BKG

Wulandari, AngeliaNorma (2013) Penggunaan Bobot Umbi Bibit Pada Peningkatan Hasil Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L.) G3 dan G4 Varietas Granola. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kentang (Solanum tuberosum L.) merupakan komoditas hortikultura yang saat ini menjadi bahan pangan alternatif sebagai sumber karbohidrat selain padi, gandum dan jagung. Nilai pangan kentang dengan serelia atau bahan pangan lain lebih tinggi berdasarkan produksi kalori dan protein (Suri dan Jayasinghe, 2002).Produksi kentang di Indonesia pada tahun 2012 sebesar 1.068.800ton dan produktivitas 16.57 ton.ha-1 (Badan Pusat Statistik, 2013). Pada saat ini kentang dapat dimanfaatkan untuk industri olah makanan. Oleh sebab itu, bibit menjadi salah satu faktor penting dalam budidaya kentang, karena dengan umbi yang mempunyai mutu baik dapat membantu meningkatkan produktivitas kentang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bobot umbi bibit yang tepat terhadap produksi tanaman kentang G3 dan G4 varietas granola. Hipotesis dari penelitian ini bobot umbi bibit berpengaruh terhadap produksi tanaman kentang G3 dan G4 varietas granola. Umbi bibit kentang G3 dengan bobot umbi bibit 41- 60 g/umbi bisa meningkatkan produksi tanaman kentang secara optimal. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Waktu pelaksanaan penelitian ini di mulai bulan April sampai bulan Juli 2012. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi : bibit kentang granola G3 dan G4 (B1 = < 20 g, B2 = 21-40 g, B3 = 41-60 g dan B4 = > 60 g),kompos kotoran sapi, pupuk urea, pupuk SP-36, pupuk KCL, dan untuk pengendalian hama penyakit menggunakan Furadan dan Dithane M-45. Alat yang dipergunakan dalam penelitian ini meliputi : cangkul, sabit, pisau, meteran, LAM, tali plastik, timbangan, gembor, hand sprayer, dan alat tulis. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Petak Terbagi (RPT) terdiri dari 2 faktor perlakuan yaitu Petak Utama dan anak petak. Petak utama terdiri dari 2 taraf dan anak petak terdiri dari 4 taraf, sehingga diperoleh 8 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan. Parameter pengamatan dilakukan secara destruktif yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah batang, berat kering total tanaman, jumlah umbi per tanaman. Analisis perttumbuhan tanaman yang akan dilakukan yaitu Indeks Luas Daun (ILD), Net Assimilation Rate (NAR), dan Crop Growth Rate (CGR). Data yang diperoleh dianalisa menggunakan analisis ragam dimana F hitung diperbandingkan dengan nilai F tabel pada taraf 5%. Selanjutnya jika terdapat pengaruh nyata, dilakukan pengujian dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan interaksi nyata antara perlakuan generasi bibit dan bobot umbi bibit pada pengamatan tinggi tanaman, jumlah batang, jumlah daun, luas daun, indeks luas daun, bobot kering total tanaman, laju asimilasi bersih, jumlah umbi kelas B, bobot segar umbi/tanaman, dan produksi umbi ton.ha-1. Penggunaan generasi bibit G4 dengan bobot umbi bibit 41-60 gram mampu menghasilkan produksi umbi (ton.ha-1) sebesar 21 ton.ha-1.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2013/270/051310268
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129387
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item