BKG

Nurkhasanah, Nurul (2013) Studi Pemberian Air dan Tingkat Naungan terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Cabe Jamu (Piper retrofractum Vahl.). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Cabe jamu atau cabe jawa (Piper retrofractum Vahl.) ialah salah satu tanaman obat tradisional yang sudah dimanfaatkan sejak jaman dahulu. Cabe jamu biasanya diperbanyak secara vegetatif (stek batang) menggunakan stek sulur panjat karena lebih cepat berbuah, yaitu 1 – 2 tahun. Tetapi kelemahan dari perbanyakan stek sulur panjat yaitu tanaman kurang tahan kekeringan dan umurnya lebih pendek dibandingkan dengan tanaman asal bibit sulur tanah. Tingkat keberhasilan stek cabe jamu perlu didukung oleh faktor pendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman yaitu air dan cahaya matahari. Dalam pemberian air, perlu diperhatikan kebutuhan air tanaman dalam setiap fase pertumbuhan tanaman. Dengan demikian perlu diketahui jumlah pemberian air yang sesuai kapasitas lapang untuk efisiensi pemberian air pada tanaman cabe jamu. Tanaman cabe jamu dapat dikatakan juga sebagai tanaman lantai hutan yang biasa tumbuh dalam keadaan terlindung (shade tolerant crops), dengan intensitas cahaya matahari antara 50% – 75% (Wahid, 1996). Dengan memperhatikan dua faktor tersebut diharapkan dapat meningkatkan presentase keberhasilan stek tanaman cabe jamu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat pemberian air dan naungan terhadap pertumbuhan bibit tanaman cabe jamu (Piper retrofractum Vahl.). Hipotesis yang diajukan adalah terdapat tingkat ketersediaan air dan naungan tertentu yang berpengaruh terbaik terhadap pertumbuhan bibit cabe jamu (Piper retrofractum Vahl.). Penelitian dilaksanakan di Desa Permanu, Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang dengan ketinggian tempat ± 460 m dpl, curah hujan rata – rata 1.328 sampai dengan 1.448 mm/tahun. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan bulan Agustus 2012. Alat yang digunakan dalam penelitian meliputi cetok, bambu, paranet warna hitam, meteran, ember, alat tulis, penggaris, gunting stek, pisau, gembor, oven, selang air, gelas ukur, alas plastik, polybag ukuran 20X25 cm, timbangan analitik, label nama, thermohygrometer untuk mengukur suhu dan kelembapan udara, LAM (Leaf Area Meter), lux meter dan kamera digital. Bahan yang digunakan adalah stek sulur panjat yang berasal dari Lamongan, tanah, pupuk kandang sapi dan Rootone F®. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dimana petak utama adalah kerapatan naungan (N) yang terdiri dari 3 taraf, yaitu : naungan 34% (N1), naungan 58% (N2) dan naungan 78% (N3). Anak petak adalah tingkat ketersediaan air (A) yang terdiri dari 4 taraf, yaitu : 100% KL atau 270 ml/kg (A1), 80% KL atau 216 ml/kg (A2), 60% KL atau 162 ml/kg (A3) dan 40% KL atau 108 ml/kg (A4). Didapatkan 12 kombinasi perlakuan dengan tiga kali ulangan, sehingga diperoleh 36 satuan kombinasi percobaan. Pengamatan non destruktif meliputi tinggi tanaman dan jumlah daun. Pengamatan destruktif meliputi luas daun dan bobot kering total per tanaman. Pengamatan persentase keberhasilan stek dan pengamatan analisis pertumbuhan tanaman meliputi RGR dan NAR. Data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan analisa sidik ragam atau uji F pada taraf 5% untuk mengetahui interaksi diantara perlakuan dan apabila terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan menggunakan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan naungan dan pemberian air mempengaruhi pertumbuhan tanaman cabe jamu secara terpisah atau tidak memberi pengaruh secara bersamaan. Naungan memberikan pengaruh terhadap luas daun dan berat kering total tanaman pada semua umur pengamatan. Pemberian naungan 58% – 78% mampu meningkatkan luas daun, yaitu 17,35 cm-2.tan-1 dan 18,71 cm-2.tan-1. Sedangkan pemberian naungan 78% mampu meningkatkan berat kering total tanaman, yaitu 0,70 g.tan-1. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa tanaman cabe jamu menyukai intensitas cahaya rendah. Sedangkan pemberian air memberikan pengaruh terhadap tinggi tanaman, luas daun, berat kering total tanaman dan persentase keberhasilan stek. Pemberian air 100% - 80% kapasitas lapang menunjukkan hasil terbaik pada peubah tinggi tanaman, berat kering total tanaman dan persentase keberhasilan stek. Sedangkan pemberian air 60% kapasitas lapang menunjukkan hasil terbaik pada peubah luas daun. Hal ini menunjukkan bahwa tanaman cabe jamu tidak tahan terhadap kondisi kekurangan air sampai dengan 40% kapasitas lapang karena dapat menurunkan pertumbuhan tanaman dan persentase keberhasilan stek. Penggunaan naungan paranet 58% – 78% dengan pemberian air 100% - 80% kapasitas lapang dapat digunakan dalam budidaya pembibitan tanaman cabe jamu.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2013/100/051305866
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129212
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item