BKG

Nasution, KharismaHapsarini (2013) Pengaruh Dosis Pupuk Anorganik dan Pengendalian Gulma pada Pertumbuhan Vegetatif Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.) Varietas PS. 881. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) adalah tanaman untuk bahan baku gula. Tingkat kebutuhan gula yang terus meningkat belum bisa dipenuhi oleh beberapa industri gula yang ada di dalam negeri. Hal ini disebabkan oleh produktivitas tebu yang tergolong rendah. Pada tahun 2009, capaian produksi dalam negeri sekitar 2,6 juta ton, sedangkan gula yang dibutuhkan ialah 4,85 juta ton gula yang terdiri dari 2,7 juta ton untuk konsumsi langsung masyarakat (rumah tangga) dan 2,15 juta ton untuk keperluan industri. Tahun 2010, penurunan produksi terjadi lagi menjadi 2,5 juta ton, dan tahun 2011 penurunan produksi menjadi 2,1 juta ton. Jumlah ini hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi langsung masyarakat. Salah satu hal yang berpengaruh dalam komponen biaya produksi adalah masalah gulma. Gulma dapat menurunkan hasil tebu karena adanya persaingan dalam memperebutkan unsur hara, air dan sinar matahari. Pupuk anorganik berfungsi untuk menambah unsur hara untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Selain sebagai tambahan unsur hara, pupuk anorganik juga berpengaruh terhadap pertumbuhan gulma di sekitarnya. Oleh sebab itu, diperlukan pula penggunaan dosis pupuk anorganik yang tepat untuk tanaman agar pertumbuhan gulma dapat ditekan. Pengendalian gulma dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan cara kimiawi yaitu menggunakan herbisida. Herbisida yang dapat digunakan untuk mengendalikan gulma pada pertanaman tebu adalah herbisida berbahan aktif Ametrin dan 2,4-D. 2,4-D lebih mudah dirombak di dalam tanah dibandingkan dengan 2,4,5-triklorofenoksi asam asetat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan dosis pupuk anorganik dan pengendalian gulma yang tepat pada pertumbuhan vegetatif tanaman tebu. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah pemberian pupuk anorganik pada dosis pupuk NPK 600 kg ha-1 dan pupuk ZA 1000 kg ha-1 serta pengendalian gulma secara kimiawi diduga dapat mengurangi pertumbuhan gulma. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juni sampai September 2012 di perkebunan PG Kebon Agung, Desa Sempalwadak, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Alat yang digunakan antara lain knapsack sprayer semi otomatis, nozel, mistar, jangka sorong, bambu, gunting, gelas ukur, oven, timbangan, petak kuadrat dengan ukuran 0,5 x 0,5 m, meteran, peralatan lapang lainnya dan alat tulis. Bahan penelitian yang digunakan adalah tebu varietas PS 881, herbisida Ametrin dan herbisida 2,4-D, pupuk majemuk NPK, dan pupuk ZA. Percobaan ini adalah percobaan faktorial dirancang secara acak kelompok (RAK), yang terdiri dari 2 faktor yaitu dosis pupuk (A) dan pengendalian gulma (G). A1: Pupuk majemuk NPK 200 kg ha-1 dan pupuk ZA 600 kg ha-1, A2: Pupuk majemuk NPK 400 kg ha-1 dan pupuk ZA 800 kg ha-1, A3: Pupuk majemuk NPK 600 kg ha-1 dan pupuk ZA 1000 kg ha-1, G1: Disiang manual pada 30 hst, G2: Aplikasi herbisida 2,4-D dosis 2 l ha-1 1 minggu sebelum tanam, G3: Aplikasi herbisida Ametrin dosis 3 l ha-1 3 bulan setelah tanam, G4: Aplikasi herbisida 2,4-D dosis 2 l ha-1 1 minggu sebelum tanam dan herbisida Ametrin dosis 3 l ha-1 3 bulan setelah tanam. Dalam penelitian ini terdapat 12 kombinasi perlakuan dan masing-masing diulang sebanyak 3 kali.. Pengamatan gulma dilakukan sebelum aplikasi herbisida, yaitu analisis vegetasi dilakukan dengan petak kuadrat dan pengamatan sesudah aplikasi yaitu pengambilan contoh untuk data biomassa dilakukan 21, 41, 55, 71 dan 85 hst. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam uji F taraf 5 % kemudian dilanjutkan uji perbandingan antar perlakuan. Perlakuan yang berbeda nyata akan diuji lanjut dengan uji beda nyata terkecil (BNT) pada taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk majemuk NPK dosis 400 kg ha-1 dan pupuk ZA 800 kg ha-1 (A2) merupakan perlakuan yang paling efektif untuk pertumbuhan tanaman tebu. Interaksi antara pemberian pupuk anorganik dan pengendalian gulma memberikan pengaruh yang nyata terhadap bobot kering total gulma. Kombinasi perlakuan pupuk majemuk NPK dosis 200 kg ha-1 dan pupuk ZA 600 kg serta aplikasi herbisida Ametrin dengan dosis 3 l ha-1 pada 30 hst (A1G3) menghasilkan bobot kering total gulma yang lebih rendah.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2013/92/051305858
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129537
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item