BKG

Sauki, Achmad (2013) Pengaruh Jarak Tanam Dan Waktu Penggenangan Pada Metode Sri (System Of Rice Intensification) Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Padi (Oryza Sativa L.). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Tanaman Padi (Oryza Sativa L.) Ialah Tanaman Penghasil Beras Yang Digunakan Sebagai Bahan Pangan Utama Hampir 90 % Penduduk Indonesia. Pada Tahun 2009, Kebutuhan Beras Nasional Mencapai Sekitar 32 Juta Ton Yang Diperoleh Dari 66 Juta Ton Gabah Padi Dari Areal Luas Panen Di Seluruh Indonesia 13,2 Juta Hektar (Bps, 2010). Kebutuhan Akan Beras Ini Diprediksi Akan Terus Meningkat Seiring Dengan Laju Pertambahan Populasi Penduduk Indonesia Yang Tahun 2011 Telah Mencapai 230 Juta Jiwa. Tanaman Padi Di Indonesia Lazim Dibudidayakan Di Lahan Sawah, Yakni Lahan Dengan Media Tanah Berlumpur Yang Di Jenuhi Air Dan Hanya Sebagian Kecil Saja Yang Dibudidayakan Di Lahan Kering. Problem Utama Produksi Padi Di Indonesia Adalah Lahan Sawah Di Lahan Jawa Yang Semakin Terbatas Akibat Kompetisi Dengan Infrastruktur, Sedangkan Lahan Luar Jawa Belum Siap Dan Belum Berproduksi Optimal. System Of Race Intensification (Sri) Adalah Teknik Budidaya Dengan Memanfaatkan Teknik Pengelolaan Tanaman, Tanah Dan Air. Metode Ini Pertama Kali Dikenalkan Oleh Seorang Biarawan Asal Prancis, F.R. Henri De Laulanie, S.J Di Madagaskar Pada Tahun 1983 (Disimp, 2006). Pada Sistem Tanaman Sri Digunakan Jarak Tanam Yang Lebar, Yaitu 25 X 25 Cm Atau 30 X 30 Cm Bahkan 40 X 40 Cm Dengan Bibit Berumur Muda, Yaitu 7 Hari Dan Jumlah Bibit 1 Tanam Per Lubang Tanam. Penggunaan Jarak Tanam Lebar Bertujuan Untuk Meningkatkan Jumlah Anakan Produktif Sedangkan Penggunaan Bibit Muda Untuk Mengurangi Stress Tanaman Waktu Dipindahtanam (Suryanto, 2010). Tujuan Dari Penelitian Ini Adalah Untuk Mengetahui Pengaruh Berbagai Jarak Tanam Dan Waktu Penggenangan Pada Metode Sri (System Of Rice Intensification) Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Padi (Oryza Sativa L.) Yang Terbaik. Hipotesis Yang Diajukan Ialah Jarak Tanam (25 X 25 Cm) Dengan Perlakuan Penggenangan Pada Saat Umur 35 Hss Bias Meningkatkan Produksi Tanaman Padi Yang Optimal. Penelitian Di Laksanakan Di Kebun Praktikum Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Dengan Ketinggian + 540 Meter Di Atas Permukaan Laut Dan Suhu 23 – 26 0c. Penelitian Ini Dilaksanakan Pada Bulan Agustus Sampai Bulan November 2012. Penelitian Ini Menggunakan Rancangan Acak Kelompok (Rak) Yang Terdiri Dari 8 Kombinasi 8 Perlakuan Dan Diulang 3 Kali. Adapun Kombinasi Perlakuan Adalah Sebagai Berikut : 1. J1a0 Jarak Tanam 25 X 25 Cm Petak Diairi Secara Terus Menerus (Metode Konvensional). 2. J1a1 Jarak Tanam 25 X 25 Cm Penggenangan Air Saat Umur 35 Hss Sampai Panen. 3. J1a2 Jarak Tanam 25 X 25 Cm Penggenangan Air Saat Umur 45 Hss Sampai Panen. 4. J1a3 Jarak Tanam 25 X 25 Cm Petak Diari Secara Berselang (Intermittent). 5. J2a0 Jarak Tanam 35 X 35 Cm Petak Diairi Secara Terus Menerus (Metode Konvensional). 6. J2a1 Jarak Tanam 35 X 35 Cm Penggenangan Air Saat Umur 35 Hss Sampai Panen. 7. J2a2 Jarak Tanam 35 X 35 Cm Penggenangan Air Saat Umur 45 Hss Sampai Panen. 8. J2a3 Jarak Tanam 35 X 35 Cm Petak Diari Secara Berselang (Intermittent). Dan Parameter Pengamatan Pertumbuhan Meliputi: Jumlah Anakan Per Rumpun, Jumlah Anakan Produktif Per Rumpun, Indeks Luas Daun. Pengamatan Komponen Hasil Panen, Meliputi: Jumlah Malai Per Rumpun, Bobot Gabah Kering (G/M2 Dan Ton/Ha), Dan Bobot 100 Butir. Pengamatan Dilakukan Pada Komponen Pertumbuhan Vegetatif Dan Generatif. Pengamatan Dilakukan Sebanyak 5 Kali Yaitu Pada Saat Tanaman Berumur 30, 45, 60, 75 Dan Saat Panen 90 Hst. Data Yang Diperoleh Dari Hasil Pengamatan Dianalisis Dengan Menggunakan Sidik Ragam Atau Uji F Pada Taraf 5% Untuk Mengetahui Interaksi Diantara Perlakuan Apabila Terdapat Pengaruh Nyata Maka Dilanjutkan Dengan Uji Bnt Taraf 5%. Pada Perlakuan Penggenangan Saat Umur 35 Hss Memberikan Hasil Tertinggi Pada Beberapa Komponen Pertumbuhan Tanaman, Seperti Pada Panjang Tanaman, Jumlah Anakan, Jumlah Anakan Produktif, Luas Daun Tanaman, Indeks Luas Daun, Bobot Kering Tanaman, Berat Gabah 1000 Butir, Serta Jumlah Malai Dan Gabah Pertanaman. Sedangkan Perlakuan Jarak Tanam 25 X 25 Cm Dengan Penggenangan Pada Saat Umur 35 Hss Memberikan Produksi Sebesar 7.62 Ton Ha-1 Dan Hasil Terendah Pada Perlakuan Jarak Tanam 35 X 35 Cm Dengan Penggenangan Intermittent Menghasilkan Produksi 3.27 Ton Ha-1.

English Abstract

Rice Plants ( Oryza Sativa L.) Crops Are Rice As A Staple Food Used Nearly 90 % Of Indonesias Population . In 2009 , The Need Berasnasional Reached About 32 Million Tons Obtained From 66 Million Tons Of Paddy Rice Area Harvested Area At 13.2 Jutah Ektar Throughout Indonesia ( Bps , 2010). This Rice Needs Diprediksiakan Will Continue To Increase Along With The Rate Of Population Increase Of Indonesia In 2011 Has Reached 230 Million . Prevalent In Indonesian Rice Plants Cultivated In Paddy Fields , Ie Land With Soil Media In Jenuhi Muddy Water And Only A Small Number Are Cultivated On Dry Land . The Main Problem Of Rice Production In Indonesia Is Rice Fields In Java Land Is Increasingly Limited Due To Infrastructure Competition , While Land Outside Java Is Not Ready And Yet Produce Optimally. System Of Race Intensification (Sri) Is A Cultivation Technique By Utilizing Crop Management Techniques , Soil And Water . This Method Was First Introduced By A French Monk , Fr Henri De Laulanie , Sj In Madagascar In 1983 (Saved , 2006) . At Sri Crop Systems Used Wide Spacing , Ie 25 X 25 Cm Or 30 X 30 Cm 40 X 40 Cm Even At A Young Age Seedlings , Which Is 7 Days And The Number Of Seeds Planted Per Planting Hole 1. The Use Of Wide Spacing Aims To Increase The Number Of Productive Tillers While The Use Of Young Seedlings To Reduce Plant Stress Transferred Planting Time (Suryanto , 2010). The Purpose Of This Study Was To Determine The Effect Of Different Spacing And Timing Of Inundation At Sri (System Of Rice Intensification) On The Growth And Yield Of Rice (Oryza Sativa L.) Is The Best. The Proposed Hypothesis Is Spacing (25 X 25 Cm) With The Inundation Treatment At The Age Of 35 Days After Sowing Could Increase Rice Production Optimum. Research Carried On In The Garden Practicum Brawijaya University, Village Kepuharjo, Karangploso District, Malang Regency. With A Height Of 540 + Meters Above Sea Level And Temperature Of 23-26 0c. This Study Was Conducted From August To November 2012 . This Study Uses A Randomized Block Design (Rbd) Consisting Of 8 Treatment Combinations 8 And Repeated 3 Times. The Combination Treatment Is As Follows : 1. J1a0 Spacing Of 25 X 25 Cm Continuously Irrigated Plots (Conventional Method). 2. J1a1 Spacing Of 25 X 25 Cm Flooding At The Age Of 35 Days After Sowing To Harvest. 3. J1a2 Spacing Of 25 X 25 Cm Flooding At The Age Of 45 Days After Sowing To Harvest. 4. J1a3 Spacing Of 25 X 25 Cm Plots Irrigated Intermittently (Intermittent). 5. J2a0 Spacing Of 35 X 35 Cm Continuously Irrigated Plots (Conventional Method). 6. J2a1 Spacing Of 35 X 35 Cm Flooding Saa Tumur 35 Days After Sowing To Harvest. 7. J2a2 Spacing Of 35 X 35 Cm Flooding At The Age Of 45 Days After Sowing To Harvest. 8. J2a3 Spacing Of 35 X 35 Cm Plots Irrigated Intermittently (Intermittent). And Observations Of The Growth Parameters Include : Number Of Tillers Per Hill, Number Of Productive Tillers Per Hill, Leaf Area Index. Observations Yield Components, Including : Number Of Panicles Per Hill, Grain Dr Weight (G/M2 And Ton/Ha), Grain Hollow And Weighs 100 Grains. Observations Were Made On Vegetative And Generative Growth Component. Observations Performed 5 Times, Namely When Plants Were 30, 45, 60, 75 And 90 Dap Harvest Time. Data Obtained From The Observations Were Analyzed Using Analysis Of Variance Or F Test At 5% Level For The Interaction Between Treatment Effect When There Is Real Then Followed By Lsd Test Level Of 5 %. At The Age Of Inundation Treatment 35 Days After Seeding Gave The Highest Yields On Some Components Of Plant Growth, Such As The Length Of The Plant, Number Of Tillers, Number Of Productive Tillers, Plant Leaf Area, Leaf Area Index, Plant Dry Weight, Grain Weight Of 1000 Grains, As Well As The Number Of Panicles And Grain Crops. While Treatment Spacing Of 25 X 25 Cm With Flooding At The Age Of 35 Days After Sowing Gave A Production Of 7.62 Tons Ha- 1 And Lowest Results In The Treatment Spacing 35 X 35 Cm With Intermittent Flooding Of Production Yield 3.27 Tons Ha- 1.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2013/284/051311018
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129398
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item