BKG

TheresiaMariaIndiraWibowati, (2009) Pengaruh Penambahan Berbagai Masukan Seresah Terhadap Pertumbuhan Cacing Tanah (Pontoscolex corethrurus) Pada Kondisi Kadar Air Tanah yang Berbeda. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Cacing jenis Pontoscolex corethrurus merupakan jenis cacing yang mudah beradaptasi dengan kondisi yang ekstrem. Kondisi kelembaban tanah paling ideal untuk pertumbuhan cacing tanah adalah pada kondisi kapasitas lapangan. Hutan terganggu di Ngantang-Malang memiliki diversitas tanaman, masukan dan ketebalan seresah lebih tinggi bila dibandingkan dengan sistem agroforestri atau hutan pinus, selain itu hutan terganggu juga memiliki kondisi kelembaban tanah lebih baik dibandingkan dengan yang lainnya. Akan tetapi, hutan pinus memiliki kepadatan populasi, biomassa, dan diameter cacing lebih tinggi bila dibandingkan dengan penggunaan lahan hutan terganggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh perbedaan kualitas masukan seresah terhadap pertumbuhan Pontoscolex corethrurus pada kadar air tanah yang berbeda. Percobaan inkubasi dilakukan pada bulan Juli 2008 sampai Agustus 2008. Pengambilan sampel tanah, seresah, dan cacing jenis penggali tanah ( Pontoscolex corethrurus ) yang digunakan dalam percobaan dilakukan di Kecamatan Ngantang, Malang. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu masukan seresah (pemberian setara 8 Mg ha -1 ): Bambu, Pinus, Rumput Gajah dan Pinus+Rumput Gajah, dan perlakuan tanpa penambahan seresah (kontrol). Faktor kedua yaitu kadar air tanah: 100% kapasitas lapangan dan 120% kapasitas lapangan. Pengukuran setiap kombinasi perlakuan dilakukan sebanyak 5 kali ulangan. Pengamatan suhu dan kadar air tanah dilakukan setiap 3 hari sekali selama 100 hari. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan kualitas masukan seresah berpengaruh nyata (p<0.05) terhadap biomasa cacing tanah, jumlah, panjang, diameter, kascing, dan kokon yang dihasilkan cacing tanah. Masukan seresah dari rumput gajah meningkatkan pertumbuhan cacing tanah paling baik dibandingkan dengan masukan seresah lainnya. Biomasa cacing tanah yang dihasilkan 0,6 g/ekor, sedang biomasa cacing yang dihasilkan dari masukan seresah lainnya rata-rata 0,4 g/ekor. Peningkatan panjang dan diameter tubuh cacing tanah diikuti oleh peningkatan biomasa cacing tanah, tetapi pengaruh peningkatan diameter tubuh cacing tanah lebih besar (55%) bila dibandingkan dengan peningkatan panjang tubuh (44%). Semakin panjang dan besar diameter tubuh cacing tanah, maka biomasa cacing tanah pun semakin besar. Peningkatan biomasa per individu cacing tanah (g/ekor) akibat penambahan seresah berhubungan erat dengan peningkatan nisbah C/N sebesar 15% dan dipengaruhi juga oleh nisbah (L+P)/N sebesar 11%. Kandungan silikat yang tinggi pada bambu tidak berpengaruh terhadap biomasa cacing tanah. Peningkatan kadar air tanah dari 100% (kapasitas lapangan) hingga 120% (kapasitas lapangan) berpengaruh nyata (p<0.05) terhadap berat cacing tanah (g/pot), panjang cacing (cm/ekor), dan berat kascing (g/pot) yang dihasilkan cacing tanah.. Peningkatan kadar air dari 100% kapasitas lapangan menjadi 120% kapasitas lapangan menyebabkan peningkatan berat cacing tanah (g/pot) dari 3,7 g/pot menjadi 4,0 g/pot, dan juga peningkatan berat kascing (g/pot) dari 31,6 g/pot menjadi 42,1 g/pot, namun adanya peningkatan kadar air tanah justru menurunkan panjang cacing (cm/ekor) dari 4,5cm menjadi 3,9cm. Hal tersebut berarti menjaga kelembaban tanah penting bagi pertumbuhan Pontoscolex dan aktivitas cacing tanah.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2009/137/050902041
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: administrator repository
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/128129
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item