BKG

Farida, Dwi Ghina (2018) Fenologi Dan Karakterisasi Morfo-Agronomi Tanaman Bunga Matahari (Helianthus Annuus L.) Pada Kawasan Tropis. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Bunga matahari (Helianthus annuus L.) ialah tanaman yang termasuk famili Compositae. Tanaman ini memiliki banyak manfaat dalam berbagai bidang, mulai dari industri, pangan, kesehatan ataupun bidang kecantikan sebagai bahan kosmetika. Produksi bunga matahari masih belum maksimal di Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat dari tingginya nilai impor biji dan minyak biji bunga matahari. Tahun 2015 Indonesia mengimpor biji bunga matahari sebanyak 11.755.730 kg dan pada tahun 2016 meningkat menjadi 15.274.046 kg, sedangkan untuk minyak biji bunga matahari Indonesia mengimpor sebesar 91 kg pada tahun 2015 dan meningkat secara signifikan pada tahun 2016 menjadi 6.603 kg. Tingginya permintaan akan bunga matahari di Indonesia merupakan peluang untuk membudidayakannya secara maksimal. Informasi mengenai fenologi dan karakterisasi suatu tanaman dapat digunakan untuk perluasan pengetahuan mengenai tanaman tersebut dan untuk perkembangan sains. Pengetahuan terkait fenologi pada bunga matahari dapat digunakan untuk pengetahuan dasar utamanya dalam hal perakitan varietas baru yang bersifat unggul. Dengan mengetahui waktu dan fase pertumbuhan yang terjadi pada tanaman bunga matahari, dapat ditentukan saat terbaik untuk dilakukan persilangan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari fenologi dan melakukan karakterisasi pada 32 aksesi bunga matahari. Hipotesis dari penelitian ini ialah terdapat keragaman fenologi dan karakter morfoagronomi pada 32 aksesi bunga matahari. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Mei 2018. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah benih 32 aksesi bunga matahari, pupuk NPK dan herbisida. Alat yang digunakan adalah buku panduan UPOV, jangka sorong, penggaris, meteran, ajir dan kamera. Variabel yang diamati meliputi karakter kuantitatif dan karakter kualitatif. Karakter kuantitatif yang diamati antara lain tinggi tanaman, jumlah daun, panjang dan lebar daun, umur awal berbunga, panjang bunga pita, diameter bunga pita, diameter bunga tabung, umur panen, serta panjang dan lebar biji. Karakter kualitatif yang diamati merupakan karakter yang terdapat pada UPOV. Data hasil pengamatan karakter kuantitatif dianalisis dengan menghitung nilai varian, standar deviasi dan koefisien variasi. Data hasil pengamatan karakter kualitatif dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan fenologi pertumbuhan yang beragam pada 32 aksesi bunga matahari berdasarkan pengamatan pada karakter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah hari dari penanaman sampai pemanenan dan periode pemasakan biji. Terdapat keragaman pada 41 karakter morfo-agronomi yang diamati, kecuali pada karakter warna hijau daun dan warna hijau kelopak daun yang memiliki nilai keragaman rendah.

English Abstract

Sunflower (Helianthus annuus L.) is a plant which belongs to Compositae family. This plant has a lot of benefits, it can be used for industry, food, health or cosmetic material. Sunflower production is not maximized yet in Indonesia. It can be seen from the high value of sunflower seeds and sunflower oils import. In 2015 Indonesia imported sunflower seeds reach 11,755,730 kg and in 2016 increased to 15,274,046 kg, while for sunflower oils Indonesia imports 91 kg in 2015 and increased significantly in 2016 to 6,603 kg. The high demand for sunflower in Indonesia is an opportunity to cultivate it optimally. Plant phenology and characterization’s information can be used for knowledge extension about the plant itself and for science development. Information about sunflower phenology can be used for basic knowledge, especially to arrange new varieties. By knowing the time and growth phases that occur in sunflower plants, can be determined when the best time for crossing. The purpose of this research is to study the phenology and to characterize of 32 sunflower accessions. The hypothesis of the research is there are any variability in phenology and morpho-agronomic character of 32 sunflower accessions. This research was conducted at Ngijo Village, Karangploso, Malang, from January to May 2018. The materials that used in this research are 32 sunflower accessions, NPK and herbicide. The tools that used are UPOV, calipers, ruler, meter, and camera. The observed variables include both quantitative and qualitative characters. Quantitative variables that were observed include plant height, number of leaf, length and width of leaf, time of flowering, ray floret length, ray floret diameter, disk floret diameter, time of harvesting, seed length and width. Qualitative variables that were observed based on UPOV. Data from quantitative characters was analysed descriptively by calculation the value of coefficient of variation. Data from qualitative characters were analysed using descriptive analysis. The results showed there were growth phenology variability in 32 sunflower accessions based on observations on plant height, leaf number, number of days from planting to harvesting and seeding ripening period. There were variability in 41 morpho-agronomic characters observed, except for leaf green colour and green colour of outer side bract that have low variability values.

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2018/752/051810431
Uncontrolled Keywords: Jamur Entomopatogen Metarhizium Anisopliae, Tanaman Pakco, Hama Plutella Xylostella, Pestisida
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 632 Plant injuries, diseases, pests > 632.9 General topics of pest and disease control > 632.95 Pesticides
Divisions: Fakultas Pertanian > Agroekoteknologi
Depositing User: Nur Cholis
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/12777
Text
Dwi Ghina Farida.pdf

Download | Preview

Actions (login required)

View Item View Item