BKG

MohammadAliElMujahidin, (2013) Hubungan suhu udara pada berbagai ketinggian tempat dengan produktivitas tanaman kentang (solanum tuberosum L.), di Kota Batu. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Perubahan iklim global sebagai implikasi dari pemanasan global telah mengakibatkan ketidakstabilan atmosfer. Pemanasan Global menyebabkan perubahan iklim yang berpengaruh pada produktivitas tanaman, salah satunya adalah peningkatan suhu udara. Iklim merupakan salah satu faktor produksi pertanian yang sangat dinamik dan sulit dikendalikan. Pengamatan suhu global sejak abad 19 menunjukkan adanya perubahan rata-rata suhu yang menjadi indikator adanya perubahan iklim. Perubahan suhu global ini ditunjukkan dengan naiknya rata-rata suhu hingga 0.74oC antara tahun 1906 hingga tahun 2005. Suhu rata-rata global ini diproyeksikan akan terus meningkat sekitar 1.8-4.0oC di abad sekarang ini, dan bahkan menurut kajian lain dalam IPCC diproyeksikan berkisar antara 1.1-6.4oC. (Susandi et.al, 2008). Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) Mengetahui pengaruh peningkatan suhu udara yang disebabkan perubahan iklim, terhadap produktivitas tanaman kentang 2) Mengetahui suhu udara yang sesuai untuk penanaman tanaman kentang berdasarkan ketinggian tempat. Sedang Hipotesis yang diajukan adalah : 1) Pemanasan Global menyebabkan Perubahan Iklim, yang berdampak pada meningkatnya suhu udara, dimana peningkatan suhu udara berpengaruh terhadap menurunya produktivitas tanaman kentang. Penelitian ini dilakukan pada empat tempat di Kota Batu, khususnya Desa Tulung Rejo, Kecamatan Bumi Aji, yang mengacu pada empat ketinggian tempat, Ketinggian 1 (T1) : 1300m dpl (diatas permukaan laut) T2 : 1500m dpl, T3 : 1670m dpl T4 : 1800m dpl, dengan Luas lahan yang digunakan pada tiap tempat penelitian adalah + 45 m2. Dalam penelitian ini dilakukan pengamatan yang meliputi : 1) Suhu Udara dan Suhu Tanah, (dukur pada jam 04.00 dan 14.00), waktu tersebut merupakan waktu dimana bumi mengalami suhu maksimal dan minimal. 2) Variabel pertumbuhan : Tinggi Tanaman (cm), Diameter Batang (mm), Luas Daun (cm), Berat Kering Tanaman (g), CGR (Crop Growth Rate, g/hari), NAR (Net Assimilation Ratio, mg/hari). 3) Variabel Panen : Berat Umbi (Ton/ha), Diameter Umbi (mm) dan Jumlah Umbi Dari hasil analisis didapatkan bahwa variabel pertumbuhan berpengaruh pada produktivitas tanaman kentang, dimana jika variabel pertumbuhan semakin tinggi maka akan diikuti oleh produktivitas yang tinggi juga. Hasil pertumbuhan tertinggi didapat pada T1 dengan rata-rata suhu udara maksimum paling tinggi : 26,38oC, ini menunjukan bahwa fotosintesis akan semakin tinggi jika suhu udara tinggi, tetapi dalam penelitian ini hal tersebut tidak membuat perlakuan T1 mempunyai produktivitas paling tinggi, karena suhu udara sebagai faktor produksi juga mempengaruhi produktivitas. Dari segi suhu udara, kentang dengan produktivitas tertinggi adalah yang mempunyai suhu udara pagi terendah dengan suhu udara siang yang tinggi (fluktuasinya yang paling tinggi), dimana terdapat pada T3 dengan suhu udara minimum 11,62oC dan suhu maksimum 24,93oC, sehingga mampu menghasilkan produktivitas tertinggi sebesar 26,85 ton/ha.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2013/135/051307109
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129248
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item