BKG

Yanti, RidiahTris (2011) Pengurangan Dosis Pupuk Nitrogen dan Fosfor dengan Penggunaan Kompos Sampah Organik pada Pertanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) Edamame. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Edamame ialah kedelai (Glycine max (L.) Merr.) yang dipanen sebagai sayuran saat bijinya sudah kelihatan bernas atau saat polong terisi 85% penuh mulai umur 60 HST. Edamame dikonsumsi sebagai makanan ringan yang bergizi. Dalam sajian 100 g edamame segar terkandung energi 110 kalori, 5 g lemak, 10 g karbohidrat dan 10 g protein (USDA Nutrient Database, 2008). Dalam praktek budidaya, kedelai edamame termasuk salah satu tanaman yang rakus akan unsur hara. Selama masa pertumbuhan, kedelai ini membutuhkan kurang 250 kg ha -1 urea, 200 kg ha -1 ZA, 120 kg ha -1 SP36, dan 150 kg ha -1 KCL. Penggunaan pupuk anorganik dapat menyediakan unsur hara dalam waktu yang cepat sehingga secara temporer telah meningkatkan hasil pertanian, tetapi jika berlebihan akan berdampak pada degradasi lahan pertanian. Inventarisasi sampai tahun 2000 menunjukkan luasan lahan kritis di Indonesia sekitar 23,2 juta ha( 8,1 juta ha terdapat dalam kawasan hutan dan 15,1 juta ha berada di luar kawasan hutan). Luasaan lahan kritis diproyeksikan akan mencapai angka 30 juta hektar pada 2011 ini (Litbang Deptan, 2006). Kompos merupakan masukan alternatif untuk penambahan bahan organik pada tanah. Bahan baku kompos dapat berupa semua material organik yang mengandung karbon dan nitrogen. Sampah organik sebagai bahan buangan berpotensi sebagai bahan baku pengomposan. Pasar khusus seperti pasar sayur mayur, pasar buah, atau pasar ikan, memiliki hasil buangan yang relatif seragam, 95% berupa sampah organik yang mudah terdekomposisi. Teknologi pengomposan sampah pasar menghasilkan kompos organik berbentuk granular dengan kandungan 1,46% N, 1,03% P 2 O 5 , dan 0,07% K 2 0. Kandungan nitrogen dan fosfor dalam kompos sampah organik tersebut dapat dimanfaatkann untuk mengurangi penggunaan pupuk N dan P anorganik. Penelitian ini berupaya mengkaji pengaruh kompos sampah organik untuk mengurangi penggunaan pupuk N dan P anorganik pada pertanaman kedelai edamame dan memperoleh kombinasi dosis kompos organik dan pupuk anorganik yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil kedelai edamame. Dengan demikian diharapkan kerusakan tanah akibat penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan dapat ditekan sehingga sumberdaya tersebut dapat dipergunakan secara lestari dan dapat diwariskan kepada generasi yang akan datang. Hipotesis yang diajukan ialah (a) Peningkatan dosis kompos sampah organik dapat mengurangi dosis pupuk N dan P anorganik pada pertanaman kedelai edamame, (b) Kompos sampah organik dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil kedelai edamame. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2011 di Kebun Percobaan Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang yang terletak pada ketinggian 303 mdpl dengan jenis tanah alfisol, suhu minimal berkisar antara 18ºC–21ºC, suhu maksimal berkisar antara 30ºC–33ºC, curah hujan 100 mm/bln dan pH tanah 6– 6,2. Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: cangkul, meteran, alat tugal, tali rafia, timbangan analitik, penggaris, oven, dan Leaf Area Meter (LAM). Bahan-bahan iv yang digunakan antara lain benih kedelai varietas E02 introduksi dari Thailand, kompos sampah organik, pupuk N anorganik Urea (46% N) dan ZA ( 20% N), pupuk P anorganik SP36 (36% P), KCL (60% K), seedtreatment dengan dengan Metalaksil untuk menghindari jamur serta Insektisida menggunakan Sumo 50 EC. Penelitian ini menggunakan percobaan faktorial yang dirancang dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), meliputi 2 faktor yang diulang 3 kali. Faktor 1 ialah dosis pemberian pupuk N dan P anorganik dengan 3 level, yaitu: Dosis 100 %, 45 kg ha -1 P 2 O 5 dan 150 kg ha -1 N (M 1 ), Dosis 75 %, 33.75 ha -1 kg P 2 O 5 dan 112.5 kg ha -1 N (M 2 ), Dosis 50 %, 22.5 kg ha -1 P 2 O 5 dan 75 kg ha -1 N (M 3 ). Sedangkan faktor 2 ialah pemberian kompos sampah organik dengan 3 level, yaitu: Tanpa kompos Sampah organik (H 0 ), Dengan kompos Sampah organik 1 ton ha -1 (H 1 ), Dengan kompos Sampah organik 2 ton ha -1 (H 2 ). Dari 2 faktor tersebut diperoleh 9 kombinasi perlakuan dan setiap perlakuan diulang 3 kali sehingga didapatkan 27 perlakuan. Pengamatan pertumbuhan dilakukan pada saat tanaman berumur 14, 28, 42 dan 56 HST, meliputi : tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, jumlah bintil akar, luas daun, indeks luas daun, bobot kering total tanaman dan laju pertumbuhan relatif. Pengamatan panen pada saat tanaman berumur 68 HST meliputi: jumlah polong isi per tanaman, jumlah biji per tanaman, jumlah polong per 100 gram, brix dan hasil panen per hektar. Data penunjang berupa analisis tanah dan analisis kualitas hasil panen. Analisis tanah untuk mengetahui kandungan N,P, nisbah C/N, KTK dan bahan organik tanah pada saat olah tanah dan pada saat panen. Analisis kualitas hasil panen meliputi rendemem biji dan tingkat kerusakan. Data pengamatan yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F) pada taraf 5%. Bila hasil pengujian diperoleh perbedaaan yang nyata maka dilanjutkan dengan uji perbandingan antar perlakuan dengan menggunakan Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5 %, dan jika terdapat interaksi antar perlakuan maka dilanjutkan dengan menggunakan DMRT pada taraf 5%. Hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat interaksi diantara kedua faktor perlakuan dimana pengurangan dosis pupuk nitrogen dan fosfor menjadi 75 % disertai dengan pemberian kompos sampah organik 1 ton ha -1 menghasilkan pertumbuhan tinggi tanaman dan bobot kering yang tidak berbeda nyata dengan perlakuan dosis 100% tanpa kompos dan dosis 50% disertai kompos 2 ton ha -1 . Sementara itu pada variabel jumlah daun, jumlah cabang, luas daun, index luas daun, dan bintil akar tidak ditemui adanya interaksi antara perlakuan pengurangan dosis pupuk nitrogen dan fosfor dengan pemberian kompos sampah organik, namun demikian secara terpisah kedua faktor tersebut tampak menujukkan pengaruh nyata di semua umur pengamatan. Pengurangan dosis pupuk nitrogen dan fosfor secara umum mengakibatkan penurunan pertumbuhan tanaman, begitupula dengan pemberian kompos sampah organik yang tampak nyata menghasilkan peningkatan pertumbuhan tanaman. Pengurangan dosis pupuk nitrogen dan fosfor dengan pemberian kompos sampah organik tidak berinteraksi nyata terhadap hasil kedelai edamame. Namun secara terpisah, kedua faktor tampak berpengaruh nyata pada hasil kedelai. Hasil tertinggi dari perlakuan pengurangan dosis pupuk nitrogen dan fosfor diperoleh pada level pupuk 100% dengan rata-rata bobot segar kedelai edamame 6.31 ton ha -1 . Sedangkan hasil tertinggi dari perlakuan pemberian kompos sampah organik diperoleh pada dosis kompos 2 ton ha

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2011/221/051104066
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/128731
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item