BKG

Rahayu, Putrie (2013) Pengaruh Cara Pengemasan dan Lama Penyimpanan Benih Tebu (Saccharum officinarum L.) G2 (Generasi 2) pada Pertumbuhan Vegetatif, Potensi Produksi Benih dan Produktivitas Tebu. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Tebu (S. officinarum L.) ialah komoditi perkebunan penting yang bernilai ekonomi tinggi dalam industri gula. Untuk mewujudkan program swasembada gula Indonesia salah satu upaya adalah perluasan areal tebu yang diikuti dengan penyediaan benih dalam jumlah yang besar. Penyediaan benih secara cepat dapat ditempuh melalui kultur jaringan. Benih yang dihasilkan dari proses kultur jaringan disebut G0 (Generasi 0) yang jumlahnya cukup banyak. Benih G0 ini dapat ditingkatkan jumlahnya dengan cara memperbanyaknya menjadi G1 (Generasi 1) dan G2 (Generasi 2). Keunggulan benih tebu G2 dibandingkan dengan benih konvensional, antara lain tingkat multiplikasinya cukup tinggi, pengemasan lebih mudah dan biaya pengiriman lebih murah. Aspek yang perlu diperhatikan dalam pengiriman benih ialah metode pengemasan yang tepat dan lama penyimpanan benih optimal sebelum dikirim ke lokasi yang dituju. Penelitian cara pengemasan dan lama penyimpanan benih G2 dalam simulasi pengiriman telah dilakukan sebelumnya dimulai dari pengemasan dan penyimpanan benih, pendederan benih G2 di polybag serta transplanting benih ke lahan hingga tanaman tebu berumur 4 bulan. Dari penelitian tersebut telah diperoleh data perkecambahan bibit G2 dan pertumbuhan vegetatif hingga umur 4 bulan. Untuk mengetahui perkembangan tanaman, potensi hasil benih dan produksi tebu perlu dilakukan penelitian lanjutan sampai umur benih (8 bulan) dan panen tebu giling (12 bulan). Tujuan penelitian ini ialah untuk menguji pertumbuhan benih tebu G2 yang telah diberi perlakuan dengan metode pengemasan dan penyimpan dalam simulasi pengiriman terhadap pertumbuhan vegetatif benih G2, dan menentukan metode pengemasan dan lama pengiriman yang tepat untuk memperoleh produksi benih dan produksi tebu yang terbaik. Hipotesis yang disusulkan 1) metode pengemasan dan lama penyimpanan dapat berpengaruh terhadap kecepatan pertumbuhan vegetatif tebu G2 dan potensi produksi tebu, 2) pengemasan menggunakan waring dengan jangka waktu penyimpanan terbaik akan mempengaruhi produksi benih tebu G2 dan potensi produktivitas tebu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan Juli 2012 di Kebun Percobaan (KP) Pasuruan Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) Pasuruan, Jawa Timur. Alat yang digunakan pada penelitian ini ialah cangkul, tugal, penggaris, jangka sorong, besek, tali, hand counter, hand refractometer, brix weager, tabung bius dan polarimeter. Bahan yang digunakan ialah benih G2 varietas PS 862, kertas merang, larutan lead (lood) dan aquadest. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Sederhana. Perlakuan yang digunakan adalah 10 perlakuan dari penelitian sebelumnya yang berjumlah 18 perlakuan. Sedangkan 8 perlakuan lainnya mati sehingga tidak digunakan dalam penelitian lanjutan. Setiap perlakuan diulang 3 kali. Perlakuan tersebut adalah M1L0 (kantong plastik vakum+tidak disimpan), M1L1 (kantong plastik vakum+disimpan 2 hari), M2L0 (kantong plastik tanpa vakum+tidak disimpan), M2L1 (kantong plastik tanpa vakum+disimpan 2 hari), M2L2 (kantong plastik tanpa vakum+disimpan 4 hari), M3L0 (waring+tidak disimpan), M3L1 (waring+disimpan 2 hari), M3L2 (waring+disimpan 4 hari), M3L3 (waring+disimpan 6 hari), M3L5 (waring+disimpan 10 hari). Pengamatan non destruktif meliputi pertumbuhan vegetatif pada umur tanaman 18, 20, 22, 24, 26, 28, 30 dan 32 mst (minggu setelah tanam). Pengamatan pertumbuhan vegetatif meliputi tinggi batang, diameter batang, jumlah anakan, jumlah batang per juring, jumlah ruas dan panjang ruas. Potensi produksi benih diamati pada tanaman umur 32 mst. Parameter pengamatan adalah jumlah mata bibit per hektar. Potensi produktivitas tebu diamati pada tanaman umur 12 bulan. Parameter pengamatan meliputi brix, rendemen, produktivitas tebu dan produktivitas hablur. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam (uji F) pada taraf 5%. Apabila hasil pengujian menunjukkan perbedaan yang nyata, maka dilanjutkan dengan menggunakan uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara pengemasan menggunakan waring memberikan hasil yang lebih baik dibanding pengemasan plastik vakum maupun tanpa vakum pada fase pertumbuhan vegetatif maupun pada potensi produksi tebu giling. Perlakuan M3L0 (waring+tidak disimpan) memiliki pertumbuhan yang paling baik pada jumlah anakan dan jumlah mata benih per ha. Rendemen tebu yang dihasilkan pada masing-masing perlakuan bervariasi. Rendemen paling tinggi dihasilkan pada perlakuan pengemasan M3L1 (waring+penyimpanan 2 hari) yaitu 11,41%. Potensi produktivitas tebu tertinggi ditunjukkan oleh perlakuan M3L5 (waring+penyimpanan 10 hari) yaitu 152 ton ha-1, sedangkan potensi produktivitas hablur tertinggi ditunjukkan oleh perlakuan M2L2 (kantong plastik tanpa vakum+penyimpanan 4 hari) yaitu 14,95 ton ha-1.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2013/5/051302062
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129493
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item