BKG

Danang, Muhammad (2011) Penggunaan Berbagai Dosis Kompos Paitan dan Pupuk Kotoran Kambing Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Bawang merah ialah tanaman umbi yang bernilai ekonomi tinggi. Nilai ekonomi yang tinggi ini dapat ditinjau dari fungsinya. Fungsi utama dari bawang merah ialah sebagai bumbu penyedap masakan. Sebagai bumbu penyedap, penggunaan bawang merah pada masakan sangat diperlukan. Hampir semua masakan Indonesia menggunakan bawang merah dalam pembuatannya. Berdasarkan data dari Dirjen Hortikultura, Departemen Pertanian, permintaan bawang merah secara nasional dari tahun ke tahun cenderung meningkat. Begitu pula produksi bawang merah juga meningkat. Pada tahun 2007 permintaan bawang merah sebesar 909.853 ton, sedangkan tahun 2008 permintaan bawang merah juga meningkat menjadi 934.301 ton. Produksi bawang merah dalam negeri tahun 2007 sebesar 807.000 ton dan pada tahun 2008 sebesar 855.000 ton (Sudarmanto,2009). Data tersebut menunjukkan bahwa ternyata pasokan bawang merah dalam negeri belum mampu memenuhi permintaan secara nasional. Optimalisasi dalam budidaya tanaman bawang merah perlu dilakukan untuk meningkatkan hasil panen. Penambahan bahan organik dapat memperbaiki tanah yang rusak dan menggantikan peran pupuk anorganik dalam pemenuhan kebutuhan unsur hara tanaman. Pemberian bahan organik dapat berupa pupuk kotoran hewan maupun pupuk daun-daunan (kompos). Beberapa contoh yang dapat digunakan sebagai sumber bahan organik adalah kompos paitan dan pupuk kotoran kambing. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis dan jenis bahan organik yang tepat sehingga meningkatkan hasil tanaman bawang merah. Hipotesis dalam penelitian ini ialah penggunaan kompos paitan dengan dosis 20,75 ton ha -1 dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur yang berlangsung pada bulan Desember 2010 sampai dengan Februari 2011. Lokasi penelitian berada di ketinggian 25 m dpl. Suhu rata-rata 22-32° C dengan jenis tanah ialah vertisol. Alat yang digunakan ialah timbangan analitik, meteran, gelas ukur, oven, jaring, bambu dan tali rafia. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini ialah umbi bawang merah kultivar Filipina, kompos paitan, pupuk kotoran kambing, pupuk ZA, SP36 dan KCl. Percobaan disusun menggunakan RAK yang terdiri dari satu faktor dan tiga ulangan. Penelitian menggunakan 9 perlakuan yaitu P0 : Dosis 0,76 ZA + 0,28 SP36 + 0,29 KCl ton ha -1 , P1 : Dosis kompos Paitan 8,3 ton ha -1 , P2 : Dosis kompos Paitan 12,45 ton ha -1 , P3 : Dosis kompos Paitan 16,6 ton ha -1 , P4 : Dosis kompos Paitan 20,75 ton ha -1 , P5 : Dosis pupuk kotoran kambing 11,5 ton ha -1 , P6 : Dosis pupuk kotoran kambing 17,25 ton ha -1 , P7 : Dosis pupuk kotoran kambing 23 ton ha -1 dan P8 : Dosis pupuk kotoran kambing 28,75 ton ha -1 . Perlakuan tiap ulangan disusun secara acak dengan 91 tanaman tiap bedengan sehingga totalnya ialah 2457 tanaman. Pengamatan dilakukan pada komponen pertumbuhan secara non destruktif, destruktif dan pengamatan panen. Pengamatan secara destruktif dan non destruktif dilakukan mulai tanaman berumur 2 minggu setelah tanam. Pengamatan diulang dengan interval pengamatan setiap 2 minggu sekali yaitu pada umur 14, 28, 42, dan 56 hari setelah tanam. Pengamatan non destruktif dilakukan per tanaman yang diambil dari salah satu tanaman dalam rumpun bawang merah. Pengamatan non destruktif meliputi panjang tanaman, jumlah daun per tanaman, dan jumlah anakan tanaman bawang merah. Pengamatan destruktif dilakukan mulai tanaman berumur 14 – 56 HST dengan interval 14 hari selama pertumbuhan tanaman. Pengamatan destruktif yang dilakukan meliputi luas daun, jumlah umbi per rumpun, bobot segar umbi per rumpun, bobot kering umbi per rumpun, dan bobot kering total tanaman. Pengamatan hasil panen dilakukan pada 70 HST yang ditandai dengan mengeringnya sebagian besar daun dan umbi yang telah terbentuk lebih mengeras. Pengamatan dilakukan dengan mengamati peubah yaitu jumlah umbi panen, bobot segar umbi panen, bobot kering matahari total tanaman, bobot umbi kering matahari, dan indeks panen. Pengujian dilakukan dengan menggunakan uji F dengan taraf 5%. Apabila terjadi perbedaan nyata antar perlakuan maka dilakukan uji perbandingan menggunakan uji BNT pada taraf 5%.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2011/254/051104901
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/128764
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item