BKG

Anggraini, Fita (2013) Sistem Tanam Dan Umur Bibit Pada Tanaman Padi Sawah (Oryza Sativa L.) Varietas Inpari 13. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Padi merupakan sumber pangan utama di Indonesia. Menurut data Badan Pusat Statistik, produksi padi di Indonesia dari tahun 2009 hingga 2011 mengalami peningkatan. Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan pangan penduduk. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi tanaman padi adalah dengan meningkatan efisiensi pertanaman melalui pengaturan sistem tanam dan mengefisienkan umur bibit di lahan persemaian. Menurut Pahruddin (2004), Prinsip dari sistem tanam jajar legowo adalah pemberian kondisi pada setiap barisan tanam padi untuk mengalami pengaruh sebagai tanaman barisan pinggir yang secara umum menunjukkan hasil lebih tinggi daripada tanaman di bagian dalam. Selain itu, mengefisienkan umur bibit dapat dilakukan dengan menanam pada saat masih muda. Tujuan utama dilaksanakan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh sistem tanam dan umur bibit yang tepat sehingga dapat meningkatkan produksi padi sawah (Oryza sativa L.) varietas Inpari 13. Hipotesis yang diusulkan adalah Penggunaan sistem tanam jajar legowo 2:1 dengan umur bibit 14 hari mampu meningkatkan produksi padi sawah (Oryza sativa L.) varietas Inpari 13. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Maret 2012 – Juli 2012 di Ds. Kalianyar, Kec. Kertosono, Kab. Nganjuk. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 8 perlakuan dan 3 kali ulangan. Sistem tanam diletakkan sebagai petak utama yang terdiri dari: J1 = sistem tegel dan J2 = sistem jajar legowo 2:1. Sedangkan untuk umur bibit sebagai anak petak yang terdiri dari : U1 = 7 hari, U2 = 14 hari, U3 = 21 hari dan U4 = 28 hari. Pengamatan terhadap tanaman padi dilakukan dengan cara destruktif. Pengamatan dilaksanakan pada saat tanaman berumur 30, 40, 50, 60, 70, HST dan panen. Pengamatan pertumbuhan meliputi panjang tanaman per rumpun, jumlah anakan per rumpun, luas daun, bobot kering total tanaman, Indeks Luas Daun (ILD) dan Laju Pertumbuhan Tanaman. Pengamatan komponen hasil meliputi jumlah malai per rumpun, bobot 1000 butir biji, produksi gabah ton ha-1 bobot gabah per rumpun dan indeks panen. Keragaman data hasil pengamatan dianalisis pada taraf nyata 5%, apabila terdapat pengaruh nyata antar perlakuan dilakukan uji lanjut menggunakan uji BNT pada taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi nyata antara perlakuan sistem tanam jajar legowo dan umur bibit 14 hari. Sistem tanam legowo memberikan hasil lebih baik pada jumlah anakan, indeks luas daun dan produksi gabah ton ha-1 bila dibandingkan dengan sistem tanam tegel. Tanaman padi dengan perlakuan umur bibit 14 hari mampu meningkatkan produksi padi sawah dan tidak berbeda nyata dengan perlakuan umur bibit 7 hari . Hal ini terlihat dari hasil jumlah anakan, luas daun, indeks luas daun, bobot kering total tanaman, laju pertumbuhan, jumlah malai/rumpun, produksi gabah ton/ha, bobot gabah/rumpun dan indeks panen yang lebih baik daripada umur bibit 21 dan 28 hari.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2013/29/051302085
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129404
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item