dosis 7,5 ton ha-1 menghasilkan hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan tanpa pupuk kandang pada pengamatan tinggi tanaman, bobot kering total tanaman dan panjang tongkol, tetapi tidak berpengaruh terhadap hasil jagung.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2013/93/051305859
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129538
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item