BKG

YusufNuzulianto, (2007) Efektivitas inokulasi Rhizobium sp. dalam mengurangi penggunaan pupuk urea pada tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merrill ) Var.WILIS. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Indonesian Abstract

Kebutuhan kedelai di Indonesia setiap tahunnya dipastikan akan terus meningkat. Namun, produksi kedelai di Indonesia belum dapat memenuhi kebutuhan. Upaya peningkatan produksi kedelai terus dilakukan baik melalui kegiatan intensifikasi maupun ekstensifikasi. Pada penerapan teknologi intensifikasi sangat tergantung pada penggunaan pupuk buatan. Penggunaan pupuk N buatan secara terus menerus dalam jangka panjang sangat potensial menyebabkan penurunan kualitas fisik dan biologi tanah serta resiko terjadinya pencemaran lingkungan. Inokulasi Rhizobium merupakan salah satu pemupukan hayati yang akhir-akhir ini mulai digalakkan setelah disadari bahwa penggunaan pupuk buatan banyak mengakibatkan dampak negatif. Penanaman kedelai pada daerah-daerah baru yang belum pernah ditanami tanaman leguminosa sebagai upaya ektensifikasi perlu dilakukan inokulasi Rhizobium . Rhizobium adalah bakteri yang menguntungkan pada budidaya kedelai, karena kemampuannya mengikat N bebas dari udara sehingga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pemupukan N dan penggunanan pupuk N dapat dilakukan penghematan. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mempelajari efektivitas inokulasi Rhizobium sp. dalam mengurangi penggunaan pupuk Urea pada tanaman kedelai varietas Wilis. (2) Untuk mendapatkan konsentrasi optimum inokulasi Rhizobium untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai terbaik. Hipotesis yang diajukan adalah (1). Semakin tinggi dosis inokulasi Rhizobium dapat mengakibatkan berkurangnya kebutuhan pupuk N pada tanaman kedelai (2). Semakin tinggi konsentrasi inokulasi Rhizobium menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai yang semakin tinggi. (3). Semakin tinggi dosis pupuk Urea menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai yang semakin tinggi. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Juli sampai Oktober 2006 di lahan tegal bukaan baru di Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian (STPP), Randu Agung, Malang dengan ketinggian tempat ± 480 m dpl.. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor dan diulang 3 kali. Faktor 1 : konsentrasi inokulasi Rhizobium , yaitu (R 0) tanpa inokulasi Rhizobium , (R1) 10 g/kg benih, (R2) 20 g/kg benih. Faktor 2 : dosis pupuk Urea, yaitu (N1) 17 kg ha-1, (N2) 33 kg ha-1, (N3) 50 kg ha-1. Pengamatan komponen pertumbuhan tanaman meliputi tinggi tanaman, luas daun, indeks luas daun, bobot kering total tanaman dan laju pertumbuhan tanaman (CGR) yang dilakukan pada umur 14, 28, 42, 56 dan 70 hst. Pengamatan bintil akar dilakukan pada umur 14, 21, 28, 35, 42, 49 dan 56 hst yang meliputi jumlah bintil akar efektif per tanaman dan jumlah bintil akar pertanaman. Pengamatan hasil panen meliputi jumlah polong isi per tanaman, jumlah polong hampa per tanaman, bobot kering biji per tanaman, bobot 100 butir biji, hasil biji per hektar. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (Uji F) taraf 5%, kemudian dilanjutkan dengan uji BNT 5 %. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara perlakuan konsentrasi inokulasi Rhizobium dan pupuk Nitrogen pada peubah jumlah bintil akar per tanaman pada umur 14 hst. Inokulasi Rhizobium 20 g kg-1 benih dengan pemberian pupuk Urea 17 kg ha-1 menghasilkan jumlah bintil akar per tanaman lebih tinggi bila dibandingkan dengan perlakuan lain. Peningkatan konsentrasi inokulasi Rhizobium mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai. Inokulasi Rhizobium berpengaruh nyata pada tinggi tanaman, luas daun, jumlah bintil akar per tanaman, jumlah bintil akar efektif per tanaman, indeks luas daun, bobot kering total tanaman dan laju pertumbuhan tanaman. Inokulasi Rhizobium 10 dan 20 g kg-1 benih mampu meningkatkan hasil biji per hektar sebesar 10,26 dan 16,67 % bila dibandingkan dengan tanpa inokulasi. Hasil biji tertinggi didapatkan pada dosis inokulasi Rhizobium 20 g kg-1 benih yaitu sebesar 0,91 t ha-1. Pemupukan Urea berpengaruh nyata pada tinggi tanaman, luas daun, indeks luas daun, dan bobot kering total tanaman. Pemupukan Urea dengan dosis 50 kg ha-1 memberikan hasil lebih tinggi bila dibandingkan dengan perlakuan pupuk Urea 17 kg ha-1 yaitu sebesar 0,87 t ha-1.

English Abstract

UNSPECIFIED

Other Language Abstract

UNSPECIFIED

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2007/050701199
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 631 Specific techniques; apparatus, equipment materials > 631.5 Cultivation and harvesting
Divisions: Fakultas Pertanian > Budidaya Pertanian
Depositing User: Endang Susworini
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/127380
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item