BKG

Malihah, Zahlatul (2011) Korelasi Antar Karakter pada 9 Galur Mutan Kedelai (Glycine max (L). Merill). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kedelai merupakan bahan makanan penting karena dapat dikonsumsi secara langsung maupun digunakan sebagai bahan baku agroindustri, namun untuk memenuhi tingginya kebutuhan kedelai masih tergantung impor karena produksi nasional masih sangat rendah. Sebagai sumber protein yang tidak mahal, kedelai telah lama dikenal dan digunakan dalam beragam produk makanan, seperti tahu, tempe dan kecap. Selain kandungan protein yang tinggi. Beberapa faktor yang menyebabkan meningkatnya kebutuhan kedelai adalah konsumsi yang terus meningkat mengikuti pertambahan jumlah penduduk, meningkatnya pendapatan per kapita, meningkatnya kesadaran masyarakat akan kecukupan gizi, dan berkembangnya berbagai industri yang menggunakan bahan baku kedelai. Impor kedelai merupakan jalan pintas untuk memasok kekurangan dalam negeri, kerena dalam beberapa hal harganya lebih rendah dan kualitasnya lebih baik. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut perlu dilakukan upaya peningkatan produksi. Peningkatan produksi bisa dilakukan dengan berbagai macam cara antara lain melalui usaha pemuliaan tanaman. Keragaman merupakan modal dasar untuk merakit kultivar baru dan salah satu upaya peningkatan keragaman ialah melalui induksi mutasi. Penelitian ini merupakan upaya seleksi kedelai melalui korelasi antar karakternya untuk menghasilkan kedelai unggul. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Merjosari, Jl. Perum Joyogrand Kecamatan Lowokwaru, Malang dengan ketinggian 562 m dpl dan suhu rata-rata harian 36 o C Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2010 hingga bulan Maret 2011.Bahan tanaman yang digunakan adalah keturunan M5 galur kedelai, pupuk SP 36 – 100 kg/ha, KCl 75 kg – 100 kg/ha, dan Urea 50 kg/ha. Sedangkan alat-alat yang digunakan adalah tugal, sabit, cangkul, meteran, timbangan, rafia, label, kamera dan alat tulis. Metode penelitian yang digunakan yaitu rancangan acak kelompok dengan 7 galur kedelai hasil mutasi (M5) hasil pemuliaan dari Prof.Nur basuki dan 2 kultivar pembanding (Anjasmoro dan kaba). Masing-masing galur memiliki jumlah sample 20 tanaman serta menggunakan ulangan sebanyak tiga kali ulangan tiap galur yang ditanam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat korelasi antar karakter kedelai baik secara genotip maupun fenotip (2) heritabilitas kategori tinggi terdapat pada karakter jumlah daun, luas daun, umur matang panen, periode pengisian biji, jumlah cabang produktif dan potensi hasil (3) Galur-galur mutan yang memiliki potensi hasil lebih tinggi dari kultivar pembanding adalah G2{10NB#KB(500)(2/20)S}dan G7{33NB#ANJ(500)(2/3)S}(4) Kandungan protein galur-galur mutan lebih rendah dari kultivar pembandingnya, sedangkan kandungan minyak yang lebih tinggi ditemukan pada galur G1{7NB#ANJ(1000)(1/10)S} dan G3{20NB#ANJ(100)(1/9)S}, karbohidrat tertinggi pada G4{16NB#ANJ(500)(2/16)S}.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2011/267/051105314
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/128780
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item