BKG

Syafitri, FriskaRahma (2013) Kajian Etnobotani Masyarakat Desa Berdasarkan Kebutuhan Hidup. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Etnobotani Merupakan Kaitan Antara Manusia Dan Tumbuhan. Etnobotani Menggambarkan Dan Menjelaskan Kaitan Antara Budaya Dan Kegunaan Tumbuhan, Bagaimana Tumbuhan Digunakan, Dirawat Dan Dinilai Memberikan Manfaat Untuk Manusia, Contohnya Sebagai Makanan, Obat, Kosmetik, Pewarna, Pakaian, Dalam Upacara, Dan Dalam Kehidupan Masyarakat. Kawasan Desa Jenggolo Kecamatan Kepanjen Memiliki Potensi Keanekaragaman Hayati Berupa Tumbuhan. Masyarakat Pada Daerah Tersebut Diduga Memiliki Budaya Yang Masih Memiliki Nilai Kearifan Tradisional Dalam Pemanfaatan Tumbuhan, Dengan Melihat Potensi Tumbuhan Di Kawasan Tersebut Dan Budaya Masyarakat Di Sekitar Kawasan Tersebut Dalam Pemanfaatan Tumbuhan Memungkinkan Adanya Interaksi Masyarakat Dengan Kawasan Tersebut. Melalui Beberapa Kajian, Kementerian Pertanian Telah Menginisiasi Penerapan Rumah Pekarangan Pangan Yang Kemudian Melahirkan Model Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Pemanfaatan Lahan Pekarangan Selain Ditujukan Untuk Memenuhi Kebutuhan Pangan Dan Gizi Keluarga Sendiri, Juga Berpeluang Meningkatkan Penghasilan Rumah Tangga, Apabila Dirancang Dan Direncanakan Dengan Baik. Sehubungan Dengan Hal Tersebut, Dalam Rangka Menunjang Upaya Pelestarian Dan Pemanfaatan Maka Kajian Etnobotani Oleh Masyarakat Desa Berdasarakan Kebutuhan Hidup Dari Masyarkat Yang Ada Di Tempat Tersebut Ini Perlu Dilakukan. Penelitian Ini Bertujuan Untuk Mengetahui Interaksi Masyarakat Dengan Tumbuhan Dan Mengidentifikasi Pemanfaatan Tumbuhan Oleh Masyarakat Di Sekitar Desa Jenggolo Kecamatan Kepanjen Berdasarkan Kebutuhan Hidup Dari Masyarakat. Hipotesis Dari Penelitian Ini Adalah Etnobotani Pekarangan Dipengaruhi Oleh Kebutuhan Hidup Dari Masyarakat. Penelitian Ini Dilaksanakan Di Desa Jenggolo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Waktu Penelitian Selama 2 Bulan Yaitu Dari Bulan Mei Sampai Juli 2013. Alat Yang Digunakan Adalah Alat Tulis Menulis, Kertas Dan Kamera Digital. Bahan Yang Digunakan Adalah Kuisioner Dan Serta Keterangan Mengenai Desa Yaitu Data Monografi Desa. Penelitian Ini Bersifat Eksplorasi. Metode Yang Digunakan Dalam Penelitian Ini Adalah Metode Deskriptif Dengan Pendekatan Survey. Dengan Melakukan Eksplorasi, Wawancara, Observasi, Dan Kuisioner. Secara Umum Pengambilan Sampel Dibedakan Menjadi Dua, Yaitu Profesi Atau Mata Pencaharian Dan Fungsi Dari Tanaman. Data Hasil Identifikasi Selanjutnya Dikelompokkan Berdasarkan Manfaat Dari Masing-Masing Tumbuhan Dan Hubungan Antar Masing-Masing. Jenis Tanaman Yang Ditemukan Di Desa Tersebut Yaitu Sebanyak 155 Jenis Tanaman, Yang Didominasi Fungsi Kesehatan/ Functional Food Sebesar 40.65%, Estetika 38.71%, Peneduh 12.90%, Pangan 5.16% Dan Spiritual 2.58%. Profesi Sebagai Petani Lebih Dominan Untuk Menanam Tanaman Kesehatan/Functional Food Sebanyak 37.72%, Pengusaha Kecil Dan Menengah, Seniman, Tukang Batu Dan Kayu Dan Wiraswasta Dominan Tanaman Hias Yaitu 50.61%, 48.89%, 45.36% , 42%. 68 % Pekarangan Di Desa Jenggolo Memiliki Pola Pekarangan Modern(Posisi Pekarangan Di Depan Bangunan Rumah) Sisanya Pakarangan Dan Kandang Berada Di Belakang Rumah. Dimana Peningkatan Luas Halaman Tidak Di Ikuti Dengan Peningkatan Jumlah Jenis Tanaman (R2 = 0.31, Y = 0.06x + 9.42). Tingkat Ketergantungan Masyarakat Dengan Tanaman Yang Dapat Dikonsumsi Yang Ada Di Pekarangan Rumah Berdasarkan Profesi Yang Paling Tinggi Adalah Profesi Sebagai Petani Dengan 35%, Dan Yang Paling Rendah Adalah Profesi Sebagai Wiraswasta Yaitu Sebesar 2%.Sesuai Dengan Hasil Penelitian Tersebut, Maka Dapat Diberikan Rekomendasi Menuju Kearah Yang Lebih Baik Berupa Perbaikan, Pemeliharaan, Dan Pengoptimalisasian Pekarangan Masyarakat. Dengan Asumsi Bahwa Kita Melihat Dari Sudut Pandang Obat, Maka Potensi Obat Di Daerah Desa Jenggolo Adalah 45.16%. Maka Akan Lebih Baik Jika Dikembangkan Lebih Dalam Dengan Pembuatan Biofarmaka Di Daerah Tersebut. Hal Ini Menjadi Potensi Yang Sangat Berguna Bagi Masyarakat Desa Jenggolo

English Abstract

Ethnobotany Is The Link Between Humans And Plants . Ethnobotany Describe And Explain The Link Between Culture And Uses Of Plants , How Plants Are Used , Treated And Assessed To Provide Benefits To Humans , Such As Food , Medicine , Cosmetics , Dyes , Clothing , Ceremony , And In Public Life . District Of Kepanjen Jenggolo Village Area Has Potential In The Form Of Plant Biodiversity . Communities In The Area Suspected Of Having A Culture Which Still Has A Value Of Traditional Knowledge In The Use Of Plants , By Looking At The Potential Growth In The Region And The Culture Around The Region In The Use Of Plants Allows For Interaction With The People Of The Region . Through Several Studies , The Ministry Of Agriculture Has Initiated The Implementation Of The Food Courtyard Which Gave Birth To Model Region Sustainable Food House ( KRPL ) . Yard Land Use Is Designated To Meet The Food And Nutrition Needs Of His Own Family , Is Also Likely To Increase Household Income , If Properly Designed And Planned . In Connection With This, In Order To Support The Conservation And Utilization Of The Ethnobotany Study By The Villagers Living On The Terms Of The Needs Of The Community That Is In The Place It Needs To Be Done . This Study Aims To Determine The Interaction Of Plants And Identify People With The Use Of Plants By People Around The Village Jenggolo Kepanjen District Of Life Based On The Needs Of The Community . The Hypothesis Of This Study Is Influenced By The Yard Ethnobotany Needs Of The Community . This Research Was Conducted In The Village Of Jenggolo, District Kepanjen, Malang. When The Study For 2 Months Ie From May To July 2013. The Tools Used Are Stationary, Paper And Digital Camera. The Materials Used Are Questionnaires And Information About The Village And That Village Monographs. This Research Is Exploratory. The Method Used In This Study Is Descriptive Survey Approach. With Exploration, Interview, Observation, And Questionnaires. In General, Sampling Can Be Divided Into Two, Namely The Profession Or Livelihood And Function Of Plants. The Data Further Identification Results Grouped Based On The Merits Of Each Plant And The Relationships Between Each. Types Of Plants Found In The Village As Many As 155 Species Of Plants , Which Is Predominantly A Function Of Health / Functional Food Amounted To 40.65 % , 38.71 % Aesthetic , 12.90 % Shade , Food And Spiritual 5.16 % 2.58 % . Profession As More Farmers To Plant Crops Dominant Health / Functional Food As Much As 37.72 % , Small And Medium Entrepreneurs , Artists , Masons And Carpenters, And Entrepreneur Are Dominant To Aesthetic Plants With 50.61 % , 48.89 % , 45.36 % , 42 % . 68% Of The Home Garden In The Village Has A Pattern Jenggolo Modern Home Garden (Home Garden Position In Front Of The House ). The Increase In Area Of The Page Where Not Followed By An Increase In The Number Of Plant Species ( R2 = 0.31 , Y = 0.06x + 9.42 ) . Level Dependence Of Community That Can Be Consumed By The Plants In The Yard That Is Based On The Highest Profession Is A Profession As A Farmer With 35%, And The Lowest Is The Profession As An Entrepreneur Is Equal To 2%. In Accordance With These Findings, It Can Be Given Advice On Moving Towards A Better Form Of Repair , Maintenance , And Optimizing Public Grounds . Assuming That We Are Seeing From The Perspective Of A Drug, The Drugs Potential In Rural Areas Is 45.16 % Jenggolo . It Would Be Better If Developed In The Manufacture Of Bio In The Area . This Becomes Very Useful For Potential Villagers Jenggolo

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2013/340/051400018
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129461
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item