BKG

Sellitasari, Shelvi (2013) Perbedaan Produksi Tanaman Apel (Malus Sylvestris Mill.) Pada Agroklimat Yang Berbeda. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Apel (Malus sylvestris L.) adalah salah satu buah yang banyak diminati oleh masyarakat di Indonesia, karena memiliki rasa yang enak dan banyak mengandung vitamin sehingga bermanfaat. Di Indonesia, sentra tanaman apel terletak di Kota Malang, khusunya Kota Batu dan Kecamatan Poncokusumo. Seiring dengan waktu, kualitas buah apel menunjukkan penurunan dengan waktu yang cukup nyata pada jenis tertentu seperti apel Manalagi yang dicirikan oleh penurunan kualitas buah, rasa manis dan aroma, serta peningkatan rasa agak pahit dan kekerasan buah. Beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas apel yang pertama ialah teknik budidaya, ketinggian tempat, pengaturan penyinaran matahari. Penelitian dilaksanakan pada sentra produksi apel yang terletak di Desa Poncokusumo Kecamatan Poncokusumo, Malang dengan ketinggian tempat antara 600-2.100 m dpl dan di Kota Batu dengan ketinggian tempat 680-1.700 m dpl. Peralatan yang digunakan adalah GPS (Global Positioning System), meteran, jangka sorong, kamera, timbangan analitik, Penetrometer, Hand refraktometer, tali rafia serta termohigrometer. Penelitian ini menggunakan metode survey yang diawali dengan memberikan kuisioner kepada petani dan menggunakan uji T dengan taraf 5% kemudian menggunakan uji lanjutan analisis korelasi. Pelaksanaan penelitian ini meliputi pengukuran suhu dan kelembaban, tinggi tanaman, pengukuran diameter batang, pengukuran diameter tajuk, perhitungan jumlah cabang primer, perhiungan jumlah bunga dan pengamatan hasil (panen) meliputi pengamatan produksi buah, pengamatan kadar gula pada buah, pengukuran tingkat kekerasan buah. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kualitas buah dari faktor klimatologi juga teknik budidaya. Kualitas apel yang ada di Batu memiliki kelebihan dibandingkan dengan apel yang terdapat di Poncokusumo diantaranya ialah ukuran diameter buah apel, warna kulit buah, kekerasan buah, kandungan kadar gula, tekstur kulit buah. Hal ini disebabkan oleh berbedanya cara perawatan oleh masing-masing petani yang ada di kedua tempat tersebut. Agroklimat suhu dan kelembaban pada Kota Batu dan Kecamatan Poncokusumo relatif sama yaitu 23,10 dan 22,47 sedangkan kelembaban berkisar antara 72,87%. Secara umum, tanaman apel Manalagi di Kecamatan Poncokusumo lebih besar daripada tanaman apel di Kota Batu, dan mempunyai diameter tajuk yang lebih besar. Namun, jumlah buah per tanaman yang ada di Kota Batu lebih besar daripada Kecamatan Poncokusumo. Kekerasan Buah dan Kadar Gula buah apel Manalagi di Kota Batu dan Kecamatan Poncokusumo menunjukkan tidak ada perbedaan yang nyata, sedangkan kadar gula di Kota Batu lebih besar daripada di Kecamatan Poncokusumo.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2013/53/051304680
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129497
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item