BKG

Utomo, RizkyRachmadi (2013) Penggunaan Mulsa dan Umbi Bibit (G4) Pada Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.) Varietas Granola. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Produktivitas kentang di Indonesia masih tergolong rendah bila dibandingkan dengan potensi produksi tanaman tersebut. Produksi kentang di Indonesia 13.38 ton per hektar sedangkan Selandia Baru mencapai 35 ton per hektar (FAO, 2000). Rendahnya produktivitas kentang di Indonesia disebabkan oleh rendahnya mutu bibit yang dipakai, kurangnya pengetahuan tentang kultur teknis, penanaman secara terus-menerus dan permodalan petani yang terbatas menurut Sunaryono (2007). Penggunaan bibit secara turun temurun melebihi empat generasi dapat mengakibatkan penurunan produksi (Sunarjono, 1984). Selain bibit yang bermutu, permasalahan lain yang terjadi pada tanaman kentang ialah tidak mampu untuk beradaptasi pada suhu tinggi terutama suhu udara pada malam hari sehingga membatasi produksi umbi kentang di daerah tropika (Rubatzky dan Yamaguchi, 1998). Sehingga perlu diadakannya suatu penelitian untuk memodifikasi tinggi nya suhu tanah dengan aplikasi penggunaan mulsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan umbi bibit dan penggunaan macam mulsa dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi umbi kentang varietas Granola. Dan hipotesis yang diajukan adalah Penggunaan umbi bibit kentang Varietas Granola Generasi empat (G4) dengan penambahan Mulsa Plastik Hitam Perak (MPHP) dapat meningkatkan produksi umbi secara optimal. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2012 sampai dengan Juli 2012, di Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Ketinggian 1300 m di atas permukaan laut. Curah hujan rata-rata 1807 mm/ tahun dengan suhu udara antara 18oC – 26oC, kelembaban udara antara 75 – 85 %, dan jenis tanah Andisol. Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah cangkul, timbangan analitik, termometer, termohigrometer, knapsack sprayer, oven, Leaf Area Meter (LAM), alat pelubang plastik, gembor, penggaris, dan kamera. Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah umbi bibit kentang varietas Granola lokal, umbi bibit kentang varietas Granola generasi empat (G4), pupuk kotoran Ayam, pupuk Urea, pupuk SP-36, pupuk KCL sesuai dengan dosis rekomendasi, jerami, mulsa plastik hitam perak, daun paitan (Tithonia diversifolia), pestisida, fungisida, bambu, dan pipa. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 8 perlakuan yang diulang 3 kali, yaitu (A) : Umbi bibit lokal tanpa mulsa, (B) : Umbi bibit lokal + Mulsa plastik hitam perak, (C): Umbi bibit lokal + Mulsa jerami, (D): Umbi bibit lokal + Mulsa daun Paitan, (E) : Umbi bibit G4 tanpa mulsa, (F): Umbi bibit G4 + Mulsa plastik hitam perak, (G) : Umbi bibit G4 + Mulsa jerami, (H) : Umbi bibit G4 + Mulsa daun Paitan. Terdapat 3 jenis pengamatan yaitu pertumbuhan, komponen hasil, dan lingkungan. Untuk variabel pengamatan pertumbuhan meliputi jumlah daun, luas daun, indeks luas daun, bobot segar tanaman, bobot kering total tanaman, dan bobot kering umbi tanaman, indeks panen, dan laju pertumbuhan tanaman yang dilaksanakan pada umur 30, 44, 58, 72, dan 86 HST. Pengamatan komponen hasil meliputi bobot segar umbi berdasarkan klasifikasi dan bobot segar umbi panen total yang dilaksanakan pada umur 110 hari. Untuk Data yang didapatkan dari hasil pengamatan selanjutnya dilakukan analisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F) dengan taraf 5% dengan tujuan untuk mengetahui nyata tidaknya pengaruh dari perlakuan. Apabila terdapat beda nyata, maka dilanjutkan dengan uji BNT dengan taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa : 1. Penggunaan umbi bibit G4 dengan mulsa mampu memberikan pertumbuhan yang lebih baik daripada penggunaan umbi lokal, kecuali umbi lokal + mulsa plastik hitam perak terhadap jumlah daun, luas daun, indeks luas daun, bobot segar total tanaman, dan indeks panen. 2. Penggunaan umbi lokal dengan mulsa plastik hitam perak, mulsa jerami, dan mulsa daun paitan mampu meningkatkan hasil bobot umbi segar panen masing – masing sebesar 57,38%, 40,62%, dan 39,18% daripada tanpa mulsa. 3. Penggunaan umbi bibit G4 + mulsa plastik hitam perak mampu menghasilkan bobot umbi segar panen 16,72 Ton ha-1 atau meningkat 90,65% daripada tanpa mulsa, dan meningkat 17,91% daripada umbi lokal pada perlakuan yang sama.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2013/54/051304681
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129498
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item