BKG

Arnanto, Driska (2013) Uji Toleransi Salinitas Terhadap Sepuluh Genotip F1 Tomat (SolanumlycopersicumL.). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Tomatmerupakantanamansayuranbuah yang memilikinilaiekonomis, karenasangatdigemarimasyarakatdanmempunyainilaigizitinggi. Varietastomatungguldiperlukanuntukmemenuhiberbagaikeragamanagroekologi yang cukupluas.Rendahnya produksi tanaman tomat dapat disebabkan oleh penggunaan kultivar yang peka terhadap penyakit, mutu benih yang rendah, teknik bercocok tanam yang kurang tepat dan keadaan lingkungan yang tidak menunjang pertumbuhan tanaman secara optimal. Salah satu kendala dalam memanfaatkan lahan kurang produktif ini adalah salinitas. Di Indonesia, lahan salin merupakan daerah yang luas dan sangat potensial untuk dikembangkan terutama untuk produksi pertanian. Tanah salin menyebabkan pH dalam tanah meningkat (lebih dari 7) sehingga tanah bersifat basa. Tanah yang bersifat basa menyebabkan ketersediaan unsur hara sedikit, unsur hara telah diikat oleh Ca. Tanah dikatakan salin apabila mengandung garam-garam yang dapat larut dalam jumlah banyak sehingga mengganggu pertumbuhan tanaman. Penyebab lahan salin terbagi atas dua bagian yaitu penyebab primer dan penyebab sekunder. Lahan salin primer terjadi secara alami dan sekitar 7 % dari permukaan bumi. Lahan salin sekunder terjadi akibat aktifitas manusia. Salinitas sekunder saat ini diperkirakan terjadi pada sekitar 80 juta ha yang awalnya cocok untuk pertanian (Barret-Lennard, 2002). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon dan toleransi beberapa genotip F1 tomat pada tingkat salinitas yang berbeda. Penelitian dilaksanakan di RumahPlastikKebun Percobaan Jatikerto Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya pada bulan Juli sampai dengan Oktober 2012. Alat yang digunakan selama penelitian antara lain : gelas ukur, polibag ukuran 5 kg, gunting, label, tali rafia, alat tulis dan timbangan digital. Bahan yang digunakan dalam penelitian antara lain benih 10 genotip F1 tomat, pupuk NPK (16:16:16), Insektisida, air dan garam (NaCl). Percobaan dalam penelitian ini merupakan percobaan faktorial. Faktor 1 berupa genotip F1 tomat (V) yaitu BTM 867 (V1), BTM 2645 (V2), BTM 1076 (V3), BTM 2064 (V4), BTM 9323 (V5), BTM 9358 (V6), BTM 9291 (V7), BTM 9294 (V8), TM 0001 (V9), dan TM 0002 (V10).Faktor 2 berupa pemberian garamNaCl dengan dosis0 mg/polibag (K0), 750 mg/polibag (K1), 1500 mg/polibag (K2), dan 2250 mg/polibag (K3). Percobaan dilaksanakan dalam Rancangan Acak Kelompok dengan 3 ulangan. Setiap perlakuan kombinasi terdapat dua tanaman. Parameter yang diamati antara lain: tinggitanaman, umurberbunga, jumlahbunga per tanaman, inisiasi pembentukan buah, jumlahbuah per tanaman, beratbuah per tanaman. Data yang diperoleh diuji dengan uji Duncan dengan taraf nyata 5% (P=0,05). HasilpenelitianmenunjukkanbahwaperlakuankonsentrasilarutanNaCltidakberpengaruhpadasepuluhgenotip F1 danpadavariabelpengamatantinggitanaman, umurberbunga, jumlahbunga, inisiasibuah, jumlahbuahdanbobotbuah per tanaman. Namunmenunjukkanperbedaannyatapadatiapgenotip F1terhadapvariabelpengamatantinggitanaman, umurberbunga, jumlahbunga, inisiasibuah, jumlahbuah, danbobotbuah per tanaman.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2013/190/051308048
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129305
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item