BKG

Susanti, DefiAri (2011) Pola Pertumbuhan Fase Generatif Pisang Agung Semeru (Musa x paradisiaca) dan Pisang Mas Kirana (Musa acuminata) Pada Dua Ketinggian Tempat Yang Berbeda. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Tanaman pisang memiliki potensi ekonomi untuk dikembangkan sebagai komoditi hortikultura unggulan. Pisang agung semeru dan pisang mas kirana ialah komoditas andalan Kabupaten Lumajang. Ketinggian tempat mempengaruhi tipe pertumbuhan dan perkembangan sehingga kuantitas dan kualitas buah berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan ketinggian yang paling baik untuk pertumbuhan pisang agung semeru dan pisang mas kirana antara ketinggian ±350 m dpl dan ±450 m dpl. Hipotesis penelitian bahwa ketinggian yang paling baik untuk pertumbuhan pisang agung semeru dan pisang mas kirana adalah pada ketinggian ±450 m dpl. Penelitian dilaksanakan Desa Pandansari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang pada dua ketinggian yang berbeda, yaitu pada ketinggian ±350 m dpl dan ±450 m dpl. Penelitian selama 5 bulan dan dimulai pada bulan Oktober - Maret 2011. Peralatan yang digunakan terdiri dari GPS (Global Positioning System), termometer maksimum-minimum, meteran kain, meteran gulung (rollmeter) dan galah, tangga, timbangan duduk (10 kg), pisau, hand refractometer, kamera digital dan alat tulis. Bahan yang digunakan adalah dua kultivar tanaman pisang, yaitu pisang mas kirana dan pisang agung semeru yang tersebar pada ketinggian ±350 m dpl dan ±450 m dpl. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi. Pengambilan data primer lokasi survei yang meliputi pengamatan destruktif dan non-destruktif. Pengamatan morfologi meliputi morfologi vegetatif dan generatif. Morfologi vegetatif berupa pengamatan jumlah anakan, posisi bonggol, diameter batang, jumlah daun dan tinggi tanaman. Sedang, morfologi generatif berupa pengamatan perkembangan fase generatif (waktu munculnya daun bendera, waktu munculnya jantung pisang, waktu jari mulai terlihat, waktu jari terbuka sempurna dan terbuka seluruhnya), pengamatan perkembangan buah (bobot basah buah -1 , bobot kering buah -1 , kadar gula, panjang buah dan lingkar buah) dan panen (tandan, jumlah sisir tandan -1 , jumlah jari buah sisir -1 , kadar gula, panjang jari buah dan lingkar jari buah). Pengolahan data hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji t taraf 5 % dengan selang kepercayaan 95% dengan menggunakan program SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata suhu maksimum pada ketinggian ±350 m dpl ialah 27,8 0 C dan rata-rata suhu minimumnya ialah 22,8 0 C. Sedang, rata-rata suhu maksimum pada ketinggian ±450 m dpl ialah 26,3 0 C dan rata-rata suhu minimumnya ialah 23,0 0 C. Suhu maksimum dan minimum yang tinggi pada ketinggian ±350 m dpl menyebabkan tanaman lebih cepat menggalami proses fisiologi sehingga fase pertumbuhanya relatif cepat di bandingkan ketinggian ±450 m dpl. Pisang agung semeru pada ketinggian ±350 m dpl memiliki pohon yang tinggi dengan lingkar batang yang besar. Namun, jumlah anakan dan daunnya lebih sedikit dari pada ketinggian ±450 m dpl. Pisang mas kirana pada ketinggian ±350 m dpl memiliki jumlah daun dan lingkar batang lebih besar. Namun, lebih pendek dan jumlah anakannya lebih sedikit dari pada ketinggian ±450 m dpl. Pola pertumbuhan generatif pisang agung semeru dan mas kirana pada ketinggian ±350 m dpl lebih cepat dari pada ketinggian ±450 m dpl. Pisang agung semeru pada ketinggian ±350 m dpl memiliki kadar gula yang lebih tinggi tetapi bobot basah, panjang jari buah dan lingkar jari buah lebih kecil dari pada ketinggian ±450 m dpl.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2011/135/051103046
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/128640
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item