BKG

AGUSTIN, SETYORENI (2011) Pengujian Jenis dan Konsentrasi Bahan Zat Pengatur Tumbuh pada Pertumbuhan Stek Nilam (Pogostemon cablin Benth.). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Tanaman nilam ( Pogostemon cablin Benth.) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang penting. Volume ekspor minyak atsiri selalu mengalami peningkatan, tahun 2001 mencapai 5.080 ton. Indonesia merupakan pemasok utama minyak nilam dunia yaitu hampir 90% kebutuhan dunia (Emmyzar, 2004). Namun pada data tahun-tahun terakhir eksport minyak nilam menunjukkan kecenderungan untuk menurun. Adapun penyebab penurunan tersebut adalah kemampuan produksi minyak nilam yang terbatas. Oleh karena itu usaha untuk meningkatkan produksi minyak nilam dengan cara pengembangan tanaman nilam terbuka lebar. Salah satu usaha tersebut dapat dilakukan dengan memproduksi tanaman nilam yang memiliki kualitas baik. Perbanyakan tanaman nilam dapat dilakukan dengan stek. Keberhasilan dari stek dapat dilihat dari perakarannya. Perakaran yang baik akan menghasilkan tanaman yang berkualitas baik pula. Auksin adalah salah satu jenis hormon tanaman yang dapat memacu pertumbuhan akar. Rooton F merupakan salah satu contoh bahan ZPT sintetis, sedangkan air kelapa muda dan urin sapi merupakan bahan ZPT alami. Ketiga bahan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dengan perbedaan kandungan yang dimiliki ketiga bahan tersebut, maka akan memberikan pengaruh yang berbeda pula terhadap pertumbuhan stek nilam. Oleh karena itu penelitian ini penting dilakukan untuk dapat mengetahui bahan ZPT mana dan pada konsentrasi berapa, yang dapat memberikan pertumbuhan paling baik pada stek nilam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi Rooton F, air kelapa muda, dan urine sapi pada petumbuhan stek batang nilam. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah: 1) Terdapat pengaruh interaksi antara jenis dengan konsentrasi bahan yang mengandung ZPT pada pertumbuhan stek tanaman nilam, 2) Urin sapi akan memberikan pengaruh yang paling baik pada pertumbuhan tanaman nilam, 3) Konsentrasi bahan ZPT 75% memberikan pengaruh yang tidak berbeda dengan perlakuan 100% pada pertumbuhan tanaman nilam. Percobaan ini dilakukan di rumah plastik Venus Orchid di Desa Tegalweru Kecamatan Dau Kabupaten Malang pada bulan November sampai dengan Desember 2010. Peralatan yang digunakan antara lain: bak plastik, plastik penutup, handsprayer, mistar, timbangan digital, kamera digital, alat tulis. Bahan yang digunakan antara lain: Tanaman nilam varietas Sidikalang, tanah dan pasir, Rooton F, air kelapa muda dan urine sapi. Perancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan petak terbagi (RPT) 3x5 dengan 3 ulangan. Percobaan ini terdiri dari 2 faktor, yaitu: Faktor 1 : Jenis Bahan ZPT terdiri dari Air Kelapa, Urin sapi, dan Rooton-F. Faktor 2 : Konsentrasi Bahan ZPT, terdiri dari tanpa ZPT, 25%, 50%, 75%, dan 100%. Pengamatan yang dilakukan terdiri dari pengamatan non destruktif dan destruktif. Pengamatan non-destruktif dilakukan 4 kali yaitu pada 4 msp, 5 msp, 6msp, dan 7 msp. Pengamatan destruktif dilakukan 3 kali, yaitu pada 3 msp, 5 msp, dan 7msp. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji 5 F pada taraf 5%, bila terdapat pengaruh nyata, maka akan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa perlakuan konsentrasi bahan ZPT yang diberikan, dipengaruhi oleh jenis bahan ZPT terhadap pertumbuhan stek tanaman nilam. Pada pengamatan jumlah daun umur 6 msp, rooton-F 75% memberikan hasil jumlah daun sebanyak 4.67 dan tidak berbeda dengan perlakuan air kelapa 75%, urin sapi 50%, dan urin sapi 100. Pada 5 msp, perlakuan 75% dan 100% memberikan pengaruh yang sama dan berbeda dengan perlakuan yang lain. Pada pengamatan luas daun, pada saat 7 msp, rooton-F menghasilkan luas daun 31.433 cm 2 , dan tidak berbeda dengan perlakuan Air kelapa 50%, Air kelapa 75%, urin sapi 100%, dan rooton-F75%. Sedangkan pada 6 msp, perlakuan konsentrasi 100% memberikan hasil luas daun sebesar 18.39 cm 2 , dan berbeda nyata dengan perlaku an konsentrasi yang lain. Pada pengamatan jumlah akar, konsentrasi 100% memberikan hasil tertinggi dan berbeda dengan konsnetrasi yang lain. Pada pengamatan berat kering akar umur 3 msp, perlakuan air kelapa 100% memberikan hasil berat kering akar sebesar 0.048 g, dan urin sapi 100% memberikan hasil berat kering akar 0.093. Sedangkan rooton-F tidak memberikan pengaruh terhadap berat kering akar pada 3 msp. Pada pengamatan berat kering tanaman, semua perlakuan tidak berpengaruh pada semua umur pengamatan.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2011/202/051103818
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: administrator repository
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/128711
Text
051103818.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item