BKG

Putri, AldillaDezjona (2013) Pengaruh Komposisi Media Tanam pada Teknik Bud Chip Tiga Varietas Tebu (Saccharum officinarum L.). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Tebu ialah tanaman penghasil gula yang merupakan komoditas yang dapat dikonsumsi langsung. Konsumsi gula di Indonesia terus meningkat mengikuti pertambahan jumlah penduduk. Namun peningkatan konsumsi gula belum dapat diimbangi oleh produksi dalam negeri. Penyebab rendahnya produksi gula dalam negeri diantaranya penyiapan bibit dan kualitas bibit tebu yang rendah. Penyiapan bibit melalui kebun berjenjang membutuhkan waktu yang relatif lama. Semakin sedikitnya ketersediaan lahan tebu menyebabkan kebutuhan lahan untuk pembibitan juga semakin sulit, sehingga diperlukan teknik penyiapan bibit yang dapat mempersingkat waktu dan tempat. Selain penyiapan bibit, kualitas bibit yang digunakan juga mempengaruhi produksi gula. Adapun teknik pembibitan yang dapat menghasilkan bibit yang berkualitas tinggi serta tidak memerlukan penyiapan bibit melalui kebun berjenjang adalah dengan teknik pembibitan bud chip. Bud chip ialah teknik pembibitan secara vegetatif menggunakan satu mata yang diperoleh dengan menggunakan alat mesin bor. Bud chip berasal dari bibit kultur jaringan yang ditanam terlebih dahulu di Kebun Bibit Pokok (KBP). Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap hasil pembibitan dengan teknik bud chip ialah media tanam. Campuran komposisi media tanam yang tepat dapat mempengaruhi pertumbuhan bibit tebu dengan teknik bud chip. Penggunaan komposisi media tanam yang tepat merupakan langkah awal untuk mendorong peningkatan produktivitas gula. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendapatkan interaksi pertumbuhan tanaman akibat perlakuan komposisi media tanam dan varietas serta mendapatkan kombinasi komposisi media tanam yang tepat untuk pertumbuhan bibit dengan teknik bud chip dari tiga varietas tebu (Saccharum officinarum L.) Hipotesis yang diajukan yaitu komposisi media tanam yang berbeda akan mempengaruhi pertumbuhan bibit tebu varietas tertentu dengan teknik bud chip. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juli 2012 di Pusat Penelitian Gula PT. Perkebunan Nusantara X (Persero), Desa Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri. Dengan ketinggian sekitar 220 mdpl dengan jenis tanah Inceptisol, suhu berkisar 20 - 25 °C, curah hujan 144 mm/ bln dan pH tanah 6,5 - 7. Alat yang digunakan meliputi cangkul, chisel mortisier, Hot Water Treatment (HWT), Leaf Area Meter (LAM), steam media tanam, tray seedling, penggaris, oven, alat tulis, camera dan jangka sorong. Bahan-bahan yang digunakan antara lain bibit tebu varietas PSJK 922, VMC 76-16 dan PS 862, tanah, pasir, kompos blotong, fungisida berbahan aktif copper oxide 56%, Insektisida berbahan aktif tiametoksam 350 gr/l and ZPT yang berbahan aktif Na-orthonitrofenol 2 g/l + Na-paranitrofenol 3 g/l + Na 2,4 dinitrofenol 0,5 g/l + Na 5 nitroguaiakol 1 g/l. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan faktor pertama yaitu varietas (1) PSJK 922 (V1), (2) PS 862 (V2), dan (3) VMC 76-16 (V3), sedangkan faktor kedua yaitu komposisi media tanam : (1) tanah : kompos : pasir (10% : 70% : 20%) (M1), (2) tanah : kompos : pasir (70% : 20% : 10%) (M2), dan (3) tanah : kompos : pasir (20%: 10% : 20%) (M3). Pengamatan dilakukan pada 9 tanaman contoh, yang meliputi pengamatan non destruktif dan destruktif. Pengamatan non destruktif meliputi diameter batang, tinggi tanaman, jumlah ruas, jumlah daun, sedangkan pengamatan destruktif meliputi luas daun, bobot segar total tanaman dan bobot kering total tanaman yang diamati setiap 10 hari sekali mulai 10 hst hingga 90 hst. Data pengamatan yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F) pada taraf 5%. Apabila terdapat beda nyata (F hitung > F Tabel 5%), maka dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%. Interaksi antara komposisi media tanam dan varietas terjadi pada tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah ruas batang, luas daun dan bobot kering total tanaman. Interaksi antara genotip dan lingkungan menunjukkan bahwa ada pengaruh antara komposisi media tanam (tanah : pasir : kompos) dan varietas terhadap pertumbuhan tanaman. Perbedaan varietas berpengaruh pada tinggi tanaman, diameter batang, luas daun, jumlah ruas batang, bobot segar total tanaman dan bobot kering total tanaman. Sedangkan media tanam lebih berpengaruh pada diameter batang, jumlah ruas, luas daun, bobot segar tanaman dan bobot kering total tanaman. Pembibitan tanaman tebu pada media dengan komposisi tanah : kompos : pasir (10% : 70% : 20%) menghasilkan nilai rerata diameter batang, jumlah ruas batang, luas daun, bobot segar total tanaman dan bobot kering total tanaman lebih tinggi dibandingkan media dengan komposisi tanah : kompos : pasir (70% : 20% : 10%) dan tanah : kompos : pasir (20% : 10% : 70%). Varietas PSJK 922 cocok ditanam pada media dengan komposisi tanah : kompos : pasir (10% : 20% : 70%) karena berpengaruh terhadap pertambahan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah ruas batang, luas daun umur 80 hst dan bobot kering total tanaman. Sebaiknya pembibitan tebu (Saccharum officinarum L.) dengan teknik bud chip ditanam pada media dengan perbandingan komposisi media tanah : pasir : kompos (10% : 20% : 70%) menggunakan varietas PSJK 922.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2013/50/051304677
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129494
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item