BKG

AvifVeraNoviyanti, (2007) Respon tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L) terhadap dosis kompos sampah dan pupuk KCL. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kacang tanah termasuk salah satu dari tanaman palawija selain jagung, kedelai, kacang hijau, dan sorghum. Di Indonesia, kacang tanah sebagai salah satu sumber protein nabati yang cukup penting dalam pola menu makanan penduduk. Sebagai bahan pangan dan pakan ternak yang bergizi tinggi, kacang tanah mengandung lemak, protein, karbohidrat, vitamin serta bahan-bahan mineral. Peningkatan produksi kacang tanah dari tahun ke tahun belum dapat memenuhi besarnya permintaan, sehingga sebagian kebutuhan dipenuhi dari impor. Kendala yang menyebabkan rendahnya hasil kacang tanah ialah semakin rendahnya bahan organik yang terkandung dalam tanah sehingga menurunkan kesuburan tanah. Menurunnya kesuburan tanah mengakibatkan penyediaan air, udara dan unsur hara tanah semakin berkurang sehingga tanaman tidak dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi kacang tanah ialah melalui perbaikan kesuburan tanah, yaitu dengan cara pemupukan. Hipotesis: Pemberian kompos sampah pada dosis yang semakin tinggi akan diikuti dengan penurunan dosis pupuk KCl. Percobaan dilaksanakan pada lahan sawah di Desa Gunungrejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang dengan ketinggian tempat 534 meter di atas permukaan laut dan jenis tanah Inceptisol. Waktu percobaan dilaksanakan pada bulan Juli sampai bulan Nopember 2006, pada musim kemarau. Alat yang digunakan terdiri dari cangkul, cetok, meteran, penggaris, alat penugal, tali rafia, timbangan analitik, oven dan alat punch. Bahan yang digunakan yaitu benih kacang tanah varietas Singa, pupuk Urea 20 kg ha-1, pupuk SP-36 75 kg ha-1, Kompos sampah organik dan pupuk KCl sesuai dosis perlakuan. Pestisida Decis 2,5 EC dan Mesurol 50 WP. Percobaan ini dilakukan dengan menggunakan metode faktorial, Rancangan yang digunakan berupa Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor I adalah dosis kompos sampah yang terdiri dari empat taraf yaitu: D0 = 0 t ha-1, D1 = 10 t ha-1, D2 = 20 t ha-1, dan D3 = 30 t ha-1. Faktor II adalah dosis pupuk KCl yang terdiri dari empat taraf yaitu: P0 = 0 kg/ha, P1 = 30 kg ha-1, P2 = 60 kg ha-1, dan P3 = 90 kg ha-1. Pengamatan dilakukan pada waktu tanaman berumur 15, 30, 45, 60, dan 75 hari setelah tanam. Variabel yang diamati: jumlah daun, luas daun, bobot kering total tanaman, laju tumbuh pertanaman, indeks luas daun, jumlah polong/tanaman, jumlah polong isi/tanaman, jumlah polong hampa/tanaman, bobot kering biji/hektar, dan bobot 100 biji. Data yang diperoleh dari hasil pengamatan diuji dengan analisis ragam (uji F) pada taraf nyata 5%, kemudian dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata 5 %.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2007/050701349
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/127409
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item