BKG

Hanifah, Abu (2012) Pertumbuhan Tiga Jenis Eksplan Dari Dua Genotip Gladiol (Gladiolus Hybridus L.) Pada Kultur In Vitro. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Gladiol (Gladiolus hybridus L.) merupakan komoditas hortikultura yang dibudidayakan secara luas sebagai bunga potong. Gladiol dibudidayakan secara tradisional dengan umbi yang disebut subang (corm) dan anak subang (cormel). Produksi bunga gladiol mengalami penurunan yang signifikan sejak tahun 2005 sampai dengan 2010 (BPS, 2010). Penyebab menurunnya jumlah produksi bunga gladiol adalah sedikitnya bibit yang tersedia sebagai bahan produksi. Direktorat Jendral Hortikultura pada tahun 2007 mencatat kebutuhan bibit tanaman hias Indonesia berjumlah 438.091 pohon sementara ketersedian bibit hanya 27.789 pohon. Salah satu solusi untuk mengatasi masalah dalam keterbatasan bibit gladiol yaitu menggunakan metode kultur jaringan. Eksplan adalah bagian tanaman yang akan ditanam pada media kultur jaringan. Genotip tanaman asal eksplan merupakan faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan morfogenesis eksplan dalam kultur in vitro. Gahan dan George (2008) menyatakan bahwa setiap genotip tanaman akan memberikan pertumbuhan in vitro yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pertumbuhan tiga jenis ekpslan dari dua genotip gladiol pada kultur jaringan. Hipotesis penelitian ini adalah tiga jenis eksplan dari dua genotip memberikan pertumbuhan yang berbeda dan terdapat jenis eksplan yang memberikan pertumbuhan terbaik pada dua genotip gladiol. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan Oktober 2012, bertempat di Laboratorioum Bioteknologi, Universitas Muhammdiyah Malang, Malang, Jawa timur. Media yang digunakan adalah media Murhasige & Skoog (MS) dengan 6-benzyl amino purine (BAP) 0,50 mg/l dan 1-naphtylacetic acid (NAA) 1 mg/l. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima kali ulangan. Setiap perlakuan terdiri dari dua botol kultur dan tiap botol kultur berisi satu eksplan yang kemudian diulang lima kali. Dua genotip yang digunakan adalah gladiol kultivar Kaifa dan Nabila. Tiga jenis eksplan yang digunakan yaitu: (1) tunas apikal subang, (2) tunas lateral subang dan (3) tunas apikal anak subang. Parameter pengamatan meliputi: (1) saat inisiasi tunas, (2) persentase hidup eksplan, (3) jumlah tunas yang terbentuk pada setiap eksplan, (4) tinggi tunas, dan (5) warna eksplan. Hasil penelitian menunjukkan tiga jenis eksplan dari dua genotip gladiol memberikan pertumbuhan yang berbeda. Jenis eksplan tunas apikal anak subang dari genotip Kaifa memberikan persentase hidup eksplan tertinggi. Tiga jenis eksplan dari genotip Nabila memberikan persentase hidup yang sama. Jenis eksplan tunas apikal subang dari genotip Kaifa dan tunas lateral subang dari genotip Nabila memiliki rata-rata inisiasi tunas tercepat. Tinggi tunas tertinggi dan jumlah tunas terbanyak dari genotip Kaifa dan Nabila didapat pada eksplan tunas apikal anak subang.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2012/341/051300282
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129140
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item