BKG

Riduwan, Muhammad (2013) Pertumbuhan dan Hasil Jamur Merang (Volvariella volvacea) pada Berbagai Sistem Penebaran Bibit dan Ketebalan Media. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Jamur merang mendapat makanan dalam bentuk selulosa, glukosa, lignin, protein dan senyawa pati. Penyerapan nutrisi jamur merang akan dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan syarat tumbuh yang dibutuhkan untuk pertumbuhannya. Salah satu hal yang mempengaruhi pertumbuhan dan hasil jamur merang ialah ketebalan media tanam. Pada ketebalan media tanam yang berbeda akan dihasilkan kondisi suhu yang berbeda pada media tanam jamur merang, hal ini terjadi dikarenakan semakin tinggi tumpukan media tanam maka suhu dalam media tanam tersebut juga akan semakin tinggi. Hasil budidaya jamur merang dipengaruhi juga oleh cara penanaman (penebaran) bibit. Para pembudidaya jamur merang pada umumnya melakukan penebaran bibit jamur merang dengan menaburkan bibit diatas permukaan media. Ternyata dengan penebaran bibit diatas permukaan media tanam belum memberikan hasil yang tinggi, hal ini terlihat bahwa tidak semua titik dari permukaan media tanam jamur merang menghasilkan badan buah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pertumbuhan dan hasil jamur merang pada berbagai macam ketebalan media tanam dan sistem penebaran bibit. Hipotesis yang diajukan ialah diduga ketebalan media tanam dan sistem penebaran bibit mempengaruhi pertumbuhan dan hasil panen jamur merang. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Purwodadi, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan dengan ketinggian tempat ±360 m dpl, suhu rata-rata 28°C dan suhu rata-rata didalam kumbung 31°C, dengan kelembaban udara 80-90%. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Mei 2010. Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah termometer, higrometer, pH meter, keranjang, timbangan, mistar, jangka sorong, plastik, hand sprayer, kayu bakar, drum, bak air, kumbung jamur, dll. Sedangkan bahan-bahan yang digunakan adalah jerami, bekatul, pupuk kotoran ayam, kapur, bibit jamur merang, kayu bakar, air. Rancangan penelitian yang digunakan ialah rancangan acak kelompok faktorial dengan perlakuan: ketebalan media 15 cm, ketebalan media 20 cm, ketebalan media 25 cm, ketebalan media 30 cm dan sistem penanaman bibit dengan cara disebar diatas permukaan media dan dicampurkan kedalam media secara merata. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Variabel pengamatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah, saat munculnya pin head pertama, waktu panen pertama, lama masa panen, jumlah badan buah, diameter badan buah, bobot segar badan buah, jumlah badan buah dengan pengelompokan badan buah berdasarkan diameter >3 cm, 2-3 cm dan <2 cm dan lokasi munculnya badan buah. Data pengamatan yang diperoleh akan dianalisis dengan menggunakan sidik ragam (uji F) pada taraf 5% untuk mengetahui pengaruh perlakuan. Apabila hasilnya berbeda nyata (F Hitung > F Table) maka akan dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5% untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan interaksi antara perlakukan ketebalan media tanam dan sistem penebaran bibit hanya terjadi pada variabel pengamatan bobot segar badan buah, interaksi ini terjadi pada perlakuan ketebalan media 25 cm (K2) yang dapat meningkatkan hasil pada perlakuan sistem penebaran bibit secara dicampur. Pada perlakuan ketebalan media tanam diketahui bahwa variabel pengamatan saat munculnya pinhead pertama, waktu panen pertama, diameter badan buah dan jumlah badan buah berdasarkan pengelompokan diameter <2 cm tidak terjadi perbedaan yang nyata. Perbedaan yang nyata terjadi pada variabel pengamatan lama masa panen, jumlah badan buah dan jumlah badan buah berdasarkan pengelompokan diameter >3 cm dan 2-3 cm, dari variabel pengamatan tersebut perlakuan ketebalan media 15 cm (K0) memiliki nilai terendah, sedangkan nilai tertinggi dimiliki oleh perlakuan ketebalan media 25 cm (K2) pada variabel pengamatan lama masa panen dan ketebalan media 30 cm (K3) pada variabel pengamatan jumlah badan buah dan jumlah badan buah berdasarkan pengelompokan diameter >3 cm dan 2-3 cm. Pada perlakuan sistem penebaran bibit dapat diketahui bahwa hasil yang berbeda nyata hanya diperoleh dari variabel pengamatan jumlah badan buah, data pengamatan menunjukkan bahwa sistem penebaran bibit dengan cara dicampur memberikan nilai yang lebih tinggi pada variabel pengamatan tersebut.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2013/44/051304671
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129486
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item