BKG

IstianingrumPutri, (2013) Pengaruh Generasi Benih terhadap Pertumbuhan dan Pembungaan Krisan (Chrysanthemum) Varietas Rhino. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Krisan (Chrysanthemum) merupakan tanaman bunga hias berupa perdu dengan sebutan lain seruni atau bunga emas (Golden Flower). Tanaman ini banyak disukai karena warnanya yang beragam sehingga dapat menghiasi ruangan. Pada budidaya krisan untuk bunga potong, kualitas benih sangat mempengaruhi hasil pembungaannya. Penggunaan benih yang berkualitas sangat penting untuk diperhatikan dalam proses produksi tanaman krisan. Banyak kasus menunjukkan bahwa kualitas tanaman induk yang buruk berkaitan dengan rendahnya kualitas stek yang dihasilkan. Gejala yang sama pun sering terlihat bila stek diambil dari tanaman induk yang sudah tua dan tidak produktif lagi dalam menghasilkan stek. Dalam produksi bunga, biasanya benih yang dipakai adalah benih sebar (generasi keempat). Akan tetapi dikalangan petani tidak mengetahui generasi ke berapa benih yang digunakan untuk ditanam dan diproduksi menjadi bunga potong, sehingga jika benih yang digunakan yaitu benih generasi tua maka kualitas bunga potong menjadi menurun. Sehingga dalam penelitian ini digunakan beberapa generasi yang dimulai dari generasi kesatu sampai generasi keenam sehingga dapat dibandingkan produksi tanaman dan bunga krisan dari keenam generasi tersebut yang memiliki kualitas terbaik. Tujuan dari penelitian ini adalah unutk mengetahui pengaruh generasi sumber benih terhadap pertumbuhan dan pembungaan tanaman krisan (Chrysanthemum). Penelitian dilaksanakan di screen house di Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur, pada ketinggian tempat ± 950 m di atas permukaan laut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Juli 2012. Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini meliputi cangkul, tugal, gembor, sabit, meteran, sprayer dan jangka sorong. Bahan yang digunakan adalah benih krisan G1, G2, G3, G4, G5 dan G6 yang telah berakar serta varietas krisan yang digunakan yaitu varietas dengan tipe spray (tipe dengan satu tangkai terdiri dari beberapa bunga) yaitu Rhino. Benih G1 didapatkan dari hasil pinchingan/pemotongan tunas kedua pada sumber benih G0 yang berasal dari kultur jaringan yang telah diaklimatisasi. Untuk benih G2 diperoleh dari hasil pinchingan tunas kedua pada sumber benih G1 atau tunas ketiga dari sumber benih G0. Sedangkan untuk benih G3 diperoleh dari hasil pinchingan tunas kedua pada sumber benih G2, tunas ketiga dari sumber benih G1 atau tunas keempat dari sumber benih G0. Untuk benih G4 diperoleh dari hasil pinchingan tunas kedua dari sumber benih G3, tunas ketiga dari sumber benih G2, tunas keempat dari sumber benih G1 atau tunas kelima dari sumber benih G0. Begitu pula seterusnya hingga memperoleh benih G5 dan G6. Keenam generasi dari benih krisan varietas Rhino tersebut berasal dari PT. Inggu Laut Abadi yang terletak di Jalan Raya Sumber Brantas Km. 12, Bumiaji, Batu, Jawa Timur. Pengamatan terhadap tanaman krisan meliputi pengamatan pertumbuhan tanaman dan panen bunga. Pengamatan pertumbuhan tanaman meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun per tanaman (helai), dan diameter batang (cm) yang ii dilakukan pada 14 HST, 28 HST, 42 HST, 56 HST dan 70 HST, serta pengamatan jumlah tunas per tanaman dan umur berbunga (hari) yang diamati satu kali pada waktu menjelang panen. Pengamatan panen meliputi umur panen bunga (hari), jumlah bunga per tanaman (tangkai), panjang tangkai bunga (cm), diameter bunga (cm) dan lama kesegaran bunga (hari) yang dilakukan pada saat panen. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari enam perlakuan dan sebagai perlakuan adalah generasi benih krisan. Dengan demikian terdapat 6 satuan perlakuan dengan 4 ulangan, sehingga keseluruhan terdapat 24 unit perlakuan. Data yang diperoleh dari hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F) pada taraf p = 0,05 yang bertujuan untuk mengetahui nyata tidaknya pengaruh dari perlakuan, dan apabila hasilnya nyata, maka dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf p = 0,05 untuk mengetahui perbedaan diantara perlakuan. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan beberapa generasi benih krisan memberikan pengaruh tidak nyata pada seluruh komponen pertumbuhan tanaman dan produksi bunga. Benih G1, G2, G3, G4, G5 dan G6 merupakan bahan tanam yang dapat digunakan untuk produksi bunga potong karena memiliki hasil pertumbuhan yang seragam.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2013/13/051302069
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129242
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item