BKG

Wibowo, Roni (2010) Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Kopi Sebagai Media Tanam Alternatif untuk Pertumbuhan Tanaman Anthurium (Anthurium plowmanii Scoat.)”. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Anthurium (Anthurium sp.) ialah satu diantara jenis tanaman hias daun yang perlu mendapatkan perhatian untuk dikembangkan di Indonesia. Hal ini karena tanaman Anthurium banyak ditemukan tumbuh di hutan-hutan tropis basah seperti di Indonesia sehingga tanaman ini dapat dengan mudah dikembangkan di Indonesia. Sebagian besar petani di Indonesia khususnya di Kota Batu-Malang Jawa Timur telah menggunakan media tanam campuran berupa cacahan pakis dan humus daun bambu untuk menanam dan membudidayakan tanaman Anthuriumnya. Media tanam cacahan pakis memiliki karakteristik mudah mengikat air, memiliki aerasi dan drainase yang baik. Sedangkan media humus daun bambu memiliki karakteristik mudah mengikat dan menahan air, mengandung unsur hara yang cukup tinggi, memiliki kapasitas tukar kation yang tinggi. Oleh karena itu, diharapkan komposisi media tanam ini dapat menjaga kelembaban, subur, bersifat porous dan memiliki aerasi yang baik sehingga mampu untuk mendukung pertumbuhan tanaman Anthurium. Namun, jika penggunaan jenis media tanam tersebut sering digunakan terutama cacahan pakis, maka suatu saat ketersediaanya di alam akan semakin berkurang dan kemungkinan akan sulit didapatkan. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk mendapatkan media alternatif baru yang mampu memberikan pertumbuhan yang baik pada tanaman Anthurium selain cacahan pakis dan humus daun bambu. Media tanam alternatif yang digunakan dapat berasal dari bahan-bahan dari limbah hasil pertanian baik berupa sisa tanaman atau sisa hasil panen yang banyak tersedia dan terbuang begitu saja tanpa adanya pemanfaatan. Salah satu sisa hasil panen yang berpotensi digunakan sebagai media tanam adalah limbah kulit buah kopi. Limbah kulit buah kopi mengandung unsur hara Nitrogen dan Kalium yang cukup tinggi. Selain mengandung unsur hara, limbah kulit buah kopi ini juga mengandung senyawa tannin. Senyawa ini dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan tanaman sehingga dalam penggunaannya media kulit buah kopi harus di lakukan proses perendaman atau pencucian agar dapat digunakan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan komposisi media tanam alternatif pada tanaman Anthurium plowmanii Scoat. dengan memanfaatkan limbah kulit buah kopi. Hipotesis yang diusulkan yaitu Komposisi berbagai media tanam dengan pemanfaatan limbah kulit buah kopi memberikan berbagai respon pertumbuhan tanaman Anthurium. Penelitian dilaksanakan di Desa Tegalweru, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Ketinggian tempat ± 750 m dpl dengan suhu antara 25° C - 28° C . Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2009 sampai dengan Maret 2010. Alat-alat yang digunakan adalah penggaris dengan panjang 60 cm, Gelas ukur, Termohigrometer, Paranet 50 %, kamera digital, timbangan analitik, sprayer, Yellow Trap, dan alat-alat untuk analisis sifat fisik dan kimia media tanam. Bahan-bahan yang digunakan adalah bibit tanaman Anthurium plowmanii Scoat. berumur 6 minggu hasil penanaman biji, pot diameter 15 cm, fungisida (Dithane), Moluscisida (Siputox), insektisida (Decis), pupuk Dekastar Plus, dan media tanam berupa humus daun bambu, cacahan pakis, kulit buah kopi kering, arang kulit buah kopi., kompos kulit buah kopi. Rancangan percobaan yang digunakan ialah RAK (Rancangan Acak Kelompok) dengan 1 faktor percobaan, yaitu komposisi media tanam (M) dengan komposisi ( M0 ) humus daun bambu : cacahan pakis ( 1 : 1 ), ( M1 ) humus daun bambu : kulit Buah kopi kering ( 1 : 1 ), ( M2 ) humus daun bambu : kompos kulit buah kopi : arang kulit buah kopi ( 1 : 1 : 1 ), ( M3 ) humus daun bambu : kompos kulit buah kopi ( 1 : 1 ), ( M4 ) kompos kulit buah kopi : cacahan Pakis ( 1 : 1 ), ( M5 ) kompos kulit buah kopi : arang kulit buah kopi : cacahan pakis ( 1 : 1 : 1 ), ( M6 ) kompos kulit buah kopi : arang kulit buah kopi ( 1 : 1 ), (M7 ) kompos kulit buah kopi : kulit buah kopi kering ( 1 : 1 ). Jadi terdapat 8 perlakuan dimana tiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan untuk tiap-tiap ulangan terdapat 4 tanaman sehingga jumlah seluruhnya adalah 96 tanaman. Pengamatan dilakukan secara non destruktif dan destruktif. Dimana pengamatan non destruktif meliputi: saat muncul daun, pertambahan jumlah daun, pertambahan panjang dan lebar daun, pertambahan luas daun (LD), klorofil daun dan pengamatan destruktif terdiri dari: jumlah akar dan panjang akar. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam (uji F hitung) pada taraf 5 % untuk mngetahui adanya pengaruh antar perlakuaan. Apabila berbeda nyata, dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Hasil dari penelitian ini yaitu komposisi media tanam kompos kulit buah kopi + kulit buah kopi kering (1:1) dapat digunakan sebagai media tanam alternatif dan memberikan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan komposisi media lainnya. Selain komposisi media tanam kompos kulit buah kopi + kulit buah kopi kering (1:1), terdapat komposisi media tanam alternatif lainnya yang memberikan pertumbuhan tanaman Anthurium cukup baik yaitu kompos kulit buah kopi + arang kulit buah kopi + cacahan pakis (1:1:1), kompos kulit buah kopi + cacahan pakis (1:1), humus daun bambu + kompos kulit buah kopi (1:1), humus daun bambu + kompos kulit buah kopi + arang kulit buah kopi (1:1:1), humus daun bambu +kulit buah kopi kering (1:1).

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2010/264/051003467
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Budi Wahyono
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/128496
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item