BKG

Eodiawati, GeodesiaLindi (2011) Penggunaan berbagai jenis perekat dan konsentrasi inokulan pada inokulasi rhizobium tanaman kedelai (Glycine max L. Merr). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kedelai ialah tanaman semusim yang berbentuk semak dan berbatang tegak. Kedelai ialah sumber protein nabati yang mengandung 39% protein. Tanaman kedelai ialah tanaman golongan leguminosa yang mampu mengadakan simbiosis dengan mikroorganisme tanah tertentu, sehingga dapat memfiksasi nitrogen dari udara bebas. Kebutuhan nasional untuk kedelai mencapai 2,2 juta ton / tahun. Namun demikian , baru 20% sampai 30 % saja dari kebutuhan tersebut yang dapat dipenuhi oleh produksi dalam negeri. Sementara 70% sampai 80% kekurangannya, bergantung pada impor (Anonymous , 2011). Untuk mengatasi permasalahan impor kedelai, diperlukan suatu inovasi teknologi peningkatan hasil kedelai, sehingga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan kedelai di dalam negeri. Inovasi teknologi peningkatan hasil kedelai untuk memenuhi kebutuhan kedelai dalam negeri dapat dilakukan dengan meningkatkan penerapan teknologi budidaya tanaman yang ramah lingkungan, ialah dengan inokulasi RhizoIbium yang berperan juga sebagai pupuk hayati . Sebagai tanaman golongan Leguminoceae, tanaman kedelai mampu mengadakan simbiosis dengan bakteri tertentu sehingga dapat langsung memfiksasi nitrogen dari udara. Fiksasi terhadap nitrogen ini terjadi pada nodul atau bintil akar. Bintil akar tanaman leguminosa hanya akan terbentuk bila terdapat bakteri Rhizobium di tempat tumbuh tanaman jenis leguminosa tersebut. Pada sebagian besar lahan, jumlah dan kualitas bakteri Rhizobium tidak mencukupi, Berdasarkan kondisi tersebut, maka sangat penting untuk menginokulasi biji atau tanah dengan bakteri Rhizobium (Anonymous, 1984). Untuk meningkatkan efektivitas penggunaan legin sebagai inokulan, maka digunakan berbagai jenis perekat. Penggunaan dapat merekatkan bakteri Rhizobium pada akar lebih kuat sehingga jumlah bintil akar yang terbentuk juga banyak. Semakin banyak bintil akar efektif penyerapan N juga semakin banyak. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh penggunaan berbagai jebis perekat pada inokulasi rhizobium dalam meningkatkan hasil dan pertumbuhan kedelai. Hipotesis penelitian ini ialah :1)Penggunaan jenis perekat yang tepat membuat inokulan dapat merekat lebih erat pada benih kedelai. 2)Penggunaan larutan kanji 5% dapat memberikan hasil yang lebih baik daripada penggunaan air, dan larutan gula pada inokulasi rhizobium serta dapat meningkatakan hasil dan pertumbuhan kedelai. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2011 sampai Juni 2011 di kebun percobaan Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Malang dengan ketinggian ± 303 m dpl dan jenis tanah Alfisol. Suhu minimal berkisar antara 18 o C 21 o C, suhu maksimal berkisar antara 30 o C 33 o C, curah hujan 100 mm/ bln, pH tanah 6 6,2. Alat yang digunakan dalam penelitian ini ialah Leaf Area Meter (LAM), oven, timbangan analitik, meteran, alat pengolah tanah dan tugal. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini ialah benih kedelai varietas Kaba, bubuk legin , pupuk Urea (46% N), SP 36 (36% P 2 O 5 ), KCl (50% K 2 O), Decis 25 EC, Dithane 80 WP dan air. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 5 kali ulangan, sehingga diperoleh 25 petak perlakuan. Adapun perlakuan tersebut meliputi ; A) Inokulasi Rhizobium dengan perekat aquades.B) Inokulasi Rhizobium dengan perekat larutan gula konsentrasi 5%. C) Inokulasi Rhizobium dengan perekat larutan gula konsentrasi 10%. D) Inokulasi Rhizobium dengan perekat larutan kanji konsentrasi 5%. E) Inokulasi Rhizobium dengan perekat larutan kanji konsentrasi 10%. Selain penelitian dilapang untuk mengetahui efektifitas pembantukan bintil akar maka dilakukan penelitian dengan menggunakan polybag. Pengamatan dilakukan secara destruktif dan non destruktif. Pengamatan dilakukan pada anaman saat berumur 15, 25, 35,45,55 dan 65 hst. Pengamatan non destruktif meliputi tinggi tanaman, dan jumlah daun. Pengamatan destruktif meliputi luas daun, bobot kering total tanaman dan laju pertumbuhan relatif (LPR). Pengamatan efektifitas akar meliputi jumlah bintil akar, didapat dengan cara menghitung jumlah bintil akar yang terdapat pada akar sebaran bintil akar, mengamati pola sebaran bintil akar yang terbentuk pada sistem perakaran, Jumlah bintil akar efektif, Volume akar. Pengamatan komponen hasil meliputi jumlah polong/tanaman, b

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2011/276/051105319
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/128790
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item