BKG

Miftakhurrohmah, (2012) Evaluasi Potensi Genetik 8 Galur Introduksi Kacang Bogor (Vigna Subterranea (L.) Verdcourt). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kacang Bogor adalah satu dari lima tanaman penting di Afrika dimana memiliki kemampuan tahan terhadap kekeringan dibandingkan tanaman kacang-kacangan yang lain. Di daerah Afrika, kacang Bogor ini termasuk tanaman kacang-kacangan terpenting ketiga setelah kacang tanah (Arachis hypogea) dan kacang tunggak (Vigna unguiculata). Di Asia, kacang Bogor banyak dibudidayakan di India, Indonesia, Malaysia, Filipina dan Thailand secara berturut-turut. Di Indonesia kacang Bogor dapat beradaptasi di wilayah Bogor, sehingga lebih dikenal sebagai kacang Bogor dan masih belum banyak dikembangkan dan dibudidayakan. Tanaman ini termasuk tanaman kacang-kacangan yang paling toleran terhadap tanah yang kurang subur dibandingkan tanaman kacang-kacangan yang lain, sehingga tanaman ini dapat dibudidayakan pada lahan-lahan yang kering atau miskin nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi genetik pada delapan galur kacang Bogor. Hipotesis dalam penelitian ini diduga terdapat keragaman dan heritabilitas yang tinggi pada populasi delapan galur kacang Bogor sehingga dapat diperoleh galur-galur yang memiliki potensi genetik yang tinggi. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun percobaan Universitas Brawijaya, di desa Jatikerto-Kromengan Malang. Lokasi penelitian pada ketinggian ± 330 mdpl, dengan suhu rata-rata 27-29°C dan curah hujan 85-546 mm/bulan. Penelitian dilakukan dari bulan Desember 2011 hingga bulan April 2012. Alat yang digunakan dalam penelitian ini anatara lain cangkul, jangka sorong, penggaris, tali rafia, label, timbangan, benang wol, camera. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah delapan galur introduksi kacang Bogor dari Afrika yaitu AHM-753, AS-17, DICP, DODR, LunT, S19-3, SB16-5A dan UNISWARED. Rancangan yang digunakan ialah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Tiap populasi terdiri dari 30 tanaman. Pengamatan dilakukan berdasarkan karakter kualitatif dan kuantitatif. Pengamatan terdiri dari pengamatan fase vegetatif, bunga, komponen hasil dan hasil. Data kualitatif diamati morfologinya secara visual dan disajikan secara deskriptif. Data kuantitatif dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) serta dihitung nilai-nilai koefisien keragaman genotip, koefisien keragaman fenotip dan heritabilitas. Berdasarkan hasil pengamatan terdapat keragaman kualitatif pada karakter tipe tumbuh, bentuk daun, bentuk polong, bentuk biji, tekstur polong, warna polong dan warna biji. Hasil penelitian data kuantitatif, terdapat beberapa karakter yang memiliki nilai koefisien keragaman rendah sampai cukup tinggi. Terdapat 7 karakter yang mempunyai nilai heritabilitas tinggi, yakni tinggi tanaman (cm), panjang petiole (mm), panjang internode (mm), saat berbunga 50% (hst), panjang biji (mm), lebar biji (mm) dan hasil (kg/ha). Seleksi direkomendasikan untuk karakter-karakter tersebut. Galur-galur yang potensial dalam penelitian ini dilihat dari potensi nilai reratanya ialah galur AS-17 (666,67 kg/ha) dari Namibia dan DODR (635,83 kg/ha) dari Tanzania.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2012/314/051205536
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Hasbi
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/129115
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item