BKG

Prasetyo, Wahyudi (2013) Pengaruh Beberapa Macam Kombinasi Pupuk Organik dan Anorganik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Jagung manis (Zea mays shaccarata Sturt) ialah sayuran berupa tongkol yang dibutuhkan dalam keadaan segar. Rasa manis dan kandungan gizi yang ada pada jagung manis menyebabkan permintaan akan sayuran ini terus meningkat. Semakin banyaknya swalayan yang menyediakan sayuran dalam keadaan segar, hal ini juga diikuti oleh meningkatnya permintaan akan jagung manis. Meningkatnya permintaan jagung manis merupakan salah satu peluang bisnis bagi petani. Petani ialah sebagai pemasok tunggal komoditas-komoditas pertanian termasuk jagung manis. Untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat dilakukan usaha-usaha perbaikan dalam teknik budidaya. Salah satu usaha perbaikan yaitu dengan intensifikasi. Pupuk organik meningkatkan bahan-bahan organik dalam tanah. Bahan-bahan organik yang ada di dalam tanah sangat bermanfaat bagi tanah dan tanaman. Bahan-bahan organik tanah yang ditambahkan melalui pupuk organik baik langsung maupun tidak langsung memberikan manfaat. Handayanto (1996) menyatakan bahwa dekomposisi bahan organik mempunyai pengaruh langsung dan tidak langsung terhadap kesuburan tanah. Pengaruh secara langsung karena adanya pelepasan unsur hara melalui mineralisasi, sedangkan pengaruh secara tidak langsung adalah menyebabkan akumulasi bahan organik tanah, yang pada gilirannya juga akan meningkatkan penyediaan unsur hara tanaman. Pupuk kandang ialah pupuk yang berupa kotoran padat dan cair yang dihasilkan oleh ternak (Syarief,1989). Ada beberapa pupuk kandang salah satunya ialah kotoran sapi. Kotoran sapi ialah bahan organik yang dapat dijadikan pupuk dalam intensifikasi. Selain kandungan N, P dan K yang terkandung didalamnya cukup tinggi, bahan organik ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh para petani. Pemupukan dengan kotoran sapi diharapkan dapat meningkatkan produksi jagung manis dan memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober hingga Desember 2011 di Desa Tegalweru, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang dengan ketinggian 700 m dpl dan suhu berkisar antara 22ºC. Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ialah cetok, kamera, cangkul, penggaris, timbangan analitik, dan hand refraktometer. Bahan–bahan yang digunakan ialah benih jagung manis varietas Bisi Sweet, pupuk kotoran sapi, pupuk organik (POC Nasa), Pupuk NPK (16-16-16), Decis dan Anthracol. Penelitian ini menggunakan percobaan non faktorial dan dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Terdapat 10 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali, sehingga diperoleh 30 plot percobaan. Tiap perlakuan terdapat 5 tanaman. Sehingga jumlah tanaman dalam penelitian ini berjumlah 150 tanaman. Perlakuan-perlakuan tersebut terdiri dari: 1. Sesuai dengan yang diberikan petani yaitu Urea 200 kg ha-1, KCl 50 kg ha-1, untuk SP36 sebanyak 75 kg ha-1 (Kontrol), 2. Pupuk NPK (16-16-16) 200 kg ha-1, 3. Pupuk POC Nasa 2 ml/tanaman, 4. Pupuk POC Nasa 4 ml/tanaman, 5. Urea 100 kg ha-1, KCL 25 kg ha-1, untuk SP36 sebanyak 37,5 kg ha-1 + Pupuk Kandang sapi 10 ton ha-1, 6. Urea 100 kg ha-1, KCl 25 kg ha-1, untuk SP36 sebanyak 37,5 kg ha-1+ Pupuk Kandang sapi 20 ton ha-1, 7. Urea 100 kg ha-1, KCl 25 kg ha-1, untuk SP36 sebanyak 32,5 kg ha-1+ Pupuk Kotoran sapi segar 1 l air/tanaman, 8. Urea 100 kg ha-1, KCl 25 kg ha-1, untuk SP36 sebanyak 37,5 kg ha-1 + Pupuk Kotoran sapi segar 2 l air/tanaman, 9. Pupuk NPK (16-16-16) + pupuk POC Nasa 1 ml/tanaman dan 10. Pupuk NPK (16-16-16) + pupuk POC Nasa 2 ml/tanaman. Pengamatan pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis dilakukan secara non destruktif dengan mengambil 3 tanaman contoh untuk setiap perlakuan dan dimulai saat umur tanaman 14 hst, kemudian 28, 42 dan 56 hst dan saat panen pada umur 70 hst. Parameter yang diamati adalah parameter pertumbuhan tanaman, dan pengamatan hasil panen. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji F pada taraf 5%. Nilai tertinggi pada komponen pertumbuhan didominasi oleh perlakuan Urea 200 kg ha-1, KCl 50 kg ha-1, SP36 75 kg ha-1 (Kontrol) (P1) meskipun tidak berbeda nyata dengan perlakuanUrea 100 kg ha-1, KCl 25 kg ha-1, SP36 37,5 kg ha-1 + Pukan sapi 20 ton ha-1 (P6), Urea 100 kg ha-1, KCl 25 kg ha-1, SP36 37,5 kg ha-1+ Kotoran sapi segar 1 l air/tanaman (P7) dan Urea 100 kg ha-1, KCl 25 kg ha-1, SP36 37,5 kg ha-1 + Kotoran sapi segar 2 l air/tanaman (P8). Sedangkan nilai rendah terdapat pada perlakuan POC Nasa 2 ml/tanaman (P3) dan POC Nasa 4 ml/tanaman (P4). Komponen hasil yang diamati meliputi panjang tongkol tanpa klobot, diameter tongkol, bobot segar tongkol berklobot, bobot segar tongkol tanpa klobot, dan kadar gula (o Brix). Nilai tertinggi terdapat pada perlakuan Urea 200 kg ha-1, KCl 50 kg ha-1, SP36 75 kg ha-1 (Kontrol) (P1) meskipun tidak berbeda nyata dengan perlakuan Urea 100 kg ha-1, KCl 25 kg ha-1, SP36 37,5 kg ha-1 + Pukan sapi 10 ton ha-1 (P5), Urea 100 kg ha-1, KCl 25 kg ha-1, SP36 37,5 kg ha-1 + Pukan sapi 20 ton ha-1 (P6), Urea 100 kg ha-1, KCl 25 kg ha-1, SP36 37,5 kg ha-1+ Kotoran sapi segar 1 l air/tanaman (P7), Urea 100 kg ha-1, KCl 25 kg ha-1, SP36 37,5 kg ha-1 + Kotoran sapi segar 2 l air/tanaman (P8) dan NPK (16-16-16) 100 kg ha-1.+ POC Nasa 2 ml/tanaman (P10).

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2013/30/051302086
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129416
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item