BKG

Suryadi, (2013) Kajian Intersepsi Cahaya Matahari Pada Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Diantara Tanaman Melinjo Menggunakan Jarak Tanam Berbeda. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kebutuhan kacang tanah (Arachis hypogaea L.) sebagai salah satu produk pertanian tanaman pangan, dari tahun ke tahun meningkat sekitar 4,4%, sedangkan produksi kacang tanah hanya meningkat sebesar 2,5%. Peningkatkan produksi kacang tanah, dapat dilakukan dengan meningkatan luas lahan dan/atau meningkatkan produksi (Wijanarko et al., 2012). Faktor utama yang menjadi penyebab adalah luas lahan yang sempit. Untuk mengatasi kendala luas lahan dapat di upayakan dengan penerapan sistem agroforestri. Dalam sistem agroforestri, keberadaan tanaman pelindung dari jenis tanaman tahunan (pohon) akan mengurangi tingkat radiasi yang diterima oleh tanaman sela. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan lahan ternaungi serta memperoleh penggunaan jarak tanam yang sesui untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.). Hipotesis adalah 1) Terdapat pengaruh cahaya terhadap hasil panen tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.) 2) penggunaan jarak tanam dapat mempengaruhi tingkat intersepsi cahaya pada lahan ternaungi sehingga dapat berpengaruh terhadap hasil panen tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.). Penelitian ini dilaksanakan dilahan perkebunan PT. Karya Sami’in, Pacet, Mojokerto, pada bulan Juli hingga September 2012. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Petak Terbagi (RPT) diulang 4 kali. Petak utama adalah : Lokasi penanaman (N) yang terdiri dari 2 taraf yaitu : (N0) lahan terbuka dan (N1) lahan diantara tanaman melinjo. Anak petak adalah penggunaan jarak tanam (J) terdiri dari 3 taraf yaitu : (J1) jarak tanam 40 cm x 10 cm, (J2) jarak tanam 40 cm x 15 cm dan (J3) jarak tanam 40 cm x 20 cm. Pengamatan dilakukan secara destruktif, yaitu dengan cara mengambil 6 tanaman contoh untuk setiap kombinasi perlakuan yang dilakukan mulai tanaman berumur 15 hari setelah tanam dengan interval 15 hari hingga panen. Meliputi pengamatan agronomi, komponen hasil dan lingkungan. Variable yang diamati ialah : tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, lndeks luas daun, bobot kering tanaman, serta jumlah polong per tanaman, jumlah polong hampa per tanaman, berat polong, hasil panen per hektar. Pengamatan persentase intersepsi cahaya matahari, pengamatan suhu udara. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam (uji F) pada taraf 5% dan untuk penentuan perbedaan antara perlakuan maka dilanjutkan BNT pada taraf 5%. Perlakuan lahan penanaman dan berbagai jarak tanam yang menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara lahan penanaman dan jarak tanam pada peubah tinggi tanaman, bobot kering akar, bobot kering batang, bobot kering daun serta pengamatan bobot kering polong, jumlah biji, bobot kering biji. Namun tidak terdapat interaksi pada parameter pertumbuhan jumlah daun, luas daun, indeks luas daun dan jumlah polong isi serta jumlah polong hampa. Perlakuan lahan penanaman dan berbagai jarak tanam yang menunjukkan bahwa hasil masimum persentase intersepsi cahaya dicapai oleh penggunaan jarak tanam 40 cm x 10 cm yaitu 87.25 % pada lahan terbuka dan 82.25 % pada lahan ternaungi, sedangkan hasil panen bobot kering polong terbaik dicapai pada penggunaan jarak tanam 40 cm x 20 cm yaitu 14.82 g/tanaman pada lahan terbuka dan 12.29 g/tanaman pada lahan ternaungi.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2013/140/051307114
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129254
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item