BKG

Moctava, MohammadAries (2013) Respons Tiga Varietas Sawi (Brassica rapa L.) Terhadap Cekaman Air. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Menurut Badan Pusat Satistik Indonesia (2010), Pulau Jawa merupakan wilayah yang paling banyak memberikan kontribusi dalam memproduksi sawi di Indonesia dibandingkan dengan kepulauan lainnya. Hal ini berkaitan dengan luasnya lahan kritis yang terdapat di luar Pulau Jawa sehingga usaha budidaya khususnya tanaman sayur terutama sawi masih sangat sulit dilakukan dikarenakan ketersediaan air yang terbatas. Kebutuhan air tanaman berbeda-beda tergantung pada jenis tanamannya. Apabila jumlah air yang tersedia di tanah tidak mencukupi kebutuhan tanaman, maka tanaman akan mengalami gangguan morfologi dan fisiologis sehingga pertumbuhan dan produktifitasnya akan terhambat(Taiz dan Zeiger, 2002).Tujuan dari penelitian ini yaitu mendapatkan varietas sawi (Brassica rapa L.) yang tahan terhadap cekaman air. Hipotesis pertama yaitu tigavarietas sawi memiliki respons yang berbeda terhadap tingkat cekaman air. Hipotesis kedua varietas tanaman sawi yang berbeda akan menunjukkan pertumbuhan dan hasil tanaman sawi yang berbeda. Hipotesis ketiga perlakuan cekaman air pada 30% kapasitas lapang dapat menurunkan pertumbuhan dan hasil tanaman sawi Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober sampai dengan Desember 2012. Tempat penelitian di Rumah Plastik Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Brawijaya, Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan dua faktor yaitu Faktor I varietas sebagai petak utama :V1 = Pak choy white, V2 = Pak Choy Green, V3 = Choi Sim dan Faktor II tingkat cekaman air sebagai anak petak : Tingkat cekaman air (C) yang terdiri dari 4 taraf kapasitas lapang (KL), yaitu C1 = 100% KL, C2 = 70% KL, C3 = 50% KL, C4 = 30% KL. Total kombinasi 12 perlakuan yaitu V1C1, V2C1,V3C1, V1C2, V2C2, V3C2, V1C3, V2C3, V3C3, V1C4, V2C4, V3C4 dengan 5 (lima) sampel tanaman tiap ulangan dan 3 (tiga) kali ulangan tiap perlakuan. Peubah pengamatan meliputi: tinggi tanaman (cm), jumlah daun, bobot segar total tanaman (g), bobot segar konsumsi (g), luas daun (cm2), panjang akar (cm), diameter bonggol (cm), bobot kering total tanaman (g), bobot kering konsumsi (g) dan bobot kering akar (g). Data yang diperoleh dianalisis dengan uji F pada taraf 5%, jika terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan perbedaan varietas sawi mempunyai respon pertumbuhan dan hasil yang berbeda terhadap perlakuan cekaman air yang terlihat pada tinggi tanaman, luas daun, bobot kering total tanaman dan bobot kering akar. Bagian tajuk tanaman meliputi tinggi tanaman dan luas daun dari ketiga varietas mengalami penurunan seiring dengan perlakuan tingkat cekaman air. Pada bagian akar tidak semua varietas memiliki respons yang sama. Perlakuan cekaman air pada varietas Pak Choy Green dan Choi Sim perlakuan cekaman air tidak mempengaruhi bobot kering akar.Masing-masing varietas mempunyai karakter pertumbuhan tinggi tanaman, bobot kering daun, bobot segar konsumsi dan bobot segar total tanaman yang berbeda. Bobot segar konsumsi pada varietas Pak Choy White (615,75 g) lebih baik dibandingkan dengan varietas Choi Sim (299,33 g) dan varietas Pak Choy Green (236,33 g).Tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, bobot kering daun, diameter bonggol, bobot segar konsumsi dan bobot segar total tanaman menurun seiring dengan penurunan kapasitas lapang 

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2013/71/051305497
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129514
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item