BKG

Kamelia, Fahmi (2011) Pertumbuhan, Hasil Dan Jumlah Kromosom Kedelai (Glycine Max (L.) Merr.) F6 Persilangan Varietas Argomulyo Dengan Brawijaya Pada Perendaman Biji Dalam Larutan Colchicine Dengan Perbedaan Lama Perendama. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kedelai ( Glycine max (L.) Merril) ialah satu dari beberapa sumber protein nabati bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Permintaan kedelai meningkat pesat seiring dengan laju pertambahan penduduk, yaitu sekitar 1,8% per tahun. Produksi kedelai nasional tahun 2009 sebesar 974.512 ton, tahun 2008 sebesar 775.710 ton dan tahun 2007 sebesar 592.534 ton biji kering. Sedangkan produksi tahun 2010 adalah 908.111 ton biji kering (Anonymous, 2009 a ). Kebutuhan nasional untuk kedelai mencapai 2,2 juta ton per tahun. Namun demikian, baru 20 sampai 30 persen saja dari kebutuhan tersebut yang dapat dipenuhi oleh produksi dalam negeri. Sementara 70 sampai 80 persen kekurangannya, bergantung pada impor (Anonymous, 2009 b ). Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan produksi kedelai, salah satunya melalui perbaikan teknologi budidaya. Namun usaha tersebut masih belum menunjukkan hasil yang positif. Upaya tersebut menemui beberapa kendala, diantaranya harga kedelai impor yang relatif lebih murah daripada harga kedelai dalam negeri, luas areal pertanian yang cenderung menurun karena perubahan fungsi lahan ke nonpertanian, serta berkurangnya minat petani untuk menanam kedelai karena keuntungannya kecil (Adisarwanto, 2007). Salah satu program pemuliaan tanaman yang dapat digunakan untuk mendapatkan kultivar atau varietas unggul adalah dengan teknik pemuliaan mutasi. Mutasi yang dilakukan pada kedelai ini yaitu dengan pemberian colchicine (C 22 H 25 O 6 N) yang diekstrak dari umbi dan biji tanaman Autumn crocus ( Colchicum autumnale Linn.) yang termasuk dalam famili Liliaceae (Suryo, 1995). Penggunaan colchicine pada tanaman kedelai diharapkan terjadinya mutasi pada tanaman kedelai sehingga terbentuk tanaman poliploid dan dapat menghasilkan biji yang lebih besar daripada biji yang dihasilkan tanaman normal sehingga produksi dapat ditingkatkan. Tujuan penelitian ini ialah 1) Untuk mempelajari pengaruh perbedaan lama perendaman dalam larutan colchicine pada pertumbuhan dan hasil kedelai F6, 2) Untuk mempelajari pengaruh perbedaan lama perendaman dalam larutan colchicine pada jumlah kromosom kedelai F6. Hipotesis yang diajukan ialah 1) Perbedaan lama perendaman dalam larutan colchicine mempengaruhi pertumbuhan dan hasil kedelai F6, 2) Perendaman lama perendaman dalam larutan colchicine mempengaruhi jumlah kromosom, semakin lama waktu perendaman dalam larutan colchicine jumlah kromosom kedelai F6 akan semakin meningkat. Penelitian dilaksanakan di kebun praktikum Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang pada bulan Desember 2010 hingga April 2011. Alat yang digunakan pada penelitian ini ialah gelas ukur, gelas kimia, pipet tetes, petridish, pinset, spatula, kain kasa, benang kasur, stopwatch, timbangan analitik, germinator, glove, tugal, label, rol meter, tali rafia, polybag, sprayer, LI-6400 Portable photosynthesis system , spektrofotometer, penggaris dan kamera. Bahan-bahan yang digunakan ialah benih kedelai F6 persilangan varietas Argomulyo dengan Brawijaya, colchicine, kertas saring, aquades, pupuk Urea (46% N) 50 kg ha -1 , SP-18 (18% P 2 O 5 ) 200 kg ha -1 , KCl (60% K 2 O) 50 kg ha -1 , insektisida dan fungisida. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal, yaitu lama perendaman dalam larutan colchicine yang diulang 8 kali. Faktor lama perendaman terdiri dari 4 taraf yaitu, kontrol (P 0 ), perendaman selama 30 menit (P 1 ), perendaman selama 60 menit (P 2 ) dan perendaman selama 90 menit (P 3 ) yang direndam dalam larutan colchicine 200 ppm. Pengamatan yang dilakukan meliputi pengamatan pertumbuhan, hasil dan pengamatan kromosom. Pengamatan pertumbuhan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, laju fotosintesis, kadar nitrogen dan klorofil daun. Pengamatan pertumbuhan dilakukan secara destruktif dan non destruktif. Pengamatan dekstruktif dilakukan 1 kali pada 60 hst, yaitu untuk pengamatan laju fotosintesis, kadar nitrogen dan klorofil daun. Pengamatan non destruktif dilakukan sebanyak 4 kali, yaitu pada saat tanaman berumur 15, 30, 45, dan 60 hst untuk pengamatan tinggi tanaman dan jumlah daun. Pengamatan hasil dilakukan pada saat panen, meliputi jumlah polong per tanaman, jumlah polong isi dan polong hampa per tanaman, jumlah biji per tanaman, bobot kering polong per tanaman, bobot kering biji per tanaman dan bobot 100 biji. Selain itu juga dilakukan pengamatan kromosom yang dilakukan setelah panen untuk mengetahui apakah terjadi penggandaan kromosom pada biji kedelai F7. Data pengamatan yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F) pada taraf 5%. Apabila hasil pengujian diperoleh perbedaan yang nyata maka dilanjutkan dengan uji perbandingan antar perlakuan dengan menggunakan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan lama perendaman dalam larutan colchicine berpengaruh nyata menurunkan rata-rata tinggi tanaman, jumlah daun dan bobot kering 100 biji, namun tidak berpengaruh nyata pada rata-rata jumlah polong dan biji per tanaman serta bobot kering polong dan biji per tanaman. Perlakuan lama perendaman dalam larutan colchicine tidak berpengaruh nyata pada jumlah kromosom kedelai yang ditunjukkan dengan jumlah kromosom yang sama dengan tanaman kontrol yaitu 2n = 2x = 40 kromosom.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2011/265/051105123
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/128778
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item