BKG

FaizahAndhitaUmi, (2013) Pengaruh Lama Penyimpanan dan Pemacu Perkecambahan Benih G2 (Generasi 2) terhadap Potensi Produksi Benih G3 dan Produktivitas Tebu (Saccharum officinarum L.) di Kebun Tebu Giling (KTG). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan komoditi perkebunan penting yang bernilai ekonomi tinggi, digunakan sebagai bahan baku utama penghasil gula pasir. Program swasembada gula nasional yang dicanangkan pada tahun 2014 diproyeksikan produktivitas gula mencapai 5,7 juta ton. Salah satu upaya untuk mempercepat pencapaian swasembada gula adalah melalui perluasan areal pertanaman tebu dan penyediaan benih. Penyediaan benih tebu dalam jumlah besar ditempuh dengan perbanyakan cepat benih tebu melalui penyediaan benih generasi 2 (G2) kultur jaringan. Pada tahun 2010 dan 2011 di P3GI telah memproduksi benih G2 yang siap untuk didistribusikan ke petani di beberapa propinsi pengembangan tebu di Indonesia. Oleh karena itu benih tebu harus tetap bermutu tinggi saat diterima oleh petani. Pada saat penyimpanan terjadi penurunan kadar air, dengan berkurangnya kadar air terjadi proses perombakan sukrosa menjadi gula sederhana (fruktosa dan glukosa). Pawirosemadi (2011) menyatakan bahwa perkecambahan akan berlangsung dengan baik apabila mutu benih yang digunakan untuk bahan tanam baik dan lingkungan cukup memadai. Namun apabila mutu benih dan keadaan lingkungan tempat perkecambahan kurang menguntungkan, dapat diberikan perlakuan-perlakuan tertentu pada benih untuk membantu mengurangi dampak keadaan tersebut. Beberapa perlakuan yang diberikan adalah pemacu perkecambahan sebelum benih ditanam. Penelitian tentang pengaruh lama penyimpanan dan pemacu perkecambahan pada benih G2 tebu sebelumnya sudah dilaksanakan mulai dari penyimpanan benih dan perlakuan pemacu perkecambahan, pendederan benih dalam polybag serta transplanting benih ke lahan hingga tanaman berumur 4 bulan. Dari penelitian tersebut telah dilakukan pengamatan pada fase perkecambahan, oleh karena itu diperlukan penelitian lebih lanjut sejauh mana pengaruh lama penyimpanan dan pemacu perkecambahan terhadap pertumbuhan vegetatif (umur 4-8 bulan) dan potensi produksi tebu asal benih G2. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan dan perlakuan pemacu perkecambahan terhadap pertumbuhan vegetatif, potensi produksi benih G3 dan produktivitas tebu pada kebun tebu giling (KTG). Hipotesis yang diajukan adalah perlakuan lama penyimpanan 6 hari dan pemacu perkecambahan air kapur dapat menghasilkan pertumbuhan vegetatif yang paling cepat dan produksi benih G3 serta produktivitas tebu terbaik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari - Juli 2012 di kebun Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia (P3GI) Pasuruan, Jl. Pahlawan no.25 Pasuruan, Jawa Timur. Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: hand counter, penggaris, jangka sorong, timbangan “hand refractometer” dan alat untuk analisa rendemen. Bahan-bahan yang digunakan adalah benih bagal mikro ii G2 varietas PS 862, larutan ZA, hormon GA3, larutan kapur, fungisida, besek, tali plastik, polibag, waring, campuran media tanah dan pasir (3:1), serta bahan untuk analisa rendemen. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana terdiri dari 24 perlakuan dan diulang 3 kali, sehingga diperoleh 72 petak percobaan. Perlakuan merupakan kombinasi dari lama penyimpanan dan pemacu perkecambahan. Penyimpanan terdiri atas 4 perlakuan yaitu 0, 3, 6 dan 9 hari, sedangkan pemacu perkecambahan terdiri atas hormon GA3 0,25 g 10 l-1, fungisida 2 g l-1, larutan kapur 2 g l-1, larutan ZA 3,6 g l-1, air dan kontrol. Benih direndam dalam larutan perkecambahan selama 45 menit. Pengamatan pertumbuhan vegetatif dilakukan secara non destruktif pada umur tanaman 18, 20, 22, 24, 26, 28, 30 dan 32 mst (minggu setelah tanam). Pengamatan pertumbuhan vegetatif meliputi tinggi batang, jumlah anakan per rumpun, jumlah batang per juring, diameter batang jumlah ruas dan panjang ruas. Potensi produksi benih G3 diamati pada tanaman umur 32 mst dengan parameter pengamatan jumlah benih (mata tebu) per hektar. Untuk pengamatan produktivitas tebu giling dilakukan secara destruktif pada umur tanaman 44 mst dengan parameter pengamatan terdiri dari brix, bobot tebu per hektar, rendemen dan hablur per hektar. Data yang diperoleh dari hasil pengamatan dianalisis dengan analisis ragam (uji F) pada taraf 5%. Apabila hasil pengujian menunjukkan perbedaan yang nyata, maka dilanjutkan dengan menggunakan uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan vegetatif benih G2 pada parameter jumlah anakan per rumpun yang tinggi didapatkan dari perlakuan lama penyimpanan dengan pemacu perkecambahan larutan kapur 2 g l-1. Sedangkan untuk tinggi batang, diameter batang, panjang dan jumlah ruas menunjukkan hasil tidak berbeda nyata pada berbagai perlakuan. Untuk potensi produksi benih G3, perlakuan pemacu perkecambahan larutan ZA memberikan hasil rata-rata produksi benih G3 yang tinggi dengan jumlah benih (mata tebu) per hektar sebesar 974.773. Untuk potensi produktivitas tebu di kebun tebu giling (KTG), potensi rendemen yang tinggi terdapat pada perlakuan pemacu perkecambahan hormon GA3 25 mg l-1 dengan rata-rata potensi rendemen 13,09 %. Produktivitas tebu dan potensi produksi hablur gula yang tinggi diperoleh dari perlakuan pemacu perkecambahan larutan ZA 3,6 g l-1 dengan nilai 110 ton ha-1 dan 13,62 ton ha-1 masing-masing untuk bobot tebu dan potensi produksi hablur gula.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2013/25/051302081
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129366
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item