BKG

Susanti, RestiAmelia (2013) Pengaruh Bahan Organik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Varietas Inpari 13 Sistem Tanam Jajar Legowo. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Padi (Oryza sativa L.) termasuk golongan Graminae merupakan tanaman pangan utama di Indonesia. Varietas unggul baru Inpari 13 (Inpari = Inbrida Padi Irigasi) dapat dipanen pada umur 103 hari dengan karakter sangat genjah dan tahan wereng coklat. Selama pengujian di beberapa lokasi, varietas unggul baru ini mampu berproduksi 8 t ha-1 dengan rata-rata 6,59 t ha-1. Pertanian yang intensif dapat merusak kesuburan tanah dan tidak berkesinambungan, sebaliknya praktek pertanian organik dapat menghasilkan pangan secara berkesinambungan tidak merusak kesuburan tanah dan menyediakan bahan organik tanah (Hapsari, 2011). Penelitian dilaksanakan pada lahan sawah tadah hujan di Desa Nyormanis Kecamatan Blega Kabupaten Bangkalan. Waktu pelaksanaan penelitian dimulai bulan April 2012 s/d Juli 2012. Alat yang digunakan ialah bajak, cangkul, penggaris, meteran, kamera digital, timbangan analitik, oven, thermometer dan leaf area meter (LAM). Bahan yang diperlukan dalam penelitian antara lain: benih padi varietas Inpari 13, pupuk hijau C. juncea dan S. rostrata, pupuk anorganik meliputi urea (46%) 250 kg ha-1, SP36 (36%) 60 kg ha-1 dan KCl (60%) 50 kg ha-1 dan Corine bakteri. Komponen pertumbuhan, parameter pengamatannya meliputi: tinggi tanaman (cm), jumlah anakan per rumpun, luas daun per rumpun, diukur dengan menggunakan leaf area meter (LAM) dan berat kering total tanaman. Untuk variabel hasil panen meliputi: jumlah malai per rumpun, hasil gabah kering dalam petak panen, berat 1000 butir gabah, jumlah gabah per malai yaitu dengan cara menghitung jumlah gabah dalam satu malai. Adapun data penunjang di laboratorium yaitu kandungan C-organik, N, P, K, dan pH tanah sawah dilakukan sebelum tanah diolah dan setelah panen. Data yang diperoleh dari hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F) pada taraf 5% untuk mengetahui pengaruh perlakuan dan apabila terdapat pengaruh nyata maka akan dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan pemberian bahan organik S. rostrata dosis 1,75 t ha-1 kombinasi pupuk kandang sapi dosis 7,2 t ha-1 menghasilkan berat kering gabah sebesar 5,27 t ha-1 lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan bahan organik lainnya. Konstribusi tertinggi terhadap unsur hara yang tertinggal dalam tanah untuk musim tanam selanjutnya, ditunjukkan oleh pemberian bahan organik S. rostrata dosis 5,25 t ha-1 kombinasi pupuk kandang sapi dosis 2,4 t ha-1 dengan nilai kandungan N total 0,13 %; P2O5 2,87 mg/kg; K2O 0,01 mg/kg dan bahan organik 1,45 %.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2013/129/051307103
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129241
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item