BKG

AfandiMochammadAli, (2013) Respon Pertumbuhan dan Hasil Lima Varietas Melon (Cucumis melo L.). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Melon (Cucumis melo L.) ialah tanaman buah termasuk Famili Cucurbitaceae. Di Indonesia, usaha budidaya melon pada awalnya terdapat di Cisarua-Bogor dan Kalianda-Lampung, namun pada saat ini sudah menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia. Buah melon ialah salah satu dari buah-buahan yang memiliki keunggulan komparatif yaitu umur pendek (antara 60-70 hari) dan harga jual cukup tinggi. Pada tahun 2005-2007, produksi melon Indonesia cenderung stagnan, masing-masing 58,440; 55,370; dan 59,814 ton. Sedangkan pada tahun 2003 produksi melon sempat mencapai 70,560 ton. Ketersediaan buah melon berkaitan erat dengan faktor lingkungan dan varietas buah melon. Perbedaan ketinggian tempat dan iklim pada masing-masing daerah menyebabkan tidak semua daerah cocok untuk ditanami melon. Di sisi lain, tipe melon yang banyak di pasaran saat ini kurang variatif. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil lima varietas buah melon pada tiga ketinggian tempat yang berbeda, yaitu dataran tinggi, medium dan dataran rendah. Hipotesis yang diajukan ialah (1) Terdapat interaksi antara ketinggian tempat dengan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman melon, (2) Perbedaan ketinggian tempat berpengaruh terhadap umur tanaman, karakter kualitatif dan karakter kuantitatif tanaman melon, (3) Perbedaan varietas berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pada setiap ketinggian tempat. Penelitian ini telah dilaksanakan pada Juni 2011 di PT. BISI International Tbk. di tiga ketinggian tempat yaitu dataran rendah, dataran medium, dan dataran tinggi. Dataran rendah dengan ketinggian ± 150 m dpl, dataran medium dengan ketinggian ± 550 m dpl, dan dataran tinggi dengan ketinggian ± 1050 m dpl. Alat yang digunakan ialah mulsa hitam perak, traktor, ember, power sprayer, meteran, thermometer, hygrometer, light meter, colour chart, kamera digital, penggaris, hand refraktometer, timbangan, dan alat tulis. Bahan yang digunakan ialah benih tanaman melon (Cucumis melo L.), air, pestisida, pupuk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah Rancangan Petak Terbagi (RPT). dengan faktor utama ialah ketinggian tempat : (1) T1: dataran rendah (2) T2: dataran medium (3) T3: dataran tinggi, faktor anak petak ialah varietas : (1) V1: Melindo 10, (2) V2: BME 3234, (3) V3: BME 3284, (4) V4: BME 3223 dan (5) V5: Apollo. Percobaan diulang 3 kali. Pengamatan dilakukan pada 8 tanaman per perlakuan. Pengamatan yang dilakukan meliputi pengamatan non destruktif yang diamati setiap 6 hari sekali dan pengamatan panen sebanyak 8 tanaman. Pengamatan non destruktif meliputi pengamatan cuaca dan pengamatan agronomi. Kemudian dilanjutkan dengan pengamatan panen. Data pengamatan yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F) pada taraf 5%. Pada beda nyata (F hitung > F tabel 5%), dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%. i iv Interaksi antara ketinggian tempat dan varietas terjadi pada tinggi tanaman pada umur 30 dan 36 hst, jumlah daun pada umur 30 dan 60 hst dan pada luas daun pada umur 36 hst. Selain itu, interkasi antara ketinggian tempat dan varietas juga terjadi pada jumlah bunga, tebal daging buah, diameter buah, umur muncul bunga dan umur panen. Interaksi antara ketinggian tempat dan varietas menunjukkan bahwa faktor lingkungan memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap kemampuan masing-masing varietas untuk berekspresi. Ketinggian tempat berpengaruh terhadap jumlah buah, kadar gula buah, bobot buah, umur muncul bunga dan umur panen. Faktor iklim mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman melon yang ditanam pada ketinggian tempat yang berbeda. Perbedaan varietas berpengaruh pada bentuk buah, warna kulit buah, warna daging buah, tekstur daging buah, aroma buah dan rasa buah. Pada dataran rendah varietas yang cocok ditanam ialah varietas Apollo. Pada dataran menengah semua varietas cocok ditanam. Pada dataran tinggi varietas yang cocok ditanam ialah varietas Melindo 10 dan Apollo. Sebaiknya tanaman melon ditanam pada dataran menegah dengan ketinggian tempat berkisar antara 500 hingga 1000 m dpl karena pada ketinggian tersebut tanaman melon mampu tumbuh secara optimal. Namun untuk beberapa varietas mampu tumbuh pada dataran rendah dan dataran tinggi.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2013/22/051302078
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129335
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item