BKG

Mardiyanti, DeviErlinda (2013) Dinamika Keanekaragaman Spesies Tumbuhan Pasca Pertanaman Padi. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Sawah merupakan suatu area yang digunakan manusia sebagai lahan budidaya tanaman pangan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ekosistem sawah cenderung memiliki keanekaragaman yang terbatas karena manusia hanya menginginkan tanaman tertentu saja yang hidup di ekosistem tersebut, sementara tanaman lain yang dianggap tidak berguna berusaha dihilangkan. Dengan demikian, keanekaragaman tumbuhan pada ekosistem sawah cenderung terbatas tergantung kegiatan pengelolaan yang dilakukan oleh manusia. Sebelum dijadikan sawah, ekosistem tersebut tentunya mempunyai berbagai macam spesies yang tumbuh didalamnya. Interaksi maupun keanekaragaman spesies sangat penting untuk diamati dalam tujuannya untuk mengetahui pola pertumbuhan suatu spesies di habitat alaminya. Oleh karena itu, perlu dilakukan investasi tumbuhan pada ekosistem sawah untuk mengetahui spesies apa saja yang masih bertahan hidup. Selain itu, informasi mengenai keanekaragaman tumbuh-tumbuhan pada ekosistem sawah ini juga sangat diperlukan sebagai langkah awal dalam mempelajari kestabilan ekosistem. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keanekaragaman, dominasi, serta pola sebaran tumbuhan pada ekosistem sawah dan untuk mengetahui pengaruh sejarah penggunaan lahan terhadap perubahan kondisi ekosistem sawah. Hipotesis yang diajukan adalah (1) adanya perbedaan tingkat keanekaragaman, dominasi, serta pola sebaran tumbuhan di setiap ekosistem sawah, (2) sejarah penggunaan lahan berpengaruh terhadap perubahan kondisi ekosistem sawah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Juli 2012 di Desa Bandung Sekaran, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik. Alat-alat yang digunakan pada penelitian ini adalah meteran, kayu, tali rafia, plastik, alat tulis, dan kamera. Bahan yang digunakan adalah lahan sawah bera setelah pertanaman padi. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan metode survei. Penetapan sampel berdasarkan metode sampling kuadrat dengan petak contoh yang disusun secara acak. Parameter pengamatan pada penelitian ini meliputi: jenis tumbuhan, jumlah, serta luas bidang dasar masing-masing spesies. Parameter analisis vegetasi yang digunakan meliputi kerapatan, frekuensi, dominasi, dan Indeks Nilai Penting (INP). Sementara itu, analisis data dihitung berdasarkan analisis vegetasi, diantaranya: Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener (H’), Indeks Dominasi Simpson (C), serta Indeks Sebaran Morisita. Hasil analisis Indeks Shanon-Wienner menunjukkan bahwa tidak terjadi perbedaan tingkat keanekaragaman antara lahan penelitian I, II, dan III. Nilai Indeks Shanon-Wienner berkisar antara 2,10 - 3,04 yang berarti tingkat keanekaragaman tumbuhan dari ketiga lahan penelitian tergolong dalam kategori sedang. Indeks Simpson berkisar antara 0,06 - 0,18 menyatakan bahwa tidak terjadi dominasi individu spesies tumbuhan pada lahan penelitian, meskipun jika dilihat dari Indeks Nilai Penting (INP) terdapat beberapa tumbuhan yang menunjukkan dominasinya. Hasil analisis Indeks Morisita menunjukkan bahwa terjadi pola sebaran tumbuhan yang bervariasi pada lahan penelitian. Nilai Indeks Morisita berkisar antara 0,00-3,00. Pola sebaran tumbuhan di lahan I dan II adalah berkelompok, sedangkan lahan III adalah merata. Pola sebaran tumbuhan didominasi oleh tumbuhan dari famili Scrophulariaceae, Poaceae, Cyperaceae, Euphorbiaceae, dan Asteraceae. Lahan Penelitian I dengan sejarah penggunaan lahan jagung- padi - bera, spesies tumbuhan yang paling banyak dijumpai yaitu Hedyotis corymbosa L., Euphorbia hirta dan Leptochloa chinensis. Tumbuhan tersebut sama dengan gulma yang pernah tumbuh pada pertanaman jagung dan padi. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan sejarah penggunaan lahan jagung - padi - bera, dimungkinkan tumbuhan yang akan mendominasi ekosistem sawah tersebut adalah spesies tumbuhan Hedyotis corymbosa L., Euphorbia hirta dan Leptochloa chinensis. Lahan Penelitian II dengan sejarah penggunaan lahan bera - padi - bera, tumbuhan yang paling banyak dijumpai yaitu Scrophulariaceae(2) dan Mecardonia procumbens. Dimungkinkan tumbuhan tersebut muncul karena seed bank yang sudah tersebar didalam tanah dan mampu bertahan di lahan. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan sejarah penggunaan lahan bera - padi - bera, dimungkinkan tumbuhan yang akan mendominasi ekosistem sawah tersebut adalah spesies tumbuhan yang berasal dari famili Scrophulariaceae. Lahan Penelitian III dengan sejarah penggunaan lahan Kacang Hijau - Padi - Bera, spesies yang paling banyak dijumpai yaitu Eclipta prostrata dan Ischaemum rugosum. Tumbuhan tersebut sama dengan gulma yang ada pada pertanaman kacang hijau dan padi. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan sejarah penggunaan lahan Kacang Hijau - Padi - Bera, dimungkinkan tumbuhan yang akan mendominasi ekosistem sawah tersebut adalah spesies tumbuhan Eclipta prostrata dan Ischaemum rugosum.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2013/40/051304668
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129483
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item