BKG

Utami, Anni Susanti Shidiq (2018) Kajian Kandungan Logam Berat Kadmium (Cd) Pada Kerang Bulu (Anadara Antiquata) Dan Kerang Tebalan (Lingula Unguis) Di Ekowisata Mangrove Probolinggo, Jawa Timur. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Wilayah pesisir Kota Probolinggo memiliki ekosistem mangrove yang terletak di pesisir pelabuhan pantai Mayangan. Ekosistem mangrove ini dulunya merupakan muara Kali Banger yang terdapat banyak limbah rumah tangga dan sampah anorganik, sehingga sampah yang hanyut dari Kali Banger terperangkap oleh tumbuhan mangrove. Kawasan ini potensial terkontaminasi pencemaran logam berat akibat aktivitas antropogenik di sekitar hutan mangrove. Kadmium adalah salah satu logam berat yang sering mencemari lingkungan perairan. Kadmium di dalam perairan bersumber dari pembuangan limbah industri, limbah rumah tangga, penggunaan pestisida, pupuk, dan dan limbah pertambangan. Mengkonsumsi biota perairan yang terakumulasi logam berat kadmium (Cd) dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan pada manusia. Kerang memiliki kemampuan mengakumulasi logam berat. Logam berat terakumulasi dalam jaringan kerang seiring dengan kenaikan pada habitatnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan logam berat Cd dan batas aman konsumsi pada kedua jenis kerang yang ditemukan di lokasi penelitian. Pengambilan sampel dilaksanakan pada bulan April 2017 di Ekowisata Mangrove Probolinggo, Jawa Timur. Stasiun penelitian menggunakan metode random sampling yang dibagi menjadi 5 stasiun dengan jarak 100 m antar stasiun. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran kualitas perairan antara lain pengukuran suhu, pH, salinitas dan oksigen terlarut serta dilakukan pengukuran kualitas sedimen antara lain pH sedimen dan fraksinasi sedimen. Analisa logam berat Cd menggunakan metode spektrofotometri (AAS). Analisa data menggunakan metode deskriptif, uji T untuk mengetahui perbedaan akumulasi logam berat Cd pada kerang bulu dan kerang tebalan pada fase dewasa, BCF, perhitungan batas aman konsumsi dan korelasi. Hasil analisa pengukuran konsentrasi logam berat Cd di ekowisata mangrove Probolinggo berkisar sebesar 0,889 ± 0,124 ppm untuk kadar Cd dalam sedimen, 2,523 ± 0,305 ppm untuk kerang bulu dan 0,865 ± 0,123 ppm untuk kerang tebalan. Berdasarkan hasil uji t dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan daya akumulasi logam berat Cd antara kerang bulu dengan kerang tebalan, hal ini diduga karena adanya perbedaan ukuran kerang pada fase dewasa kedua jenis kerang tersebut. Kadar logam berat Cd pada kerang bulu dan kerang tebalan di ekosistem mangrove Probolinggo sudah melebihi baku mutu, sehingga perlu dihitung batas aman konsumsi perminggu untuk meminimalisir gangguan kesehatan akibat terkontaminasi logam berat. Jumlah kerang bulu yang aman dikonsumsi perminggu untuk dewasa yaitu 0,16 kg/minggu atau 50 ekor/minggu, sedangkan untuk anak-anak yaitu 0,04 kg/minggu atau 13 ekor/minggu kerang bulu. Jumlah kerang tebalan yang aman dikonsumsi perminggu untuk dewasa yaitu 0,48 kg/minggu atau 310 ekor/minggu, sedangkan untuk anak-anak 0,12 kg/minggu atau 77 ekor/minggu kerang tebalan.

English Abstract

-

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2018/640/051806562
Uncontrolled Keywords: Polusi Air, Logam Berat Kadmium (Cd), Kerang Bulu, Kerang Tebalan
Subjects: 500 Natural sciences and mathematics > 577 Ecology > 577.6 Aquatic ecology > 577.627 Water Pollution (Effect on natural ecology)
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan
Depositing User: soegeng
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/12945
Text
Anni Susanti Shidiq Utami.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item