BKG

Sari, SeptiWulan (2013) Keragaman Genetik dan Heritabilitas Enam Genotip Gladiol (Gladiolus hybridus L.). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Gladiol (Gladiolus hybridus L.) di produksi sebagai bunga potong dan mempunyai nilai ekonomi dan estetika yang tinggi. Produktivitas bunga potong dan bibit gladiol ditingkat petani masih rendah, yaitu baru mencapai 169.189 tangkai dan 36.405 subang/ha. Volume pemasaran di kota-kota besar telah mencapai 127.200 tangkai per minggu, dan akhir-akhir ini permintaan bunga potong meningkat rata-rata 10 % per tahun. Peningkatan produksi perlu dilakukan seiring dengan kebutuhan gladiol yang terus meningkat yaitu dengan menyediakan kultivar-kultivar unggul gladiol berdaya hasil tinggi dan disukai konsumen. Keragaman genetik materi pemuliaan adalah modal dasar bagi pemulia tanaman untuk merakit kultivar baru (Poelhman and Sleper, 1996). Keberhasilan suatu usaha pemuliaan tanaman akan ditentukan oleh adanya keragaman genetik yang luas memungkinkan untuk melihat perbedaan karakter yang diamati dari masing-masing genotipe, sehingga akan didapatkan genotipe yang memiliki nilai tertinggi dari karakter tertentu dibandingkan yang lainnya. Oleh karena itu perlu adanya penyedia informasi tentang keragaman genetik gladiol dan heritabilitas agar pengembangan komoditas ini dapat berjalan baik dan usaha perbaikan varietas maupun pemuliaan tanaman gladiol menjadi lebih terarah. Warna, bentuk dan ukuran bunga gladiol sangat beragam yang jarang dijumpai pada tanaman hias lain (Wilfret, 1992). Hal ini akan sangat membantu pemulia tanaman untuk mengembangkan kultivar baru dengan karakteristik bunga yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman genetik dan heritabilitas enam genotip gladiol (Gladiolus hybridus L.). Hipotesis dari penelitian ini yaitu terdapat perbedaan keragaman genetik dan heritabilitas enam genotipe gladiol (Gladiolus hybridus L.) pada karakter yang diamati. Penelitian ini dilaksanakan di lahan pertanian yang berlokasi di Desa Junggo, Kecamatan Bumiaji, Batu yaitu daerah dataran tinggi dengan ketinggian tempat ± 1300 m dpl. Curah hujan rata-rata 8,9 mm, suhu rata-rata 18 s/d 24˚ C. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2012 sampai Agustus 2012. Enam genotip gladiol lokal Batu yang digunakan terdiri dari: gladiol lokal merah cerah (GL01), gladiol lokal orange (GL02), gladiol lokal merah hati (GL03), gladiol lokal kuning (GL04), gladiol lokal putih kombinasi ungu (GL05), gladiol lokal putih polos (GL06). Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain; cangkul, sabit, ember, gembor, ajir, raffia, gunting potong atau pisau, kamera, penggaris atau meteran dan alat tulis seperti pensil atau bolpoin, spidol, kertas atau buku tulis, dan botol aqua 1,5 liter. Parameter pengamatan meliputi: karakter kuantitatif (tinggi tanaman, panjang daun, jumlah bunga, panjang karangan bunga, diameter bunga, saat munculnya bunga, panjang tabung bunga, umur panen, vase life) dan karakter kualitatif (warna utama bunga, bentuk bunga, warna daun, bentuk karangan bunga, warna sepal, penampakan tepi sepal, susunan floret, pola warna petal). Penelitian ini disusun menurut Rancangan Acak Kelompok. Terdiri atas enam perlakuan genotip. Ulangan dilakukan sebanyak 3 kali. Peletakan masing-masing percobaan dilakukan secara acak dengan menggunakan metode RAK. Setiap satu plot dalam ulangan terdiri dari 12 tanaman. Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisis varian (ANNOVA) dilakukan uji F 5 %. Dan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil analisa ragam menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat nyata antar genotipe untuk beberapa karakter kuantitatif yang diuji, yaitu tinggi tanaman, panjang karangan bunga, panjang daun, diameter bunga, jumlah bunga, umur berbunga, umur panen, dan vase life. Hasil yang tidak berbeda nyata antar genotipe ditunjukkan oleh karakter panjang tabung bunga. Pengamatan karakter kualitatif pada enam genotipe gladiol yang diuji juga menunjukkan adanya keragaman dalam warna daun, bentuk bunga, warna utama bunga, penampakan tepi sepal, warna sepal, dan pola warna petal. Nilai heritabilitas berkisar rendah hingga tinggi (16,7% - 94,0%). Karakter yang memiliki nilai heritabilitas tinggi terdapat pada karakter tinggi tanaman, panjang karangan bunga, panjang daun, diameter bunga, jumlah bunga, umur berbunga, umur panen, dan vase life. Karakter yang memiliki nilai heritabilitas rendah terdapat pada panjang tabung bunga. Genotipe yang memiliki panjang karangan bunga lebih panjang yaitu GL02 ( 99,28 cm), genotipe yang memiliki rata-rata diameter bunga paling besar yaitu genotipe GL03 (11,80 cm), dan genotipe yang memiliki vase life (lama kesegaran bunga) lebih lama yaitu pada genotip GL03 (8,56 hari). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa genotipe GL02 yang memiliki karangan bunga lebih panjang dan GL03 yang memiliki diameter bunga terbesar dan vase life lebih lama dapat dijadikan sebagai tetua atau dievaluasi lebih lanjut.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2013/24/051302080
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129355
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item