BKG

Ariyanto, Dwi (2013) Pengaruh Bahan Organik terhadap Sifat Tanah dan Pertumbuhan serta Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Selama ini praktek budidaya tanaman bawang merah dilakukan secara intensif oleh petani baik pengolahan tanah maupun penggunaan pupuk kimia, hal ini dapat menyebabkan kualitas tanah menurun. Tanaman bawang merah membutuhkan tanah yang subur dan gembur selama pertumbuhannya. Keadaan tanah yang gembur dapat mendukung tanaman bawang merah dalam pembentukan umbi, karena apabila tanah mengalami pemadatan, maka umbi bawang merah tidak bisa berkembang dengan maksimal. Tinggi rendahnya bobot umbi bawang merah juga dipengaruhi oleh unsur hara yang diserap oleh tanaman, salah satunya adalah unsur Nitrogen. Unsur Nitrogen merupakan unsur utama bagi pertumbuhan tanaman dan dapat meningkatkan bobot basah dan bobot kering umbi tanaman bawang merah. Karena unsur Nitrogen erat kaitannya dengan sintesis karbohidrat yang diubah menjadi protein dan protoplasma. Salah satu upaya yang dilakukan untuk memperbaiki permasalahan tersebut adalah dengan penambahan bahan organik yang bersumber dari kompos kotoran sapi, kompos azolla dan paitan. Pemberian bahan organik ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas fisik dan kimia tanah, sehingga mendukung untuk pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bahan organik kompos kotoran sapi, kompos azolla dan tanaman paitan terhadap perbaikan beberapa sifat tanah dan pertumbuhan serta produksi tanaman bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pandanrejo Kota Batu dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 8 kombinasi perlakuan yaitu : K Kontrol (Tanpa Perlakuan); P1 100% (14,28 ton ha-1) kompos kotoran sapi; P2 100% (19,75 ton ha-1) paitan; P3 100 % (14,4 ton ha-1) kompos azolla; P4 Kotoran sapi dosis 50% (7,14 ton ha-1) + paitan dosis 50 % (7,14 ton ha-1); P5 Kotoran sapi dosis 50% (7,14 ton ha-1) + kompos azolla dosis 50 % (7,2 ton ha-1); P6 Kotoran sapi dosis 25% (3,57 ton ha-1) + paitan dosis 75% (14,81 ton ha-1); P7 Kotoran sapi dosis 25% (3, 58 ton ha-1)+ kompos azolla dosis 75% (10,8 ton ha-1). Hasil dari penelitian ini adalah kompos azolla lebih efisien dalam meningkatkan kualitas tanah dan produksivitas bawang merah dibandingkan perlakuan yang lainnya, karena mempunyai kadar bahan organik tertinggi, yaitu sebesar 27.12 % dan mempunyai C/N rasio yang normal, yaitu sebesar 11.92 sehingga dalam pengaplikasiannya tidak perlu dilakukan kombinasi dengan bahan yang lainnya. Pemberian bahan organik berasal dari kompos kotoran sapi, kompos azolla dan tanaman paitan serta kombinasinya berpengaruh sangat nyata (p<0.01) terhadap kadar bahan organik dan berpengaruh nyata (p<0.05) terhadap Nitrogen total tanah. Kadar bahan organik tertinggi pada perlakuan P3 (kompos azolla 14.4 ton ha-1) sebesar 3.33 % dan kadar Nitrogen total tanah tertinggi pada perlakuan kombinasi P7 (kombinasi kompos azolla 10.8 ton ha-1 dan kompos kotoran sapi 8.96 ton ha-1) sebesar 0.24 %. Pemberian perlakuan bahan organik memberikan pengaruh yang nyata (p<0.05) terhadap berat isi, agregasi, porositas dan kadar air tersedia pada pengamatan 70 HST. Hasil rata-rata tertinggi pada umumnya ditunjukkan pada perlakuan P3 (kompos azolla 14.4 ton ha-1) berturut-turut untuk setiap parameter yaitu 1.08 %, 23.7 %, 68.11 %, dan 34,12 %. Produktivitas umbi bawang merah tertinggi pada perlakuan P3 (kompos azolla 14.4 ton ha-1) yaitu sebesar 18.06 ton ha -1.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2013/17/051302073
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129284
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item