BKG

Purnomo, Rudi (2013) . pengaruh berbagai macam pupuk organik dan anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun (Cucumis sativus L.). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Meningkatnya kebutuhan akan unsur hara pada lahan pertanian dan mahalnya harga pupuk anorganik di pasaran serta semakin berkurangnya ketersediaan pupuk anorganik, maka perlu dicarikan suatu jalan alternatif untuk memanfaatkan sumber unsur hara yang ramah lingkungan yang ekonomis serta melimpah ketersediaanya dengan mengganti sumber pupuk anorganik tersebut dengan pemanfaatan limbah kotoran sapi yang berupa kotoran sapi dan urin sapi. Mahalnya harga pupuk anorganik adalah suatu kendala yang harus dihadapi petani, dimana kontribusi terbesar untuk biaya produksi salah satunya terletak pada pemupukan pada lahan pertaniannya tersebut. Pada suatu lahan pertanian pemupukan anorganik biasanya membutuhkan banyak unsur hara yang harganya mahal dan tidak tersedia dalam jumlah yang banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai macam pemupukan organik dan anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun sehingga dapat menghasilkan pupuk yang ekonomis dan berproduksi tinggi untuk penanaman mentimun., serta pemupukan dengan kotoran sapi cair diharapkan dapat meningkatkan produksi mentimun serta mengurangi biaya pembelian pupuk anorganik. Hipotesis dari penelitian ini ialah Semakin tinggi dosis pupuk organik dan anorganik yang diberikan sampai batas tertentu, akan memberikan hasil yang terbaik terhadap hasil dan kualitas mentimun. Penelitian dilaksanakan di Desa Tegal Weru, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang pada bulan April sampai dengan Mei 2012. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Terdapat 12 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali, sehingga diperoleh 36 plot percobaan. 1 plot percobaan berisi 4 polibag tanaman. Perlakuan ini mengunakan dosis N, P, dan K sebagai berikut N = 202 kg ha-1, P = 65 kg ha-1, K = 38 kg ha-1 .Perlakuan - perlakuan tersebut terdiri dari: P1 = NPK, P2 = ½N ½P ½K + Pupuk Kotoran sapi segar 0,5 ℓ air tanaman-1 , P3 = ½N ½P ½K + Pupuk Kotoran sapi segar 1 ℓ air tanaman-1 , P4 = ½N ½P ½K + Pupuk Organik Cair 2,5cc ℓ air tanaman-1, P5 = ½N ½P ½K + Pupuk Organik Cair 5cc ℓ air tanaman-1, P6 = ½N ½P ½K + Pupuk urine sapi 0,5 ℓ air tanaman-1, P7 = ½N ½P ½K + Pupuk urine sapi 1 ℓ air tanaman-1, P8 = ½N ½P ½K + pupuk kandang 10 T ha-1, P9 = Pupuk kandang 20 T ha-1, P10 = Pupuk Kotoran sapi segar 1 ℓ air tanaman-1, P11 = Pupuk Organik Cair 5cc ℓ air tanaman-1, P12 = Pupuk urine sapi 1 ℓ air tanaman-1. Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini ialah tugal, cangkul, penggaris, timbangan analitik dan kamera . Bahan–bahan yang digunakan ialah benih mentimun Hibrida varietas F1 Harmony, ajir, polibag, pupuk kotoran sapi cair, pupuk organik cair, urine sapi ,pupuk kandang, pupuk urea, SP-36 dan KCl, adapun kandungan bahan aktif pestisida adalah sebagai berikut : tembaga hidroksida 77% dan bacillus thuringinesis 3,8%. Pengamatan pada pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun dilakukan secara non destruktif dengan mengamati 2 tanaman contoh untuk setiap perlakuan dan dimulai saat umur tanaman 10 hst, kemudian 20 , 30 dan 40 hst dan saat panen pada umur 35 hst dan panen tanaman 4 - 5 kali setelah berumur 35 hst.Variable pengamatan non desktruktif meliputi : panjang tanaman, jumlah daun, jumlah buku, diameter batang, umur berbunga umur dan umur panen. Variable pengamatan panen : bobot buah per sampel, bobot per tanaman, bobot total buah . Data yang diperoleh dari masing-masing perlakuan dianalisis dengan mengunakan uji F dengan taraf 5%. Apabila dalam analisis ragam terdapat beda nyata, maka dilakukan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) dengan taraf 5%. . Penilaian efektivitas secara agronomis dilakukan dengan perhitungan Nilai Relativitas Agronomi (RAE), penilaian efektivitas pupuk secara ekonomis dilakukan dengan perhitungan IBCR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Perlakuan P8 yaitu pemupukan N 101 kg ha-1 P 32,5 kg ha-1 K 19 kg ha-1 + pupuk kandang 10 T ha-1 rata-rata menghasilkan pertumbuhan vegetatif tanaman mentimun lebih tinggi dari semua perlakuan yang diuji. Hasil panen menunjukkan perlakuan P7 yaitu pemupukan N 101 kg ha-1 P 32,5 kg ha-1 K 19 kg ha-1 + pupuk urine sapi 1 ℓ air tanaman dapat meningkatkan hasil tanaman mentimun (Cucumis sativus L. Var. Harmony) sebesar 25% lebih tinggi dibanding pemupukan dengan mengunakan anjuran petani. Perlakuan P7 : pupuk N 101 kg ha-1 P 32,5 kg ha-1 K 19 kg ha-1 + pupuk urine sapi 1 ℓ air tanaman yang diberikan pada tanaman mentimun menghasilkan tanaman mentimun yang panjang buah, diameter buah, bobot buah dan bobot total buah lebih tinggi daripada semua perlakuan yang diuji. Pada perlakuan P7 mempunyai nilai R/C 1,73 yaitu paling tinggi diantara semua perlakuan yang di uji dan nilai RAE nya juga paling tinggi dengan nilai RAE 125%, dengan ini menunjukkan perlakuan P7 ini efektif dan ekonomis. Diharapkan pemupukan ini menjadi pilihan bagi budidaya tanaman mentimun yang berkelanjutan serta mempunyai keuntungan yang tinggi.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2012/331/051300277
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129130
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item