BKG

Adelia, PritaFatma (2013) Pengaruh Penamabahan Unsur Hara Mikro (Fe Dan Cu) Dalam Media Paitan Cair dan Kotoran Sapi Cair Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.) Dengan Sistem Hidroponik Rakit Apung. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Bayam merupakan sayuran daun yang mempunyai gizi tinggi dan banyak disukai masyarakat Indonesia. Amaranthus tricolor L. termasuk jenis bayam yang paling banyak diusahakan. Pada tingkat konsumen, bayam merah (Amaranthus tricolor L.) merupakan jenis yang banyak diminati setelah bayam hijau. Selain itu bayam merah (Amaranthus tricolor L.) mempunyai nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan bayam hijau. Terkait dengan produksi pertanian, saat ini tidak mudah untuk mendapatkan lahan yang subur, produktif dan strategis dalam area luas. Alternatif yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut salah satunya ialah dengan menggunakan sistem budidaya secara hidroponik. Pada sistem budidaya secara hidroponik pertumbuhan tanaman lebih terkontrol, namun sebagian besar biaya produksi digunakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi atau pupuk. Oleh karena itu perlu diupayakan untuk mencari alternatif nutrisi yang lebih murah, sehingga dapat menekan biaya produksi. Salah satu alternatif sumber nutrisi yang bisa digunakan ialah tanaman paitan (Tithonia diversifolia L.) dan kotoran sapi. Hasil beberapa penelitian menunjukkan bahwa tanaman paitan dan kotoran sapi mengandung cukup banyak unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Kandungan unsur hara paitan dan kotoran sapi yang cukup tinggi berpotensi sebagai alternatif media dan nutrisi dalam produksi tanaman bayam merah pada sistem hidroponik. Selain itu juga dapat dgunakan dalam usaha peningkatan hasil panen dan efisiensi nutrisi pada produksi bayam merah secara hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media ekstrak paitan (Tithonia diversifolia L.) dan kotoran sapi cair pada konsentrasi yang berbeda dengan penambahan unsur hara Fe dan Cu terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bayam merah secara sistem hidroponik rakit apung. Dalam penelitian ini diajukakn hipótesis yaitu penggunaan esktrak paitan+Fe dan kotoran sapi cair+Fe memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman bayam merah yang terbaik Penelitian dilaksanakan dalam Green House di Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Malang, Jl. Dr. Cipto 144-A Bedali,Lawang,Malang dengan ketinggian tempat 600 m dpl dan suhu rata–rata 22-27˚C.Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari 2012 sampai dengan Juni 2012. Alat yang digunakan ialah bak plastik ukuran 40x35x20 cm, drum, cutter, aerator, timbangan analitik, jangka sorong, meteran, EC meter, pH meter dan LAM (Leaf Area Meter). Bahan yang digunakan ialah benih bayam merah (Amaranthus tricolor L.) Naichoudahongxiancai, spons, styrofoam, media ekstrak paitan cair,ekstrak kotoran sapi cair, pupuk A-B mix Joro, unsur hara Fe-EDTA, CuSO4.5H2O dan air. Penelitian ini merupakan percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 9 perlakuan media hidroponik A-B Mix Joro (P0), Paitan (P1), Kotoran Sapi (P2), Paitan+Fe (P3), Paitan+Cu (P4), Paitan+Fe+Cu (P5), Kotoran Sapi+Fe (P6), Kotoran Sapi (P7), dan Kotoran Sapi+Fe+Cu (P8). Masing-masing perlakuan tersebut diulang 3 kali sehingga diperoleh 45 petak perlakuan. Pengamatan dilakukan dengan cara nondestruktif dan panen. Pengamatan nondestruktif dilakukan setelah tanaman berumur 5 hari setelah transplanting dengan interval pengamatan 5 hari sekali (5, 10, 15, 20, dan 25 hari setelah transplanting). Pengamatan non destruktif meliputi: tinggi tanaman (cm) dan jumlah daun. Pengamatan panen meliputi: Luas daun (cm2), diameter batang, panjang akar (cm), bobot segar total tanaman (g) bobot segar konsumsi tanaman (g), Bobot segar tanaman per m2 dan Bobot segar konsumsi per m2. Analisis data dilakukan menggunakan analisis ragam (F hitung) dengan taraf kesalahan 5% dan 1%. Apabila terdapat beda nyata antar perlakuan dilakukan uji Beda NyataTerkecil (BNT) dengan taraf kesalahan 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan media pupuk A-B Mix Joro mempunyai pertumbuhan tertinggi di setiap peubah pengamatan. Perlakuan media paitan+Fe (P3) menunjukkan hasil tidak berbeda nyata pada perlakuan kotoran sapi+Fe+Cu (P8) pada peubah jumlah daun, diametr batang, panjang akar dan panjang tanaman. Perlakuan media paitan+Fe (P3) mempunyai bobot segar total per tanaman dan bobot segat konsumsi per tanaman yang tidak berbeda nyata dengan perlakuan paitan+Fe+Cu (P5), kotoran sapi+Fe (P6), kotoran sapi+Cu (P7), dan kotoran sapi+Fe+Cu (P8). Perlakuan bobot segar total/m2 paitan+Fe (P3) menunjukkan hasil tanaman bayam merah tidak berbeda nyata dengan perlakuan A-B mix Joro (P0),sedangkan perlakuan kotoran sapi+Fe+Cu (P8) menunjukkan hasil tanaman bayam merah tidak berbeda nyata dengan perlakuan kotoran sapi+Fe (P6) dan kotoran sapi+Cu (P7). Perlakuan bobot segar konsumsi total/m2 kotoran paitan+Fe (P3) tidak berbeda nyata dengan perlakuan paitan+Fe+Cu (P5), kotoran sapi+Fe (P6) dan kotoran sapi+Cu (P7) dan kotoran sapi+Fe+Cu (P8). Perlakuan media paitan (P1), kotoran sapi (P2) dan paitan+Cu (P4) menunjukkan pertumbuhan dan hasil tanaman bayam merah kerdil dan keracunan .

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2013/4/051302060
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129482
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item